Seorang Gadis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 19 May 2020

Ini adalah kisahku empat tahun lalu. Namaku Jerry, aku bekerja di salah satu perusahaan ternama di daerah Jakarta Selatan. Profesiku di perusahaan itu di bagian sekretaris. Pekerjaanku memang melelahkan tapi apa boleh buat, aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk kebutuhan orangtuaku. Terkadang aku pulang malam karena ada rapat bersama klien untuk membahas sebuah proyek.

Hari ini adalah hari Jum’at yang dimana semua pegawai lembur bekerja karena satu minggu lagi perusahaanku mengadakan proyek besar besaran.
“Ndre, kita ke kantin dulu yuk beli kopi nanti aku yang traktir.” Ucapku.
“Ayok, dari pada memikirkan pekerjaan.” Jawab Andre.

Kami pun tiba di kantin dan memesan kopi, setelah selesai minum kopi aku bergegas kembali ke ruanganku untuk menyelesaikan tugas-tugasku. Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB dan selesai sudah tugas tugasku.
“Akhirnya tugasku selesai juga.” Ucapku.

Aku pun bergegas pulang dari kantor, ternyata hanya aku dan tiga orang satpam yang berjaga di kantor.
“Brum…” Suara sepeda motorku.
“Pak, saya pulang dulu.” Sapaku kepada salah satu satpam.
“Iya…” Jawabnya.

Seperti biasa aku pulang selalu melewati halte yang tidak jauh dari kantorku. Dari kejauhan aku melihat seorang gadis muda yang menunggu bus berhenti di halte. Aku pun menghentikan sepeda motorku dan menawarinya tumpangan, diapun hanya menganggukkan kepala saja.

Malam itu udaranya sangat dingin dan kebetulan sekali aku membawa jaket akan tetapi aku merasa kasihan kepada gadis itu.
“ini pakai saja jaketku, dari pada nanti kamu kedinginan dan masuk angin.” Ucapku.
“Iya makasih.” Jawab gadis itu.
Setelah aku bertanya-tanya ternyata nama gadis itu adalah Siska.

Tak lama kemudian aku dan Siska sampai di rumahnya.
“Selamat malam dan cepatlah pulang ke rumahmu sebelum orangtuamu mencari kesana kemari.” Ucapku.
Siska hanya diam saja dan tidak menjawab sepatah kata pun, kemudian aku juga pulang sebelum hari semakin malam dan orangtuaku pasti khawatir aku belum pulang juga.

Keesokan harinya aku baru ingat kalau jaketku masih dibawa oleh Siska. Kemudian aku bergegas pergi ke rumahnya untuk mengambil jaketku.
“tok tok tok.” Suara pintu yang aku ketuk.
“Sebentar.” Jawab sang nenek, kemudian pintupun terbuka.
“Nenek aku kesini untuk mengambil jaketku yang masih dibawa oleh anak perempuan nenek yang bernama Siska.” Tanyaku kepada nenek.
Akan tetapi nenek tersebut hanya melongo dengan wajah kebingungannya.

Kemudian aku menunjukkan foto Siska yang berada di ruang tamu. Saat aku menunjuk foto tersebut dan memberi tahu kepada nenek tersebut bahwa dia adalah gadis yang sudah aku beri tumpangan kemarin malam. Dengan suara gemetar, nenek itu memberi tahuku bahwa anaknya sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu dan sudah dimakamkan di sebuah pemakaman umum yang jaraknya kurang lebih satu jam dari rumah sang nenek tersebut.

Kemudian aku berlari ke sepeda motorku dan pergi ke pemakaman. Akhirnya aku menemukan jaketku di pemakaman tersebut dan tepat berada di atas pemekaman yang bernama Siska.

Cerpen Karangan: Nanda Saputra
Blog / Facebook: Nanda Saputra

Cerpen Seorang Gadis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Toko Berhantu

Oleh:
Pagi ini aku disuruh oleh ibuku untuk membeli gula, minyak, dan teh. Aku pun terpaksa berangkat walaupun dengan mata masih mengantuk. “Ndi tolong Ibu belikan gula, minyak, dan teh

Boneka Theschyi

Oleh:
“Din, sudah larut waktunya tidur!” Suruh ibunya kepada Dinda. “Iya, mah,” Ucap Dinda. Sejak tadi pagi Dinda selalu menjaga dan memainkan boneka barunya yang dibelikan oleh ayahnya langsung dari

Hantu Penunggu Toilet

Oleh:
“Hai namaku karin, aku baru pindahan dari bandung” ucap karin yang baru saja pindah sekolah. Jam sudah menunjukan 12.00, sudah waktunya istirahat “aduh kebelet” ucap karin, karin pun mencari

Sang Pembunuh

Oleh:
“Hal yang paling kutakutkan di dunia ini ketika kematian menjemputku sedangkan aku tak sempat menyambutnya. Kupikir setelah sekian lama aku melupakan perasaan yang pernah menghantuiku telah sirna selamanya. Ternyata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *