Siksa Anak Sholeh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat), Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 23 March 2018

Ini adalah kisah lama yang menjadi legenda di desaku, cerita ini bermula dari seorang penyamun kejam haus akan darah serta mengilai harta. Suatu malam di tenggah sepinya malam Sabtu suro terdengar suara gaungan serigala hutan, itu adalah tanda bahwa akan beraksinya penyamun untuk merampok rumah di desa. Dengan perlengkapan yang cukup mengerikan kapak dan satu senjata ciri khasnya yaitu kelewang, penyamun itu bernama Ki Suro Getih seorang penyamun sakti madraguna mempunyai ilmu-ilmu tak ada tandingannya.

Ia mempunyai pasukan di penjuru tempat di daerah yang bernama desa Lengkokurono suatu desa yang melimpah hasil buminya dan terkenal dengan wanita yang cantik nan elok tubuhnya. Malam itu Ki Suro Getih ingin beraksi di desa itu, dengan persiapan yang matang serta pasukan yang banyak untuk menghancurkan satu desa sekaligus.

Di lain cerita ada satu keluarga kaya raya serta memiliki aset bumi yang melimpah itu adalah keluarga Ki Sholeh Atmatirta salah satu saudagar kaya di desa itu. Ki Sholeh Atmatirta mempunyai tiga orang anak, anak petama bernama Nyi Ayu Marsih anak kedua bernama Roro Laras Ajeng dan anak ketiga bernama Nyi Asah Kenanga. ketiga putri Ki Sholeh Atmatirta adalah wanita cantik serta sering menjadi buah bibir di seluruh desa Lengkokurono, selain cantik mereka juga cerdas maka dari itu tidak heran banyak para bujang di desa mengiginkan cinta mereka.

Saat itu malam yang amat terasa dingin disertai hujan deras serta sambaran petir yang mengelegar menyambut para penyamun yang diketuai oleh Ki Suro getih dengan pasukan berkuda serta pakaian yang menyeramkan siap untuk membumi hanguskan desa Lengkokurono.
Sorakan sorakan. “hancurkan, ayo kita bakar seluruh desa dan kita ambil perawan-perawan cantik di desa itu” kata para pasukan sambil memacu kuda tungagannya dengan cepat. Seluruh warga saat itu tidak sadar bahwa ada bahaya yang mengincar dikarenakan waktu penyerangan saat tenggah malam disaat penduduk desa sedang tertidur pulas.

Namun ada ki sholeh yang rumahnya dekat dengan perbatasan desa mendengar suara teriakan dari para menyamun dan terbangun dari tidurnya lalu melihat dari jendela.
“ada apa tengah malam begini ramai sekali di luar” kata ki sholeh.

“siapkan senjata kalian nyalakan obor dan bakar seluruh rumah yang kita lewati” teriakan pasukan Ki Suro.

“apakah itu pasukan penyamun, ya Tuhan desa ini akan di bumi hanguskan aku harus segera bangunkan putri-putriku” dengan rasa panik serta gelisah Ki sholeh bergegas menuju kamar putrinya.
“ndo .. ndo .. bangun ada bahaya yang mengancam”
“ada apa pak tengah malam begini membangunkan kami”
“aku melihat para perampok dengan pasukan yang banyak di luar rumah sepertinya ingin menghancurkan desa”
“oh tuhan cobaan seperti apa yang kau berikan malam ini” saut Nyi Roro.
“ya sudah ayo bergegas kita tinggalkan rumah ini”

Amat disayangkan keluarga Ki sholeh terlambat bergegas meningalkan rumahnya. Ternyata pasukan penyamun Ki Suro Getih sudah mengepung rumah Ki Sholeh.
“apa yang kau inginkan dariku” kata Ki Sholeh.
“wuhaha jika kau tanya apa yang aku ingin kan baiklah aku akan menjawab, aku ingin seluruh hartamu serta putri-putrimu yang cantik jelita” kata Ki Suro Getih.
“jika kau ingin mengambil hartaku ambil semuanya tapi aku mohon jangan kau ambil putriku”
“wuhaha tidak aku ingin semua yang ada di rumahmu menjadi miliku”
“aku mohon, aku telah kehilangan istriku di tangan penjahat sepertimu dan tidak akan kubiarkan putriku juga kalian ambil memang bajingan kalian semua”
“wuahaha aku tidak peduli dengan penderitaanmu bodoh, jika kau ingin bertemu dan kembali bersama istrimu aku bisa membantumu, sini kubunuh kau dan bertemulah dan bertemulah di Neraka sana hahahah”
“kau yang seharusnya ke Neraka penjahat, mati kau!”

Terjadilah pertarungan sengit antara hidup dan mati, Ki Sholeh dengan senjata seadanya dan Ki Suro dengan senjata kapak dan kelewang sakti. Beberapa waktu berlalu yang memang Ki Sholeh bukanlah tandingan Ki Suro yang kesaktiannya tidak terkalahkan. Pada akhirnya tebasan kelewang itu tepat terkena di bagian punggung Ki sholeh tersungkurlah ia di hadapan Ki Suro serta tebasan kampak itu memutuskan leher Ki Sholeh.

“Bapak … kenapa kau kejam sekali penjahat” saut Nyi Ayu dengan sendu dan air mata.
“wuahah dasar bodoh aku tidak peduli, lebih baik kamu ikut denganku wahai putri cantik”
“aku tidak akan sudi”
“baiklah jika seperti itu cepat pasukan bawa mereka dan kita nikmati malam ini dengan putri-putri cantik wuhaha”
“tidak..”

Lalu para penyamun itu membawa ketiga putri Ki Sholeh ke tempat dekat sumur di desa itu, Serta mayat Ki Sholeh dibuang ke dalam sumur itu. Ketiga anak Ki Sholeh direnggut kesuciannya dan dipukuli karena memberontak hingga kecantikannya pun hilang hanya darah yang ada di wajahnya. Tak lama dengan keji satu persatu putri Ki Sholeh diamputasi kaki dan tangannya karena itu adalah ritual dari setiap aksi perampokan penyamun Ki Suro Getih. Sesuai dengan namanya yaitu Suro dan Getih harus meminum darah perawan saat malam suro agar kekuatannya kekal.

Hingga saat ini sumur itu menjadi tempat keramat ada saja orang yang menaruh sesajen khususnya wanita untuk meminta kecantikan agar terlihat awet muda serta angun. Tapi jangan sesekali lelaki yang menaruh sesajen karena pernah ada kejadian seorang pemuda yang mempunyai keinginan agar dapat mendapatkan wanita, tidak diduga pemuda itu mati tanpa alasan yang jelas.

Pernah ada juga yang mendengar jeritan tangis di sekitar sumur keramat itu, seperti teriakan wanita merintih kesakitan. Ada juga yang melihat sesosok makhluk tanpa kepala duduk di atas sumur tua itu ada yang bilang itu adalah arwah dari Ki Sholeh yang menjadi korban perampokan.

Cerpen Karangan: Fikri Kurniawan
Facebook: Fikri Kurniawan Ii

Cerpen Siksa Anak Sholeh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Apakah Yang Kulihat Tadi?

Oleh:
Pukul menunjukkan waktu 06.00 “Dring… Dring…” alarm berbunyi. Pagi yang cerah diselimuti awan tebal dan disambut oleh ayam berkokok. Pagi pun datang menggantikan malam. “Putri… Mari makan” ujar mama

I Hate You

Oleh:
2 bulan yang lalu, aku bersama Jena masih bersahabat. Tapi 2 bulan setelahnya. Dantanglah murid baru pindahan belanda. Ia bernama Mesha. Awalnya kukira Mesha anak yang pemurah dan baik

Sebuah Misteri Rumah Tua

Oleh:
Langit berwajah suram pertanda hujan akan turun, aku bergegas berlari menyelamatkan diriku dari rintik-rintik hujan yang mulai membasahi tubuhku. Padahal baru saja ku berangkat menuju sekolahku yang tidak jauh

Suara Aneh di Rumah Kosong

Oleh:
Cerita ini aku dapet dari tetangga-tetangga yang biasa ngegosip. Gini ceritanya. Aku punya tetangga, dia itu tukang bakso keliling. Saat itu bulan puasa, jadi dia pergi jualan kelilingnya jam

13 Desember

Oleh:
Malam ini, seorang wanita berambut gelombang tengah berjalan dengan tergesa-gesa melewati jalanan yang begitu sepi. Terang saja, karena jam sudah menunjukan 11.45. wanita tersebut memakai pakaian khas winter, kedua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Siksa Anak Sholeh”

  1. Dinbel says:

    Kerenssssss, bikin merinding ceritanyaaa. Goods job deh untuk pengarang. Di tunggu karya selanjutnya yaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *