Sebuah Pengungkapan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 10 April 2013

Awal cerita ini dimulai saat ada suatu perkumpulan yang dilatih oleh senior yang sangat tegas ia adalah Ahmad Rusdy Efendy biasa dipanggil Kak Usdy, Kak Usdy adalah orang yang sangat tegas tetapi sebenarnya ia sangat peduli akan semua junior-juniornya.

Pada hari senin tepat pukul 03.00 sore merupakan hari dimulainya pelatihan tetapi pada sore itu hanya ada 3 anak yang hadir padahal yang mendaftar ada 7 anak Kak Usdy pun tak henti-hentinya marah.
Dan akhirnya si 3 sahabat pun datang salah satunya Virda Salsabillah yang biasa dipaggil Salsa, anak ini merupakan anak yang cukup pintar, ramah, tetapi sifatnya yang kekanak-kanakan yang membuat kedua sahabatnya biasa marah kepadanya, Salsa berumur 12 tahun dia sekolah di SMPN Harapan Bangsa disana pun ia bertemu sahabat-sahabat yang menemani harinya diantaranya : Amandha, felly, Ara, Icha, Andika, dan Reza. Anak yang berkaca minus ini bercita-cita ingin menjadi guru IPA yang dihormati oleh semua siswa-siswanya.
Salah satu sahabat Salsa yaitu Amandha yang mempunyai nama lengkap Amandha Lutfiah, anak ini merupakan anak yang paling pintar di antara semua sahabatnya, dia juga anak yang ramah, sopan, tapi cerewet. Amandha berumur 12 tahun, ia satu sekolah dengan Salsa. Anak berambut mirip dora ini bercita-cita ingin jadi dokter.
Dan Fellyani Rahmadani atau yang biasa dipanggil Felly ini anak yang sifatnya paling dewasa diantarasemua sahabatnya. Felly mempunyai adik yang umurnya tidak beda jauh dengannya adiknya bernama Ara. Felly berumur 13 tahun ia juga satu sekolah dengan Salsa, anak berambut lurus sampai bahu ini suka mengoleksi buku-buku novel dan ia bercita-cita suatu saat nanti ingin menjadi seorang penulis novel yang terkenal. Nama orang tua Felly adalah Pak Robby dan Ibu Talita.
Dan saat pelatihan hampir dimulai barulah anak laki-laki yang bernama Andika Pratama atau yang biasa di panggil Dika itu datang dan langsung meminta maaf kepada Kak Usdy karena ia terlambat datang. Dika merupakan anak yang pandai dalam mengatur uang jajan ia juga sangat rajin saat di beri tugas tetapi ia juga biasa lebay karena itulah ia pernah di benci oleh semua sahabat-sahabatnya.
Ada juga Ara anak yang paling cantik diantara semua sahabatnya ini bernama asli anggraini Zaharah, adik kandung Felly ini sifatnya pendiam, sopan, dan pintar. Anak ini berumur 11 tahun ia juga sekolah di sekolah yang sama dengan Kakaknya karena ia pintar jadi ia dilompat kelaskan. Anak berambut lurus ini sangat gemar menyanyi ia bertekad untuk jadi seorang musisi yang terkenal.
Selain itu ada juga yang bernama Reza Muhammad Farhil atau biasa disapa Reza. Reza merupakan anak yang berhidung mancung dan anak yang sopan, dan paling rajin beribadah, anak ini juga sekolah di SMPN Harapan Bangsa ia berumur 11 tahun, anak ini sangat pandai melukis ia bercita-cita ingin jadi pelukis yang hebat.
Dan terakhir Anisa Nur Amalia atau bias dipanggil Icha, anak yang sopan tapi biasa jahil sama teman-temannya. Anak berkulit hitam manis ini berusia 12 tahun, Icha sangat suka memasak ia bertekad ingin menjadi seorang Chef yang terkenal seperti Chef farah.

Pada sore itu ke-7 anak itu dilatih oleh Kak Usdy bahwa pentingnya menjaga lingkungan agar tidak punah dan mengajarkan anak-anak itu mengorservasi hewan dan tumbuhan langka. Keesokan harinya Kak Usdy mengumumkan bahwa pada tanggal 19 februari 2008 mereka akan camping di Gunung Semeru, pada sore itu semua anak senang. Dan akhirnya tepat tanggal 19 Februari 2008 mereka pun berangkat dengan naik mobil pribadi Kak Usdy. Selama perjalanan semua anak tak pernah diam akhirnya dengan keributan junior-juniornya Kak Usdy pun marah dan menyuruh mereka agar diam selama perjalanan dan tepat pukul 17.35 merekapun samapai diGunung Semeru. Kemdian mereka mencari lokasi yang baik untuk mereka tempati. Tenda pertama ada Salsa, Amandha, dan Icha. Tenda kedua ada Felly dan Ara. Dan tenda ketiga ada Kak Usdy, Reza, dan Dika. Selanjutnya mereka membuat api unggun Dika, Reza, dan Ara ditugaskan mencari kayu bakar dan sisanya merapikan semua tenda. Malam pun telah tiba hanya api unggun dan sinar rembulan yang menemani mereka. Akhirnya tepat pukul 11.30 malam mereka pun tidur di tenda masing-masing.

Akhirnya pagi, matahari pun bersinar lagi menggantikan rembulan merekapun langsung mandi dan berkemas. Setelah semua berkumpul Kak Usdy memulai pelatihan dan langsung menugaskan junior-juniornya untuk melakukan penelitian konservasi tumbuhan yang hampir punah. Mereka pun langsung berlari mencari tumbuhan tersebut. Saat Salsa mencari tumbuhan untuk penelitian entah kenapa ia menjerit “aaaaaa,” jerit Salsa, setelah itu Ara yang dekat dengannya menghampirinya dan bertanya “kenapa kamu berteriak” Tanya Ara. Dan Salsa menjawab “aaa.aaa.aaku melihat” kata Salsa terputus. “kamu melihat apa?” Tanya Ara. “bukan apa-apa kok, itu nggak penting” jawab Salsa. “kamu yakin ?” Tanya Ara. “ia, itu nggak penting” jawab Salsa. “oh yach, aku duluan ya, aku mau kumpulin tugas” kata Ara. Akhirnya semua anak berkumpul untuk menyerahkan hasil penelitian.

Setelah selesai Kak Usdy mengajak mereka untuk berjalan-jalan ketepi hutan. Saat itu Salsa tidak sengaja menginjak sesuatu saat ia mengambilnya dan ternyata surat dan akhirnya teman-teman menyuruh Salsa membacanya, Kemudian Salsa membacanyan dan surat itu berisi “pada tanggal 19 februari akan ada 8 orang yang datang ketempat ini dan salah satu dari mereka adalah penemu surat ini, jika penemu surat ini tidak mengungkapkan semuanya maka 2 dari mereka akan mati, dan sisanya akan kehilangan mereka”. setelah Salsa membaca surat itu tak tau kenapa tempat itu berubah jadi gelap karena itu mereka berteriak dan tak lama kemudian tempat yang mereka tempati tadi berubah menjadi tempat yang sangat menyeramkan seakan mereka berada di dunia lain.

Akhirnya mereka ketakutan saat, mereka menyusuri jalan untuk mencari jalan keluar tiba-tiba mereka merasa bahwa Ara tak bersama mereka, Ara hilang entah kemana dan mereka pun mencari Ara, saat mencari Ara tiba-tiba mereka merasakan kembali bahwa ada yang kurang dari mereka yang ternyata Salsa hal itu membuat mereka panik. “oh tidak Ara dan Salsa menghilang aku takut akan ada lagi yang hilang” kata Felly ketekutan. “lebih baik kita saling berpegangan tangan.” kata Kak Usdy. Akhirnya mereka saling berpegangan tangan. Tak lama kemudian Dika menjerit ternyata ia terpeleset ke jurang dan Kak Usdy pun menarik tangan Dika tetapi pegangan Dika lepas dan Dika pun terjatuh kejurang tersebut.
Mereka pun panik dan Felly pun berkata “Ara, Salsa, Andika, siapa lagi nanti. Kak, Kakak nggak akan biarin kita hilang satu per satu kan?” kata Felly. “ia kakak akan menjaga kalian” kata Kak Usdy.

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan tiba-tiba ada surat yang jatuh tepat di depan Felly dan Felly pun langsung Membacanya dan surat itu berisi “akan selalu ada yang hilang, lagi, lagi, lagi, dan lagi kecuali S____ mengungkapkan semuanya.”. “oh tidak…” teriak Amanda. Dan tak sengaja Amanda juga terpeleset dan langsung terjatuh ke jurang yang sama. “hu…hu…hu… ini semua nggak mungkin terjadi” tangis Icha. Kini di malam yang semakin gelap itu hanya ada Kak Usdy, Icha, Felly, dan Reza.

Ditempat yang lain dika terbangun dan ketakutan saat ia mengetahui dirinya sedang ada di dasar jurang yang sangat gelap, saat ia menyalakan senter sesuatu mengagetkannya, ternyata itu adalah Amanda yang terjatuh dari jurang yang sama, saat itu Dika membangunkan Amanda, tak lama kemudian Amanda pun terbangun. Kemudian mereka pun bersama-sama berjalan untuk mencari teman-teman mereka.

Di tempat yang lain pula Salsa terbangun dari tidurnya dan meihat di sekelilingnya ternyata tidak ada orang yang menemaninya ia menangis terseduh-seduh. Akhirnya Salsa bertemu anak kecil, saat anak kecil itu menghadap ke Salsa anak kecil itu berkata “uUngkapkan semuanya Salsa, ungkapkan semuanya, ungkapkan semuanyaaaaaaa” teriak anak kecil itu. “aku tak mengerti apa yang kamu katakan dan siapa kamu?’’ Tanya Salsa. “aku Chelsea, aku anak yang meninggal di tempat ini karena di bunuh oleh sahabatku sendiri yaitu Talita”. “haaaa?” Salsa terkejut. Tak lama kemudian Chelsea hilang seketika dan itu membuat Salsa sangat ketakutan. Dan tak lama kemudian ia melihat Arad an langsung menghampirinya tetapi Ara terlihat sangat pucat Salsapun berkata “kenepa kamu, kok pucat?” Tanya Salsa. “Aku takut disini, ayo kita cari jalan keluar” kata Ara. Mereka berduapun menyusuri jalan.

Malam itu Kak Usdy, Felly, Reza, dan Icha panik mencari keempat sahabatnya yang hilang. ”duh adikku, teman-teman aku merasa Ara dalam bahaya” kata Felly. “mungkin kita harus seepatnya menemukan temen-teman” kata Reza.
Setelah itu mereka beristirahat sejenak saat beristirahat mereka melihat Salsa dan Ara, Felly pun langsung lari memeluk adiknya diikuti oleh teman-temannya. “akhirnya kalian ketemu juga, kalian nggak apa-apakan?” kata Icha. “iya kami ngak apa-apa kok” jawab Salsa. “oh ya, lebih baik kita melanjutkan perjalanan untuk mencari Dika dan Amanda” kata Kak Usdy. “oh iya, yukk” kata Icha. Akhirnya mereka mencari Kedua sahabatnya itu. Tetapi saat perjalanan mereka merasa ada yang kurang yang ternyata Kak Usdy, Salsa, dan Felly. “oh tidakkk, kenapa kita harus berpisah lagi” kata Icha. “Kakak…” kata Ara. “mending kita berpencar supaya mereka cepat ketemu” kataReza. “Ok… jadi kita ketemu disini yeah” kata Icha. “ia” kata Reza. Akhirnya mereka berpencar Reza sendiri sedangkan Icha dengan Ara.

Pada waktu itu Salsa, Felly, dan Kak Usdy baru sadar bahwa mereka berpisah dengan yang lainnya, mereka akhirnya panik untuk kesekian kalinya. Saat mereka mennyusuri jalan, Salsa menceritakan semuanya “pada waktu itu saya melihat anak yang bernama Chelsea katanya ia meninggal di hutan ini karebna di bunuh oleh sahabatnya sendiri “kata Salsa. “haaa… siapa yang membunuh anak kecil itu “Tanya Felly. “yang membunuhnya…” katanya terhenti. “aaaa…” teriak mereka. Tiba-tiba mereka melihat 2 kuburan yang tertulis Felly dan Ara. Felly, Salsa, dan Kak Usdy ketakutan mereka langsung berlari dan mereka bertemu Dika dan Amanda dan akhirnya mereka saling berpelukan.

Setelah itu merekapun mencari Reza, Ara, dan Icha saat perjalanan mereka menemukan surat, yang berisi “waktu Salsa untuk mengungkapkan semuanya tinggal 4 jam lagi jika tidak yang kalian lihat beberapa menit yang lalu akan menjadi kenyataan”. “apaaa” teriak Salsa. “maksud yang kita lihat beberapa menit lalu itu apa” pikir Felly. “atau maksudnya kuburan tadi, jadi maksudnya Felly dan Ara aka dikubur ditempat itu” kata Kak Usdy. “nggak mungkin, nggak mungkin, nggak mungkiiiin” kata Felly. “mendingan kamu ungkapkan semuanyaSalsa” kata Amanda. “tapi apa yang harus aku ungkapakan, aku nggak tahu” kata Salsa. “coba diingat-ingat dulu” kata Andika. “atau mungkin” kata Salsa terhenti. “apa?” Tanya Felly. Tiba-tiba ada yang menarik Salsa dari arah semak-semak. Dan akhirnya Salsa tertarik kearah tersebut. “duh kok gini sih” kata Felly. Malam itu Salsa hilang entah kemana.

Dan di tempat lain Icha dan Ara terus mencari dan ia bertemu Salsa tetapi Salsa terlihat sangat pucat, akhirnya, mereka mendekati salsa dan bertanya “kemana yang lainnya” tana Icha. “aku juga nggak tahu” kata Salsa. “oh yach kalian nggak lapar” lanjut Salsa. “sebenarnya aku dan Icha juga lapar tapi disinikan nggak ada makanan” kata Ara. “ada kok” jawab Salsa. “dimana” Tanya Icha. “kalian berdua, ha..ha..ha..” kata Salsa menyaramkan. “ha…, kamu mau makan kami, jangan-jangan kamu itu hantunya Salsa dan berarti Salsa udah mati dong” kata Ara. “ha…lariii” kata Icha. Akhirnya mereka berdua lari dan dikejar oleh hantu Salsa, tetapi Ara dapat ditangkap oleh hantu Salsa dan ia pun dibawa lari.

Icha berteriak minta tolong “tolong, tolong, tolong, saya dikejar-kejar hantu dan teman saya ditangkap” teriak Icha. Akhirnya Dika, Amanda, Felly, dan Kak Usdy mendengar teriakan tersebut. “sepertinya itu suara Icha deh: kata Dika terheran. “iya, memang terdengar seperti suara Icha, yuk kita kesana” ajak Felly. Akhirnya mereka bertemu dengan Icha dan tak lama kemudian mereka juga bertemu Reza. “lho kemana ara, aku kira tadi ia bersama kamu” Tanya Reza. “A.a.a.Ara ditangkap sama Salsa, oh maksudku hantunya Salsa” kata Icha. “jangan ngaur kamu” kata Dika. “ia nih jadi kamu bilang Salsa udah mati” lanjut Amanda. “tapi tadi itu memang benar Salsa” kata Icha. “ok, kita harus pastikan kalau Salsa masih hidup atau sudah mati” kata Kak Usdy. “ia, aku setuju” kata Reza. “baiklah ayo kita cari dia” ajak Dika.

Akhirnya mereka pun mencari Ara dan Salsa. Saat mencari kedua sahabatnya mareka mendapat surat yang berisi “2 jam lagi”. “oh tidak” kata Felly. “kita harus secpatnya menemukan Salsa dan Ara” kata Reza. Akhirnya mereka menemukan Ara, kemudian mereka langsung menghampirinya lalu bertanya “Sa.sal.sa ka.ka.mu. ma.sih hi.dup” kata Icha terputus-putus. Seketika Salsa berbalik terlihta bahwa dia sangat pucat dan mulutnya penuh darah kemudian saat ia mendekat ia berkata “apakah kalian ingin mati juga seperti anak ini” kata Salsa. “hahhaaaa… Ara…” kata Felly. “mereka pun lari ketakutan kecuali Felly yang masih diam ditempatnya karena shock kemudian ia ditangkap oleh Salsa dan langsung menghilang. merekapun sangat sedih tiga sahabatnya sudah mati tiba-tiba mereka melihat Salsa yang sedang pusing mencari jalan keluar. Mereka tak berani mendekat, tetapi Salsa mendekati mereka karena takut mereka langsung berlari, Salsapun juga mengejar mereka karena takut ketinggalan. Pada saat mereka lari ada surat yang terjatuh lagi didepan Icha, yang berisi “waktu tinggal 45 menit lagi”.

Karena mereka berhenti untuk membaca surat itu mereka dapat terkejar oleh Salsa “jangan makan kami, kami masih mau hidup dan mana Ara dan Felly” kata Reza. “apa yang kalian katakan aku sama sekali tidak mengerti dan aku juga tidak tahu dimana Arad an Felly” kata Salsa. “lebih baik kita lari saja daripada kita tertipu oleh dia” kata Icha. Akhirnya mereka berlari lagi untuk mengindari Salsa. Saat mereka lari tak sengaja Amanda menginjak batu nisan yang ternyata batu nisan yang tertuliskan Fellyani Rahmadani dan Anggraini Zaharah. “Fel..ly dan A..ra benar-benar sudah mati” kata Amanda. “apa?” kenapa mereka bisa mati” Tanya Salsa. “haaa masih mau bertanya lagi sudah jelas kamu yang membunuhnya” kata Icha. “lho kok aku yang membunuhnya” kata Salsa terheran-heran. “iya memang kamu, kamu yang sudah memakan mereka” kata Icha. Tiba-tiba ada anak kecil yang pernah ditemui Salsa. “Chelsea?” kata Salsa. “Siapa dia?” kata Amanda. “waktu terus berjalan dan waktu kalian tinggal 15 menit lagi” kata Chelsea. “aku sebenarnya bukan hantu aku masih hidup dan aku takkan pernah memakan sahabatku sendiri dan aku akan mengungkapkan semuanya” kata Salsa. “baiklah kami percaya” kata Reza. “sekarang ungkapkan semuanya sebelum terlambat” kata Kak Usdy. “sebenarnya waktu Kak Usdy menugaskan kita mengonservasi tumbuhan hampir punah saya berteriak karena saya menemukan mayat tetapi saya takut memberitahu kalian karena mayat itu sangat menyeramkan, dan beberapa jam yang lalu saya melihat anak kecil yang bernama Chelsea menghampiri saya dan ia berkata bahwa mayat yang saya temukan kemarin adalah mayatnya dan yang membunuhnya adalah sahabatnya sendiri yaitu Talita” kata Salsa. “apa? Talita?” kata Amanda terkejut. “memangnya Talita itu siapa sih?” Tanya Salsa. “Talita itu ibunya Felly dan Ara” kata Icha. “apa? berarti ini semua sudah jelas kamu ingin surat pertama mengatakan bahwa jika saya tidak mengungkapkan semuanya maka 2 diantara kita akan mati dan yang dia maksud itu Felly dan Arad an kamu ingatkan 2 kubur yang tertulis Felly dan Ara” kata Salsa. “tapi, dimana Felly dan Ara sekarang” Tanya Icha. “iya yach dimana mereka” piker Salsa. “mungkn ada dikuburnya kali” kata Icha. “ayo kita kesana” ajak Salsa. “ayo cepat waktu kita 10 menit lagi” kata Reza. “lho mana Dika dan Amanda” Tanya Icha. “duh, waktu genting kayak gini masih aja hilang” kata Reza. “mending saya sama Icha pergi nyari mereka dan kalian pergi nyari Felly dan Ara karena waktunya udah hampir habis kalau nggak kita bisa kehiangan mereka” kata Reza. “baiklah ayo ajak Kak Usdy.

Akhirnya Salsa pergi ketempat dimana mereka menemukan kubur tertulis Felly dan Ara. “oh tidak waktu tinggal 5 menit lagi” kata Salsa. “oh ini Sal mungkin ini kuburnya sekarang pasti mereka ada disekitar sini” kata Kak Usdy. “kayaknya itu Felly dan Ara” kata Salsa. Akhirnya mereka menghampirinya dan Salsa berkata “Felly, Ara kalian nggak apa-apa?” kata Kak Usdy. “kami nggak apa-apa, oh ya ternyata Salsa belum meninggal itu hanya hantu tiruan anak kecil yang bernama Chelsea itu” kata Felly.

Tiba-tiba Chelsea datang lagi dan berkata “ayo katakan semuanya karena waktu tinggal 2 menit lagi” kata Chelsea. “Felly, Ara aku mau ungkapkan semuanya, kamu ingatkan Ara waktu aku menjerit” kata Salsa. “ya aku ingat” jawab Ara. “sebenarnya waktu itu aku melihat mayat yang ternyata Willy dan ia mati dibunuh oleh sahabatnya sendiri yang bernama Talita dan…” katanya terhenti. Tiba-tiba keadaan berubah tiba-tiba jadi tidak ada cahaya sama sekali. “waktu kamu sudah habis Salsa kamu sudah terlambat “kata Chelsea. “tidakk…” kata Salsa. “selamat tinggal Salsa, selamat tinggal Kak Usdy sampaikan salamku sama Dika, Reza, Amanda, dan Icha, sampai jumpa semuanya aku akan ingat kalian semoga kalian bahagia” kata Felly. “maafkan ibuku Chelsea” lanjut Ara. Akhirnya mereka hilang dan keadaan berubah jadi terang dan seperti biasanya. Tetapi hanya ada Salsa dan Kak Usdy, mereka menangis karena di tinggal oleh Felly dan Ara.

Kemudian datanglah Reza dengan Amanda, Dika, dan Icha. “felly dan Ara sudah mati ini semua gara-gara saya” kata Salsa. “jadi mereka” kata Icha. Tiba-tiba keadaan gelap lagi dan saat terang mereka kaget karena disitu tiba-tiba ada Ara mereka heran dan bertanya “kok kamu bisa ada disini dan mana Felly” Tanya Amanda. “Kak Felly udah nggakk ada dan aku di sini karena Salsa terima kasih Salsa” kata Ara. “apa maksud kamu? aku nggak ngerti” Tanya Salsa. “karena kamu mengungkapkan semuanya karena itu juga aku sempat meminta maaf kepada Chelsea karena ibukulah yang membunuhnya” kata Ara. Mereka semua langsung memeluk Ara dan kemudian pergi ketempat ditemukannya mayat Chelsea setelah sampai ketempat tersebut Kak Usdy menelpon polisi agar mayat Felly dan Chelsea segera dikubur selayaknya. Merekapun menangis akan kepergian Felly. Dan akhirnya Salsa, Kak Usdy, Amanda, Dika, Icha, Ara, dan Reza pun pulang tanpa Felly disitu.
“selamat tinggal Felly doa kami menyertaimu”.

Sahabat merupakan orang yang menemani hari
Dalam suka maupun duka.
Sahabat merupakan tempat berbagi
Kebahagiaan maupun kesedihan
Maka jagalah sahabatmu ?

**tamat**

Cerpen Karangan: Muhammad Ainul Yaqin
Facebook: Muhammad Ainul Yaqin
TTL: Makassar, 19 Desember 2000
Alamat : Watansoppeng
Agama: Islam
Jenis Kelamin: Laki-Laki

Cerpen Sebuah Pengungkapan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Alya

Oleh:
Pukul 11:54 Malam hari yang gelap dan sepi, terlihatlah seorang wanita yang baru saja lembur dari pekerjaannya. Dia terlihat sangat lelah dan kesal karena teman sekantornya yang bernama Sira

Penyemangat Hidupku

Oleh:
Fakri dan Nurul adalah 2 sejoli yang sudah bersama-sama sejak kecil. Bukan berarti mereka pacaran. Mereka telah mengenal satu sama lain. Dimulai dari kepindahan Fakri di sebuah rumah di

Jasad yang Disembunyikan

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang mahasiswi yang tinggal sendirian di rumah mewah tetapi agak jauh dengan rumah warga pedesaan. Mahasiswi itu bernama amina, dia pendatang dari kota, dia tinggal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Sebuah Pengungkapan”

  1. Nandika kristiyanti says:

    Lumayan lah buat dbaca

  2. Rifka Arham says:

    KEREN BANGET BANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *