Siapa Yang Disana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 26 August 2020

Hari itu begitu sangat berat baginya, rasa kesal yang mendalam padanya terasa sangat kuat. Rasa amarah yang tidak tau harus diarahkan kemana menbuat ia menjadi seseorang yang menyebalkan. Ia berjalan pulang dari sekolahnya. Rasa panas dan membakar dalam dirinya yang menguap tiba-tiba hilang akibat guyuran hujan yang begitu derasnya. Ia tetap melangkangkan kakinya selangkah demi selangkah sambil sesekali menghadap ke atas untuk merasakan dinginnya air hujan yang membasahi seluruh wajahnya, Ia tak peduli dengan apa yang terjadi ketika badannya basah kuyup. Ia hanya memikirkan bagaimana tenangnya dalam keadaan dingin seperti ini.

Tak terasa ia berjalan begitu jauh, ia kebingunan karena jalan tanpa tentu arah, ternyata ia telah salah jalan pulang ke rumah. Ia memandang ke sekeliling yang terasa sangat aneh baginya suasana yang begitu menyebalkan menurutnya, keramaian yang sangat berisik membuat suasana hatinya kembali menjadi tak tentu.

Ia melihat ke tangannya untuk melihat jam, waktu menunjukan pukul 13.40. Tak terasa ia telah berjalan selama 40 menit. Tidak ada rasa lelah di wajahnya karena yang ada dalam pikirannya hanya rasa kesal yang tak henti-hentinya dari tadi.

Ia terus bertanya dalam hatinya

Kenapa bisa terjadi
Apa yang salah?
Sudahlah…

Ia berjalan dengan perlahan memperhatikan keaadan, banyak orang lalu lalang tanpa henti, ada yang berteriak-teriak “lima perak dapat 3, lima perak dapat 3…” ada yang tawar menawar dengan bercanda, ada kepulan asap yang beragam baunya, Ia baru sadar ia sedang berada di pasar. Rintik hujan masih belum usai, langit masih belum lega begitupun ia. Jalanan yang sangat kumuh wajarnya pasar tradisional. Keadaan yang basah kuyup menyebabkan ia merasa sangat dingin, ia pun dengan langkah yang cepat menghampiri seorang penjual.

“permisi Bu, ini namanya pasar apa ya?” dengan wajah yang terpksa tersenyum
“pasar *****” dengan suara yang sangat lembut
Ia pun kaget ternyata itu adalah pasar yang tak pernah ia tau ada di daerahnya.
“terima kasih ya bu” ia membalas dengan tersenyum kecil

Ia pun makin bingung karena pakaian yang dipakai orang-orang terasa sangat aneh, tak ada yang memakai alas kaki. Ia pun baru sadar kalau ia berada dalam keanehan.

Semua laki-laki hanya bertelanjang dada dengan hanya mamakai celana pendek, para perempuan pun hanya memakai kain yang menutupi bagian atas dan bawahnya. Ia pun terasa sangat aneh ia berlarian kesana kemari dan tidak melihat rumah-rumah dari tembok seperti biasanya, jauh mata memandang ia hanya melihat tampak pohon-pohon tinggi.

Ia mencoba memejamkan mata, bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Ini dimana? apa yang sedang terjadi padaku?
Apa aku sudah mati? kenapa secepat ini? ah itu tidak penting
Aku harus berbuat apa? aku harus alasan ke mama apa? ini sudah sangat lama, mama pasti kuatir.

Semua yang ia pikirnya seketika itu hilang karena ada seseorang yang menepuk bahunuya
“hei, bajumu kok aneh?`”
Ia pun tersentak karena kaget “apa? kamu siapa? ini dimana?”
“itu apa yang sedang kamu bawa di punggungmu? bentuknya bukan seperti pedang ataupun cangkul?”
“kamu siapa? sebenarnya apa yang sedang terjadi? ini dimana?” dengan nada sedikit tinggi dan kesal
“itu yang kamu pakai di kakimu apa? kok bagus, aku belom pernah melihatnya”
“sudahlah berhenti melihatku” ia pun bernada semakin tinggi
“oh iya maaf, kamu tadi nanya apa?” dia berbicara dengan memakan sesuatu

Ia melihat ke arah orang di depanya, ia melihat orang itu sedang makan sebuah tangan, dimulai dari jari-jari yang diemut kemudian dikunyah begitu lahapnya.
“krauk-krauk`” darah dari tangan itu masih begitu segar, ia melihat seseorang itu dengan ketakutan, Ia makin bingung apa yang sedang terjadi, ini sebenarnya pasar apa?

Kamu siapa?

Orang di depannya pun menjawab sambil tersenyum dan tertawa kecil

“aku bukan siapa-siapa”

Cerpen Karangan: Ainur Rohman

Cerpen Siapa Yang Disana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi Si Mayit

Oleh:
Ting.. ting… ting.. Kubuka mataku perlahan, kulihat jam tepat menunjukkan pukul 01.00, seperti biasa aku menggeliat dulu sebelum bangun dari ranjangku. Dari luar, sayup-sayup kudengar suara pak To menjemputku

Rumah Tusuk Sate (Part 1)

Oleh:
“Ma? Yakin kita mau pindah ke sini?” ucap hana memegang erat lengan baju Ibunya. “Iya sayang, rumahnya bagus kok? Kamu gak suka ya?” tanya Ibu hana sambil membelai lembut

Maaf

Oleh:
Namaku Anggita, kini aku duduk di bangku SMK, kini aku sudah dewasa. Entah mengapa aku baru merasakan penyesalan sekarang, setelah bertemu salah seorang anak kecil (anak indigo) yang berbicara

Sam

Oleh:
“Sam! Ayo masuk! Acara mau mulai, nih.” Teriak ibu Sam memanggil anaknya yang bermain di pekarangan belakang rumah. Sam pun berlari memasukki rumah kontrakannya. Ia melepaskan sandal jepitnya, kemudian

Pocong Juga Punya Hati

Oleh:
Di sekolah kejuruan dalam salah satu pelajaran di bidang multimedia menugaskan 1 kelompok yang beranggotakan 3 orang yaitu koko, kaka dan kiki untuk membuat film pendek berdurasi 5 menit,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *