Serangan Lalat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 7 February 2017

Teriakan yang menggegerkan satu kampung. Pagi itu Lastri terbangun dan melihat suaminya telah tewas dengan kepala yang berlumuran darah. Mayat ditemukan di ruang tengah dengan kondisi mayat yang dikerumuni lalat. Semua yang melihat kondisi mayat seketika langsung menyebut “Astagfirullah…”. Isu beredar cepat secepat angin malam sebelum kejadian sang suami Lastri meninggal, dari saksi para warga yang bergadang memang angin malam itu bertiup dengan cepat tak seperti biasanya. Ada apa dengan Bambang suami si Lastri? Ada apa dengan kampung ini dan ada apa dengan seminggu yang lalu ketika seorang wanita diracun. Biark kuceritakan bagaimana lalat ini membunuhmu

SERANGAN LALAT
MALAM sebelum serangan lalat, didahului angin yang kencang yang menghasilkan suara yang sangat menyedihkan. Sama seperti menyedihkan bagaimana kau mati. Seekor lalat akan datang, memang ini lalat biasa. Lalat ini akan mengganggumu berkitaran di kepalamu. Membuat kau naik pitam akan suara bisingnya, kau pasti akan mengusik keberadaan lalat itu menggunakan alat apa saja untuk mengusirnya bahkan membunuhnya. Saat itu juga lalat itu menghilang dan kau pun tenang kembali. Tak berapa lama lalat itu datang menerobos lubang hidungmu masuk ke dalam rongga hidungmu terus masuk ke otak. Dan akhirnya kau akan teriak kesakitan, meraung pusing tiada tara hingga kau melakukan apa saja untuk mengeluarkan lalat itu. Pertama kau akan memasukkan jarimu, sia-sia. Kedua kau gunakan sumpit, sia-sia. Hingga berbagai cara kau lakukan untuk mengusir rasa sakit yang melekat. Setelah itu kau akan mendengar suara benturan keras, ya, kau mungkin membenturkan kepala ke tembok.

Satu korban jatuh, dua korban jatuh hingga tiap malam akan kau temui banyak kepala yang pecah. Kampung itu kacau balau, para istri galau ditinggal sang suami, penduduk risau akan kehadiran satu lalat yang ketika telah membunuh ia akan keluar dari kepalamu. Ada satu warga yang mengingatkan akan kematian gadis cantik di kampung itu, kematian yang disembunyikan, kematian yang memendam akan kematian.

HARI KEMATIAN
GADIS itu memang rupawan tapi sudah tak perawan alias janda lebih tepat janda muda. Ditinggal suami pergi merantau ke seberang pulau tak kunjung balik, banyak gosip yang beredar ia mati dalam perjalanan, kecantol wanita lain dan berbagai isu lainnya yang tak mengenakan telinga. Ia memang tak menjual tampang tapi ada saja pria hidung belang yang menggodanya, merayunya bahkan menjadikannya sebagai istri simpanan dengan iming-iming hidup lebih bahagia. Tapi tawaran ditolak halus dengan satu alasan yang sama tetap menunggu suaminya walaupun tak kunjung balik.

Hingga suatu sore ada lelaki berkunjung ke rumahnya tanpa sepengatahuan siapapun. Lelaki itu langsung menutup pintu rumah itu serapat mungkin agar orang lain tak mengintip. Selang beberapa hari tak terdengar kabar dari kedua orang itu. Hingga tukang kayu yang sedang bekerja mencari kayu menemukan mayat dipenuhi lalat dengan bau bangkai yang teramat. Dinyalakannya obor yang ia bawa untuk mengusir kerumunan lalat, setelah lalat-lalat itu hilang barulah si mayat yang sudah tak berbentuk dan semua kulit sudah dihinggapi belatung dikenali. Dengan cepat isu itu beredar, dengan cepat pula para lelaki di kampung menyatroni rumah itu, nihil. Tak ada orang, hanya ada dua gelas kopi dan sebungkus sianida di dalam dapur. Dan lelaki itu entah lenyap kemana.

Para tetangga tak tahu siapa pelakunya, dari hasil penelitian yang ada di kampung itu bahwa pembunuhnya adalah lelaki. Terlihat dari dua gelas kopi yang masih tersimpan dengan ampas yang tersisa. Hingga beberapa minggu terror lalat itu menerjang kampung itu membunuh semua para pria. Lalat itu adalah jelmaan gadis cantik itu, ia terus mencari siapa pelakunya. Hingga kampung itu kosong tak berpenghuni ditinggal penduduk. Sekarang kampung itu menjadi mati tapi ada yang tak pernah mati, lalat. Lalat itu terus beterbangan mencari pelaku, kau tahu siapa pelakunya? Ya penulis ini. Lalat itu tak bisa menemukanku, selamat tinggal gadis cantik

Cerpen Karangan: Hasan Ibarahim
Blog: Hasanjovi83.blogspot.co.id
Hasan Ibrahim, berusaha menjadi penulis profesional. Penyuka olahraga basket dan bergolongan darah O ini bisa dilihat karya-karyanya di akun steller @Hasanibra_ dan twitter @Hasan4sacker . Ditunggu masukan dan koreksinya.

Cerpen Serangan Lalat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pussy

Oleh:
“Meong… meong…” “Suara kucing? Dari mana? Aduh geli, apa ini? Ha? Kucing? Kucingnya siapa ini? Ayah Bunda kucingnya siapa ini?” “Itu kucing kamu Haura.” Kata Bunda “Kucing Haura?” “Iya

Kos Kosan ‘Mereka’

Oleh:
Cerita kesurupan memang sering kali kita dengar. Bahkan kita juga sering menyaksikan dengan mata kepala sendiri ketika ada seseorang yang tiba-tiba berteriak tidak karuan, sambil menjerit-jerit serta menangis tanpa

Rara and Ray

Oleh:
25 Mei 2000 Bertepatan dengan hari ulang tahunnya Rara bersama sang ayah pindah rumah di bandung, berat rasanya meninggalkan kota cirebon, kota dimana ia dilahirkan. Di sebuah rumah dekorasi

Biola Pembawa Kematian

Oleh:
Gadis itu pintar memainkan biola. Namanya Evellyn. Rambutnya panjang, wajahnya cantik dan kulitnya putih. “Mama, beli biola baru ya. Punya Evellyn rusak nih!” Evellyn menunjukan biolanya yang rusak pada

Chie Si Patung Hidup

Oleh:
Aku dapat mendengarnya, mendengar derap langkah itu yang semakin mendekatiku. Sudah ku duga, bersembunyi di dalam lemari sendirian itu memang tak aman. Tetapi di luar, lebih mengerikan daripada bom

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Serangan Lalat”

  1. Hizam says:

    Bgus sekali! Cerita horor gni yang saya cari! Banyak yang mati,dan darah!

  2. Patrice Vani Hosana says:

    Hai Hizam. Kamu itu kyk psikopat aja. Oiya btw ini cerpennya bagus loh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *