Secret Full House

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 9 July 2016

Baerty adalah sahabatku, dia dan aku bersahabat sejak kita kecil sampai sekarang. Sekarang aku dan Baerty sudah kelas 2 SMP dia satu kelas denganku.

Pada suatu hari aku dan Baerty berangkat ke sekolah melewati rumah yang selalu kosong dan sepi. Pada saat aku dan Baerty melewati rumah itu, tiba-tiba Baerty terpeleset dan dia terluka. Lalu aku bawa Baerty tadi di depan rumah itu. Sesampai di depan rumah itu aku mendengar ada tangisan seseorang.
“Baerty apakah kamu dengar tangisan itu?” tanyaku pada Baerty.
“Iya aku mendengarnya, siapa yang berani masuk ke rumah ini?”
“Aku juga tidak tahu, kata penduduk disini rumah ini selalu kosong.” tanyaku heran.
“Ada apa sebenarnya aku penasaran.” jawab Baerty penasaran.
“Kamu sudah tidak apa-apa kan?” tanyaku pada Baerty.
“Iya sudah tidak apa-apa kok, ayo kita berangkat ke sekolah!”

Aku masih sangat penasaran siapa seseorang yang menangis itu? Apa di rumah itu ada hantu bergentayangan? Aku masih bertanya-tanya dalam hati. Sesampai di sekolah aku dan Baerty segera menuju ke kelas.
“Baerty apakah nanti pulang sekolah kamu ada acara?” tanyaku pada Baerty
“Tidak, tapi aku mau istirahat soalnya lukaku masih sakit.” jawabnya.
“Oh ya sudah. Soalnya aku mau ajak kamu ke rumah kosong itu untuk menyelidiki penghuninya.” ujarku terus terang.
“Tapi kamu harus menyelidikinya lebih dalam lagi!” ucapnya.
“Baiklah.”

Setelah jam pelajaran selesai. aku dan Baerty pulang tidak bersamaan. Karena dia dijemput oleh ibunya. Aku pulang kerumah tidak melewati rumah itu karena aku takut, jalanan juga sepi. Tidak ada orang yang berlalu lalang. Terpaksa aku melewati jalan raya, jaraknya lebih jauh dari melewati rumah itu.

Sesampai di rumah….
Ting.. tong….
“Ya sebentar, oh ya masuk Quasy ibu dan ayahmu tidak ada di rumah, kakak kamu lagi les piano jadi kamu di rumah sama bibi.”
Oh ya ampun aku di rumah sama bibi. Tapi tidak apa-apa lah, aku bisa bebas dan bisa menyelidiki rumah itu. Aku segera naik ke atas di kamarku. Dan akhirnya sampai juga di kamar. Aku segera mempersiapkan diri untuk masuk ke rumah itu. Aku segera ke rumah itu.

Sesampai di rumah itu aku merasa bergetar, aku sedikit takut tapi tidak apa-apa biar rumah itu terbongkar. Aku pun membuka pintunya. Lalu aku masuk pelan-pelan. Setelah aku masuk tiba-tiba pintu tertutup.
Duuaaaarrr…
Aku pun terkejut, aku segera menelusuri rumah itu. Di tembok ada tulisan yang membuatku terkejut…

KAMU HARUS MATI

Aku ingin meninggalkan tempat ini. Pada saat menoleh ke belakang, tiba-tiba ada sosok muncul dari kegelapan dia semakin mendekat.. mendekat.. mendekat.. dan AAAA…

Aku terbangun dan aku ada di tempat aku pingsan tadi, aku sangat takut di tempat ini. Aku segera bangkit dan aku ke luar. Aku berlari, sampai di rumah bibi sudah pulang dan aku segera ke kamarku untuk mencari tahu. Setelah mencari. aku mendapatkan kronologi rumah itu. Di laptopku tertera tulisan bahwa rumah itu dihuni sepasamg suami istri dan anaknya yang masih kecil, pada suatu hari mereka pergi entah kemana, sampai lima hari mereka belum juga pulang sampai sekarang. Ternyata penghuni itu adalah hantu yang dulu mengganggu keluarga yang tinggal di rumah itu. Tapi tidak apa-apa kata ayah rumah itu akan dihancurkan, dan semoga arwah itu tenang di alamnya.

Cerpen Karangan: Angel Ananta Purbayani
Facebook: Devani Anez Hrisiprandev

Nama: Angel Ananta Purbayani
Kelas: VII C
Sekolah: MTs N Jeketro
Umur: 12 tahun
TTL: Grobogan, 25 July 2004
Alamat: Karajan Ginggang Gubug Grobogan Jateng

Cerpen Secret Full House merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Death Note

Oleh:
Hidup sungguh tak berguna. Bagiku, hidup tak lebih dari sampah. Kau setuju denganku? Silahkan saja kalau kau memiliki pendapat yang berbeda. Namun aku memiliki alasan kuat, kenapa aku mengutuk

Pesan Terakhir Poniko

Oleh:
Namaku Madotsuki, usia ku 15 tahun. Aku masih duduk di bangku SMP, tentunya. Aku yatim piatu. Aku tinggal bersama guru musikku di sekolah. Namanya Masada. Aku tidak ingin tinggal

Hei, Berbahagialah!

Oleh:
Ingatan terakhirku adalah senyumanmu, tawamu, kata-katamu, dan semua tentangmu. Mungkin terkesan melarikan diri, namun aku tidak ingin mengingat bagaimana aku bisa mati dan menjadi hantu begini. Aku tidak bisa

Hantu Bus

Oleh:
Setiap kali Citra menaiki bus sekolah, ia selalu melihat seorang anak perempuan sebayanya yang kepalanya selalu menunduk. Rambutnya pendek, berwarna pirang dan warna kulitnya pucat. Citra menceritakan tentang anak

Perpustakaan Berdarah

Oleh:
Pagi itu matahari semburatkan sinar cerah tak terbendung. Bayang-bayang pepohonan begitu jelas dibuatnya. Basah embun masih belum kering teruapkan panas. Ditambah kicau burung mengalun nyaring membuat suasana seolah ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Secret Full House”

  1. Nabila Rosalina P.C says:

    Nice,
    Btw ultah nya sama^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *