Sosok Di Depan Perpustakaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 6 July 2018

Hay guys, kenalkan namaku Indriani Pujasari biasa dipanggil Indry. Aku berusia 16 tahun. Aku mau berbagi cerita yang pernah aku alami bersama temanku Kiki (nama disamarkan) saat persami di sekolah. Berikut kisahnya.

Saat itu aku dan Kiki masih kelas 1 SMP, dan kami merupakan anggota ekstrakulikuler pramuka.

16 januari 2016
Saat itu aku dan anggota ekskul pramuka yang lain sedang mengikuti kegiatan persami. Tepatnya pada pukul 18.00 WIB ada pembagian regu untuk upacara api unggun.

Sebelum upacara api unggun dimulai, kami disuruh kakak panitia untuk menunggu di koridor kelas IX yang terletak di dekat perpustakaan sekolah. Banyak murid yang mengatakan kelas IX itu angker, apa lagi di dekat perpustakaan. Katanya suka ada penampakan. Tapi aku dan Kiki tetap menunggu di sana.

Petir menggelegar, hujan pun turun. Gemercik air dan suara lolongan anjing menambah suasana semakin seram. Dan tiba tiba…

“Ki, tolong ambilkan senter!”, kata kak Fajar.
“Di mana kak?”, tanya Kiki.
“Di kak Mira”, jawab kak Fajar.
“oke.”, kata Kiki sambil beranjak.

“Dri, antar aku yuk!”, pinta Kiki.
“Loh, kan kamu yang disuruh”, kataku.
“Ayolah, please…”, bujuk Kiki “daripada kamu sendirian di sini, nanti ada…”, belum sempat Kiki menyelesaikan ucapannya, aku pun beranjak.
“Ayo!”, kataku.
“Nah, begitu dong!”, ucap Kiki senang.

Aku sangat hafal sifatnya, dia itu lelaki tapi penakut. Tapi dia sangat baik padaku, jadi aku harus membantunya. Ya, hitung hitung balas budi. hehe…
Oke, kembali ke cerita

Dari tadi kami mencari kak Mira, namun belum ketemu juga.
“Dri, kak Mira di mana yah?”, tanya Kiki.
Belum sempat aku menjawabnya, sudah terlihat di mana keberadaan kak Mira.

“Itu Ki! dia di sana!”, ucapku semangat sambil menunjuk ke arah kak Mira yang tengah berdiri di depan perpusatakaan.
“Ah, masa itu kak Mira. jangan jangan itu penampakan lagi!”, kata Kiki ngelantur.
“Huss, kamu gak boleh begitu. ayo kita ke sana.”, ucapku.
Kami pun berjalan menuju perpustakaan dan bertemu dengan kak Mira. Namun, kurasakan hawa yang aneh.

“Kak Mira…”, sapa Kiki.
Namun kak Mira tak menjawabnya.
Dia malah menatap kami dingin, wajahnya terlihat sangat pucat dan membuat kami takut setengah mati.

“kak, kami ke sini mau mengambil senter. Kata kak Fajar, senternya ada di kak Mira.”, ucapku sedikit gelagapan.Namun tetap, kak Mira tak menjawabnya.
Dan akhirnya kami saling tatap, sampai sampai…

“Dek!”, suara seorang wanita yang berasal dari depan musola memanggil kami. Kami pun menoleh pada suara itu.

Betapa terkejutnya aku dan Kiki, saat melihat siapa yang memanggil kami.
“Kak Mira…”, kata kami berdua terkejut.
“Iya ini kakak, kalian sedang apa di sana?”, tanya kak Mira.
Tanpa basa basi aku dan Kiki langsung berlari ke arah musola. Dan menjelaskan semuanya pada kak Mira. Kak Mira menanggapinya antusias, dan dia mengajak kami untuk berkumpul dengan peserta lainnya.

Namun aku masih penasaran dengan sosok yang menyerupai kak Mira.
Dengan perlahan, kutengok lagi ke arah perpustakaan yang lampunya remang remang. Oh my god, kulihat sosok yang menyerupai kak Mira berubah menjadi hantu yang menyeramkan dan dia…

Dia menyeringai padaku…

TAMAT

Cerpen Karangan: Indriani Pujasari
Blog / Facebook: Indry Indriani
Hay, namaku Indriani Pujasari. biasa di panggil Indri. aku berusia 16 thn.
Aku tinggal di purwakarta. Hobiku menulis puisi dan cerpen.
Dan maaf ya, kalau cerpenku kurang bagus. soalnya aku masih dalam proses belajar…
Sekian terimakasih…

Cerpen Sosok Di Depan Perpustakaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Suatu Malam di Puncak

Oleh:
Sore itu aku tiba di suatu vila di Puncak. Pada awalnya memang aku sudah curiga bahwa ada yang aneh di vila itu. Vila itu terletak jauh dari jalan raya,

Sarinah (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya setelah sarapan Audy, July dan Andre pergi menuju yayasan panti jompo dimana Mbah Sarinah pernah tinggal disana. Dengan perasaan penasaran bercampur dengan kecemasan mereka bertiga turun dari

Don’t Look The Mirror

Oleh:
Suatu hari di Distrik Gangnam, di sebuah rumah mewah terlihat 4 orang remaja putri yang sedang berdiskusi untuk membuat tugas proyek sains yang diberikan oleh guru mereka. Mereka mengerjakannya

Leon’s Horror Stories

Oleh:
“CPAKK.. CPAKK…” “ZAAA…” Suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari menuju ke sebuah halte untuk berteduh dari guyuran hujan yang tiba-tiba turun “Wah… Kau juga mau berteduh dari hujan,

Tangga Pintas Sekolah Ku

Oleh:
Brrmm.. “Ayo.. Cepat Nika, mobilnya sudah dihidupin sama Papa tuh, jangan lama-lama pakai sepatunya,” ujarku pada Nika, adikku, dengan terburu-buru. “Ya.. Bentar lagi!” Nika berlari ke arahku. Lalu memasuki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *