Siapa Dia?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 18 December 2017

Kenalin nama gue Dion. Anak mahasiswa di salah satu Universitas Indonesia. Kalo bicara masalah hantu, gue nggak pernah percaya sama yang namanya hantu. Secara karena gue belum pernah melihatnya langsung. Kalaupun ketemu, mungkin gue bakalan lari terbirit-birit ngalahin atlet pelari nasional. Hehe bercanda…

Tapi, suatu hari gue punya kenalan. Namanya Vianti, gue biasa manggilnya Via. Dia itu cantik, tapi ya gitu … Dia seperti paranormal, itu yang membuat gue gak suka dari dia.

“Via,” teriak gue.
“Kenapa? Lo gak usah teriak segala, gue juga udah tau kali” jawabnya.
“Lo mau bantuin gue gak?”
“Bantuin apa? Oh gue tau, pasti nyari tau makhluk halus ya?”
“Hah? Eh, gue itu gak percaya sama hal gituan. Kalaupun ada gue gak bakal ganggu dia kok”
“Ya udah, ya udah. Harus bantuin apa nih gue?”
“Bentar dulu deh, lu kan bisa ngelihat makhluk astral. Apa lu bisa lihat masa lalu dan masa depan?”
“Oh itu jelas bisa. Karena itu merupakan suatu keajaiban yang ada di hidup gue”
“Keren dong, lo bisa lihat masa depan gue gak?”
“Haha gampang, masa depan lu aman kok. Gak suram-suram amat sih haha”
“Yang bener lu?”
“Yah kalo lu gak percaya tunggu aja 10 tahun kemudian”
“Yehh”
Pembicaraan kami terputus karena jam pelajaran gue segera dimulai.
“Udah dulu ya nanti lanjut lagi”

Kebetulan, gue hanya 3 jam pelajaran. Dosennya nggak masuk dengan alasan kesibukannya. Mungkin?. Gue rasa gue nggak punya kerjaan di kampus itu, akhirnya gue memutuskan untuk balik ke rumah. Tapi di parkiran gue bertemu dengan Via,

“Via,”
“Kenapa Dion?”
“Jalan yuk”
“Gak ah”
“Loh kenapa?”
“Males gue, paling cuma buat modusin gue doang”
“Widih, Sok banget lu”
“Gue bercanda kok, kita jalan ke mana?”
“Minum aja di cafe yuk”
Akhirnya kita pun sepakat untuk minum di cafe terdekat.

Selang beberapa jam berbincang dan hari sudah mulai gelap. Adzan maghrib sudah berkumandang,
“Dion gue balik dulu ya, oh iya lo baliknya jangan lewat terowongan UI ya. It’s Scarry”
“Ah lo, ada ada aja”

Gue pulang mengendarai motor gue dengan kecepatan rendah, gue sempat berfikir kenapa Via melarang gue untuk tidak lewat terowongan UI ya? sebenarnya ada akses jalan lain tapi, gue rasa itu jauh bagi gue. Dan saat itu gue memutuskan lewat terowongan UI.

Gue merasa ada yang aneh, melihat seorang supir taksi yang berhenti di pinggir terowongan tersebut. Padahal tidak ada orang sama sekali.

Setiap kali yang lewat terowongan itu, selalu membunyikan klakson kendaraannya dan ngebut. Gue tidak melakukan itu, karena gue rasa untuk apa?

Di pinggir terlihat seorang cewek sendirian yang sepertinya mencari tumpangan, gue medekatinya dengan secara TIDAK SADAR. Gue nggak merasakan apa-apa. Tapi setelah gue lihat dan gue dengar suara klakson salah seorang pengendara yang melintas, itu cewek hilang seketika. Tanpa jejak, entah ke mana.

Yang jelas gue masih penasaran siapa dia?

Cerpen Karangan: Muhammad Ainul Yaqin
Facebook: Muhammad Ainul Yaqin
Blog: sebuahpengabdian.wordpress.com
Penulis cerita dan pengeditor video serta seneng programming dan suka hal yang baru. Hidup dengan apa adanya dan selalu bersyukur dengan yang diberikan oleh-NYA

Cerpen Siapa Dia? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bahagia Yang Semu

Oleh:
Menjadi anak tunggal tak selamanya enak, contohnya Meji. Gadis kelahiran Menado itu harus hidup kesepian tanpa adik atau kakak. Dia terlahir sebagai anak tunggal pada keluarga kaya, papahnya juragan

Anak Misterius di Gerbang Sekolah

Oleh:
Setiap kali aku melihat dia. Dia adalah anak perempuan yang selalu berdiri di gerbang sekolahku. Setiap kali aku melihat orang lewat di hadapannya, tetapi mereka cuek pada anak perempuan

Gadis Penunggu Di Senja Hari

Oleh:
Ketika matahari mulai meredup, sang awan pun dengan seksama menjadi penguasa langit, menyisingkan senja yang berlinang jingga. Di sekolah itu hanya kesunyian yang menyelimuti, tak ada guru yang sering

Dimensi Lain

Oleh:
Aku baru saja mulai menapaki jejak-jejak petualangan dalam mimpiku ketika jeritan keras yang berasal dari ruang tamu kudengar, aku langsung terbangun, jantungku berdebar tak menentu, kesadaranku belum benar-benar terkendali,

Reverange

Oleh:
Lima belas tahun yang lalu terjadilah peristiwa itu, peristiwa mengenaskan di sebuah desa terpecil yang bernama Dmeni. Desa ini terletak di pinggir hutan belantara. Ketika itu, seorang gadis yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *