Sekolahku

Judul Cerpen Sekolahku
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 2 February 2014

Di sebuah sekolah yang cukup terkenal di kotaku, apa yang membuat sekolahku ini terkenal? Ternyata karena sekolahku ini memiliki sejarah yang cukup berbeda dari sekolah biasanya.

Dulu, di sekolah ini ada salah satu siswi yang cantik namun pendiam. Karena dia cantik, tak heran banyak cowok yang begitu mengejarnya. Namanya dara, meski begitu dia selalu menyendiri di pohon tua yang ada di belakang sekolahku.

Tak disangka-sangka ternyata dara memiliki seorang kekasih yang bernama rahmad. Tapi, hubungan mereka selalu saja dihiasi dengan sebuah pertengkaran. Sampai pada suatu pagi saat mereka sedang berdua di pohon besar belakang sekolah. “aku mau kita putus ra”
“rahmad, salah aku apa sama kamu?”
“pokoknya sekarang kita putus!”
saat rahmad berdiri dara pun memegang tangannya erat. “rahmad.. Jangan pergi!”
Mungkin dia mulai geram dengan sikap dara yang begitu mencintainya. Hingga rahmad pun kembali dan menghampiri dara.

Tiba-tiba rahmad mengeluarkan seutas tali dari tas hitamnya, lalu tali itu pun diikatkan di atas pohon tepat di belakang dara. Secepat kilat rahmad meraih tubuh dara dan dengan teganya rahmad menggantung dara di pohon itu.

Saat rahmad telah pergi, ternyata dara belum mati dan dia masih bisa bernafas. 1 jam berlalu, akhirnya dara pun meninggal karena kekejaman rahmad yang begitu dicintainya.

Mulai saat itu, sekolahku mulai dihujani dengan peristiwa-peristiwa yang begitu menakutkan. Dan setiap tahun, selalu ada saja siswa yang harus meninggal karena menjadi tumbal, agar sekolahku ini bisa tetap berdiri.

Cerpen Karangan: Selvi Rizkian
Facebook: Shelvie Rhizkhiant

Cerita Sekolahku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Kaya dan Si Miskin

Oleh:
Kejadian semalam membuat neta menjadi sangat terpukul. Bagaimana tidak? Orangtua yang dicintainya harus meregang nyawa di depan matanya. Malam itu.. Rumah kediamannya terlihat sangat sepi. Beberapa orang masuk dengan

Penakut

Oleh:
Aku dan teman-teman seperjuanganku bermain kejar-kejaran di halaman sekolah. Walaupun aku ini sudah memakai seragam putih abu-abu, tapi bukan berarti permainan seperti ini dilarang ‘kan ? Yahh.. Kuakui juga

Saat Terakhir di Stasiun

Oleh:
Ismail Irawan, cowok berusia tujuh belas tahun yang suka nongkrong di stasiun itu, lagi-lagi melihat seorang gadis cantik berbaju putih di seberang rel kereta. Sambil menunggu kereta yang mengantarnya

Tersiksa Dalam Kematian

Oleh:
Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi. ku biarkan lagu peterpan mengalun di senjaku. hari ini memang nikmat dengan segelas kopi hangat, di beranda tua ini ku biarkan burung

Another

Oleh:
Hari ini aku mendengarnya lagi. Suara merdu yang sangat halus bahkan halusnya membuaiku ke dalamnya dan ikut merasakan perasaan pilu. Rasanya sesak ketika ku dengar kata perkata dari lirik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

7 responses to “Sekolahku”

  1. Velana Karani says:

    bagus sekali:-);-)B-)

  2. fitri jayanti says:

    ceritanya seru bngt

  3. shizuka Qsara says:

    hebat!watashi hijo ni suki kore. 😀

  4. ahmad zaini dahlan lubis says:

    Keren…

  5. siti sahadatul nurul says:

    cerita nya bagus.. cuma penyelesaian dari maslah nya nggak ada

  6. Lucu juga cerpennya, tetap semangat berkarya..

  7. Raman Dhika says:

    Coba aja klo lebih panjang pasti bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *