Semua Telah Berakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 19 January 2016

Liburan panjang membuatku sangat senang karena di saat-saat itu aku terbebas dari tumpukan buku pelajaran yang membosankan. Namaku Alvin aku baru berusia 13 tahun di hari liburku ini aku hanya menghabiskan waktu untuk bermain game dan terkadang aku Online, malam ini pukul 23.46 aku sama sekali tidak bisa tertidur.

Aku pun memutuskan untuk Online, saat aku sedang asyik berchat dengan temanku tiba-tiba seseorang yang bernama THE ANGEL OF DEATH nge-chat aku. Aku pun membalas chatnya, namanya mengerikan namun ternyata dia orang yang mengasyikan. Tanpa ku sadari pintu kamarku terbuka lebar lalu sebuah kepala terlihat di balik pintu.

“Aaaa!!!” teriakku kaget.
“hei ini Mama, ayo Alvin kamu harus tidur, tidak baik anak-anak tidur larut malam.” ucap mamaku, saat aku lihat ke arah jam weker ku ternyata ini sudah pukul 02.12. Mengiyakan perkataan mama. Setelah dipastikan mama sudah ke luar dari kamarku, aku langsung memberitahu teman baruku itu bahwa aku harus segera tidur.

Beberapa hari berlalu aku semakin akrab dengan teman yang tak aku ketahui namanya itu. Sampai suatu hari saat aku hendak berulang tahun, dia berjanji akan memberikanku hadiah, dia menanyakan alamat rumahku dan aku pun langsung memberikan alamatku.

Malam ini tepat pukul 00.00 aku masih terbangun untuk mengucapkan selamat pada diriku sendiri. “hei Alvin kau sudah memasuki usia 14 tahun, selamat Alvin selamat.” bisikku pada diriku sendiri, saat itu hujan turun dengan deras dan petir menyambar di mana-mana, tiba-tiba semua menjadi gelap. “Kenapa harus mati lampu sih?!” aku berdecak sebal. Setelah beberapa menit lampu pun menyala kembali, tapi saat aku melihat ke arah pintu aku mendapati seorang pria bertubuh besar dan tinggi sedang tersenyum ke arahku.

“s..s..siapa kau, kenapa kau bisa ada di rumahku?” tanyaku gugup sekali.
“hei ini aku temanmu, aku sudah berjanji akan memberimu hadiah hari ini, kau ingat?” ucapnya.
“k..k-kau THE ANGEL OF DEATH?” tanyaku sambil menelan ludah.
“ya kau benar, tapi kenapa kau seperti ketakutan begitu?” tanyanya.
“a-aku pikir k-kau seumuran de-denganku.” ucapku masih tergugup. Perasaanku tidak enak dan jantungku berdegup semakin kencang.

“ahh sudahlah jangan dipikirkan, ini aku bawa hadiah untukmu. Kemarilah Nak, ke mari dan bukalah hadiah istimewa dariku.” ucapnya sambil menunjukkan sebuah kotak kado sebesar kardus kulkas. Aku pun turun dari ranjangku dan menghampirinya dengan ragu. Saat aku membuka bungkusan kado yang super besar itu mataku terbelalak. Mulutku menganga, keringat dingin pun ke luar dari keningku. Aku menatap ke arah pria berpostur besar itu.

“bagaimana? istimewa kan?” ucapnya dengan senyum yang mengerikan.
“k-kau m-membunuh o-orang t-ttuaku!!!” aku menangis melihat orangtuaku yang terbujur kaku dengan kepala yang terpisah dengan badannya.
“jangan menangis Nak, karena kau juga akan menyusul mereka, karena aku THE ANGEL OF DEATH hahaha.” suara tawanya bergemuruh bagaikan petir yang amat sangat besar dan mengerikan.

Aku perlahan mundur menjauhinya.
“hei kemarilah jangan menjauh, aku akan membuatmu menyusul kedua orangtuamu di neraka sana.” ucapnya sambil menerkamku.
“TIDAKKKKKK…”

Cerpen Karangan: Desi Rahmawati
Facebook: Callysta Adeliana

Cerpen Semua Telah Berakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mengendapnya Waktu

Oleh:
Galang masih tidak percaya. Jalan pikirannya selogis fakta berita dalam koran sehingga mustahil hal seperti itu bisa dipercayainya. Walau demikian, ia tetap menghargai Johan, sahabatnya yang sudah setengah jam

Dark Peak

Oleh:
Kepindahan keluargaku kali ini benar-benar membuatku kesal. Ya. Keluargaku memang seperti manusia goa yang hidup nomaden. Berpindah dari kota satu ke kota lainnya. Tapi kali ini, Dad dan Mom

Berwajah Topeng

Oleh:
Di pesisir pantai yang sepi, mereka bertemu. “Aku hamil!” cetus Emily tajam, menuntut pertanggung jawaban. Tapi Reza malah tertawa sambil bertolak pinggang. “Apa aku harus tahu? Itu urusanmu kan?”

Aku

Oleh:
Aku terus berlari, menelusuri lorong yang tak kunjung menepi. Yang kudapati, Angin menghembus dadaku. Nafasku terhenti seketika. Raungannya terdengar jelas. Aku terus berlari, menangis pada apa yang kualami. Kutengok

Pocong Juga Punya Hati

Oleh:
Di sekolah kejuruan dalam salah satu pelajaran di bidang multimedia menugaskan 1 kelompok yang beranggotakan 3 orang yaitu koko, kaka dan kiki untuk membuat film pendek berdurasi 5 menit,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *