Suara itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 18 October 2017

“Aurrelia? Cepat bangun! Kamu harus sekolah sayang” kata bunda, “huaammmm, aku masih mengantuk bunda” ujarku sambil terus mengusap mata. Lalu bunda membelai rambutku “ayo bangun sayang, bunda tunggu di ruang makan, ada sup kesukaan kamu, lekaslah bersiap siap”. “Baiklah bunda” ujarku.

Selesai bersiap siap aku langsung menuju ruang makan, “anak ayah cantik sekali” kata ayah sambil mencium keningku. Aku hanya tersenyum mendengar perkataan ayah, walaupun aku sudah berusian lima belas tahun, tetapi aku masih diperlakukan seperti anak kecil, wajar saja aku adalah anak tunggal. “Re kita akan pindah rumah” ujar bunda dengan wajah khawatir. Aku hanya menunduk lesu, aku tak mau berpisah dengan yang lain.

Hari ini hari pertama aku tinggal di rumah baruku, rumahnya begitu indah dan megah. Aku begitu nyaman dan tenang berada di rumah ini, halamannya sangat luas, ada air mengalin di halaman belakang rumah. Aku begitu menyukai tempat ini.

Malam ini malam ke tiga aku tidur di kamarku yang sangat nyaman, aku tidur lebih awal malam ini, karena aku harus bangun lebih awal esok pagi.

Tap… tap… tap… suara itu membangunkanku, aku lihat jam, jam satu malam. Aku masih mendengarkan dengan saksama, tak ada suara apapun, akhirnya aku memutuskan untuk tidur kembali

Tap…. tap… tap… suara itu membangunkanku lagi, dalam hatiku, aku berkata orang tidak waras dari mana yang berlari di lorong depan kamarku tengah malam begini. Lalu aku memberanikan diri untuk ke luar dari kamar, aku melihat kamar ayah dan bunda, masih terkunci. Jadi siapa yang berlari tengah malam begini?.

Tap.. tap… tap… suara itu kembali terdengar, kini terdengar lebih jelas dari halaman belakang. Aku kembali memberanikan diri menuju halaman belakang, dengan sangat hati hati aku melangkah, namun tiba tiba ada pisau yang menghujam jantungku berulang kali, pandanganku gelap aku tak bisa melihat apapun.

Aku kembali terbangun, aku lihat jam, masih jam satu malam. Tunggu? Apakah ini dejavu!

Cerpen Karangan: Anggitha Dwi Rahayu
Facebook: AnggithaDwirahayu
Hai makasih udah baca cerpen aku:) nama aku anggitha dwirahayu dari bandar lampung, aku bersekolah di smp negeri 24 bandar lampung.

Cerpen Suara itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Ghaib Ku

Oleh:
Hari ini aku pulang dengan santai, karena hari ini di cafe sangat rame, akhirnya cafe tutup lebih cepat. Nama aku Lasno, tapi lebih sering dipanggil Hery. Aku kerja di

Surat Misterius (Part 2)

Oleh:
Vira duduk di bangku taman kampus yang perlahan mulai sepi. Ada kecemasan dari raut wajah Vira. Ia kembali menatap ke sekitar. Namun tak ada orang yang mampu ia curigai.

Pulau Yang Menakutkan

Oleh:
Namaku Paul. Umurku 20 tahun. Aku berkerja di kantor papaku. Ayahku seorang pengusaha. Ibuku seorang ibu rumah tangga. Aku memiliki satu kakak dan satu adik. Saat kuliah aku mengambil

Tentang Cinta

Oleh:
Joshua Sanjaya – 9 Mei 2012 Aku terbangun dari tidurku, jam menunjukkan pukul 4 pagi. Entah kenapa aku terus memikirkan hari ulang tahunku, yaitu kemarin tanggal 7 Mei 2012.

Misteri Coretan Dinding Sekolah

Oleh:
Mata pelajaran kali ini adalah Kimia. pak Bono tengah menerangkan materi Metana dan Karbondioksida, memang sedikit agak mumet untuk mempelajari Bab yang satu ini, lalu dari pada bete mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *