Shilla

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 8 August 2017

Malam itu hari minggu aku sedang belajar matematika karena besok ada ulangan matematika. Entah kenapa aku sangat haus, jadi aku mengambil minuman kaleng di dapur, lalu aku melanjutkan belajarku. Namun konsentrasiku terganggu mendengar suara jeritan dari luar rumahku. Aku sangat ketakutan, keringatku bercucuran, setelah itu aku mendengar suara langkah kaki menuju ke kamarku.

“Brukkk” suara pintu dibuka. Rupanya itu mama… Fiuuhh lega rasanya. “Fina sayang…. Ayo makan malam dulu… Mama sudah masak nasi goreng merah kesukaanmu lohh…” kata mama fina. “Ayo ma kita makan…! Pasti enak” jawabku. “Tentu saja!” kata mama “Mama, mama denger suara jeritan gak, dari luar rumah kayak orang teriak teriak gitu?” tanyaku kepada mama. “Mama enggak denger, karena tadi mama lagi mandi” jawab mama “Ya udah ma.. Kita makan aja yuk..” kataku “Ayo sayang…”

Keesokan harinya aku tidak masuk sekolah karena adikku sedang sakit, dan dirawat di rumah sakit. Mama memintaku pulang dan mengambil beberapa pakaian adikku, untuk dibawa ke rumah sakit mama juga menyuruhku mandi.

Sesampainya di rumah aku melihat orang berkerumun di rumah shilla dan aku juga melihat rumah shilla ditutupi garis polisi. Saking penasaran aku bertanya kepada seorang polisi yang menjaga garis polisi… “Pak permisi ada apa ya?” tanyaku kepada pak polisi “Oowhh ada pembunuhan dik di rumah ini, beberapa barang berharga di rumah ini hilang dan semua yang tinggal di rumah ini meninggal.” kata pak polisi itu panjang lebar. “Terima kasih pak!” kataku. Tanpa sadar air mataku menetes mendengar kata itu. Aku tidak percaya sahabatku statusnya pergi meninggalkanku?. Tapi kenapa shilla kenapa?

Malam itu aku merasa sangat berduka atas kejadian itu. Besok ulangan nasional dimulai, aku harus belajar dengan keadaan seperti ini dan tanpa shilla, tapi bagaimana dengan pemakaman shilla? Aku lebih memilih unutuk mengikuti pemakaman shilla sahabatku…

Pagi itu shilla mendatangiku dan berkata bahwa yang membunuhnya adalah kakakku, tidak mungkin. “Kyaaaaaa!!! Kakakkkk!!!” kataku fiuhhh… Hanya mimpi. Malam itu aku tidak bisa tidur memikirkan mimipiku itu. Tiba tiba saja ada seseorang di sampingku tidak lain itu adalah “Shilla” dia berkata kepadaku “Kau dan keluargamu akan mati finaaa!!!” kata shilla galak. Entah kenapa tiba tiba saja tangan kanannya memegang sebuah pisau yang sangat tajam dia mengarahkanya kepadaku, lalu aku merasa jiwaku keluar dari ragaku aku melihat driku sendiri terbaring kaku tak bernyawa.

The end

Cerpen Karangan: Nadia Nada Berliana Effran
Facebook: Nadia berliana

Cerpen Shilla merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diary Terkutuk

Oleh:
Hai guys, perkenalkan namaku amalia fellicie camille. Aku berusia 10 tahun. Hari ini aku akan menceritakan kejadian saat ulang tahunku yang ke 9. Jadi seperti biasa aku bangun jam

Berawal Dari Piano

Oleh:
Aku gadis indigo. Aku bisa melihat mereka yang ada di sekitar kalian. “Kau melihat apa?” sekian banyak teman yang mempertanyaiku seperti itu. “Tak melihat apa apa” jawabku lalu pergi

Pusaka Membawa Petaka (Part 1)

Oleh:
Asap tebal pun mulai mengepul diiringi semerbak wangi harum dari dupa yang tertancap di bawah pohon beringin itu. Tak berapa lama.. Dessssshhhh!! Sebuah letupan kecil terjadi dari bawah sekitar

Diantara Dua Makam

Oleh:
Dua tahun lalu, tepatnya pada tahun 2010 lalu, aku menempati kos baru yang kedua kalinya dikota pahlawan yang terkenal dengan patung Jenderal Sudirman ini. awalnya, aku happy banget dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *