Sosok Tak Tampak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 13 January 2017

Aku adalah siswi kelas 10 di smk negeri permata, dan aku adalah anak pramuka. Waktu itu, tepat saat aku dilantik menjadi dewan ambalan atau bantara, ada suatu kejadian yang cukup mengganjal. Perkemahan 3 hari 2 malam yang akan aku jalani di sebuah bumi perkemahan yang cukup luas dan cukup menyaramkan bagiku. Bukan hanya aku, teman temanku juga mengatakan hal yang sama tentang yang aku alami.

Tepat di hari ketiga berkemah, jadwal dari acara kali ini adalah pengambilan tku dan lencana yang akan dilaksanakan di daerah pemakaman di sekitar bumper. Setiap anak diwajibkan mengambil tku sendiri di titik titik ysng telah ditentukan. Sangga demi sangga telah mengambil tku, aku yang berada di barisan paling belakang bersabar menunggu dengan mata tertutup. Setiap kakak dewan ambalan mengingatkanku dan teman teman yang lain agar tidak tertidur. Supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Waktu menunjukan pukul 03.00 pagi. Sekarang giliranku masuk ke dalam pemakaman dan mengambil tku yang sesuai dengan namaku. Penutup mataku perlahan lahan dibuka oleh kakak dewan ambalan yang bertugas, sebelum masuk aku diperintahkan berdoa terlebih dahulu. Perlahan lahan dan berhati hati aku masuk ke dalam pemakaman, sebelum masuk terlebih dahulu mengucapkan salam. Karena kurangnya penerangan jalan aku harus berhati hati, takut takut aku menginjak salah satu makam yang ada di situ.

Lilin demi lilin aku datangi untuk mencari namaku, ada sedikit rasa merinding, tetapi aku abaikan. Setelah beberapa menit berkeliling akhirnya aku menemukan sebuah tku dengan nama yang tertera adalah namaku. Dengan sangat bahagianya aku melanjutkn perjalanan ke tujuan yang selanjutnya.

Di tengah tengah perjalanan aku mencari tanda selanjutnya. Setelah aku menemukan tangga aku bergegas untuk turun dan menuju ke lokasi yang ditentukan. Saat aku hendak turun aku tidak sengaja melihat sesuatu yang aneh. Entah nyata atau tidak aku melihat sebuah gerbang yang aku kira adalah gerbang keluar makam. Aku segera menuju gerbang tersebut. Tetapi tiba tiba ada yang menarik lenganku dengan sangat kencang.

“Kamu mau kemana?” Tanya seorang yang rupanya adalah teman seperjuanganku.
“Itu, aku mau kesitu” sambil menunjuk gerbang tersebut
“Mau ngapain kesitu? Itu jurang? Kamu mau ke jurang?”
“Haaa?” kukucek-kucek mataku lalu setelah melihat lagi rupanya tidak ada gerbang, melainkan jurang yang sangat dalam.
“Kamu mau mati? Kita bahkan belum dilantik”.
“Ta… Ta… Ta.. Tadi aku melihat gerbang di situ” dengan napas terengah engah aku mengatakannya.
“Tidak ada gerbang, yang ada hanyalah jurang, mungkin kamu lupa berdoa sebelum masuk kesini, ayo ikuti aku, kita turun ke tampat tujuan!”
“Iya ayo”

Setelah itu aku mengikuti temanku dari belakang, saat aku menengok ke kiri nampak bayangan putih yang melambai lambai kepadaku. Aku berusaha mengacukan dan diam agar temanku tidak melihatnya.

Waktu berlalu, kini pukul 08.00 dan kita sudah kembali ke bumper. Hari ini adalah jadwal kita pulang ke rumah. Setelah berkemas kemas dan membawa barang barang kami ke truk, kami segera melaksanakan upacara pelantikan yang dilanjutkan tes mental.

Saat test mental terjadi semua anggota calon dewan ambalan yang telah dilantik menjadi dewan ambalan dibuat menangis oleh kakak dewan ambalan. Tiba tiba beberapa dari anggota kami ada yang kerasukan, dia menangis dan terus menangis. Beberapa orang coba menyembuhkannya. Setelah cukup lama akhirnya teman kami dapat disembuhkan dan kita bisa pulang dengan selamat sampai tujuan.

Cerpen Karangan: Nela Agustina Khomsah
Facebook: Nela Agustina Khomsah
Nela Agustina Khomsah, bersekolah di SMK N 2 BAWANG, BANJARNEGARA. kelas 12, jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Cerpen Sosok Tak Tampak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketukan di Dinding Kamar

Oleh:
Mulai hari ini, aku akan berada di luar kota selama tiga hari. Bukan untuk liburan, tetapi semata-mata karena tugas dari kantor. Akhirnya, setelah tiba di kota tujuan, yang langsung

Kuliah Pagi

Oleh:
Pagi ini kepala ku terasa pusing, mungkin karena perjalanan malam dari rumah ke menuju kota ini, ya beginilah nasib kuliah di luar kota, tiap ada waktu luang di akhir

Kepergian Mu

Oleh:
Hujan deras membasahi bumi berikut dengan petir yang menyambar kemana-mana. Tak ketinggalan pula angin kencang yang menerpa pepohonan depan rumahnya. Rita masih membiarkan tubuhnya diterpa angin malam. Satu detik,

Rumah Sakit Terbengkalai

Oleh:
Orang-orang di sekitarku selalu menilaiku sebagai orang yang super pemberani. Terutama pemberani pada hal-hal mistis. Ya, memang aku membenarkan semua ini, tapi, mereka menilaiku begitu hanya karena aku berani

Best Friend Forever Side Horor

Oleh:
“Fanya Luksany, nama yang bagus. Sepertinya dia menarik! Hahaha. Tunggu aku Fanya!” kata sosok misterius. “Tidak! Tidak! Tidaaaaakkk!!!” teriak Fanya. “Fanya.. Ayo bangun sayang!” seru mama. “Hah? Ternyata aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *