Teman Peniru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 13 October 2021

Malam ini mungkin merupakan peristiwa tak terlupakan dan merupakan hal yang janggal dalam kehidupanku. Namaku Ilham aku mengalami hal itu dengan rasa heran dan penuh tanda tanya.

Saat itu aku sedang asyik nongkrong bareng teman-teman kos, waktu sudah menunjukan pukul 11:24 WIB yang menandakan bagi kami untuk segera tidur untuk melanjutkan sekolah esok hari.

Kami yang sudah beranjak ke tempat tidur masing-masing langsung segera melompat ke kasur kami, karena di kamar kosanku itu memuat 4 orang, aku jalan-jalan keliling untuk mengobrol. Angin keras seperti menabrak kami tiba-tiba muncul entah dari mana, kami langsung panik, “Eh! darimana angin ini bro langsung muncul aja padahal semua jendela kan ketutup dan ventilasi nggak gede-gede amat” kataku. Teman-temanku tidak ada yang peduli mereka langsung beranjak tidur.

Aku mendatangi kasur Temanku Joni dan aku bertanya kepadanya “Jon kita tukeran kasur mau nggak?” Katakku, anehnya tidak ada respon darinya padahal matanya terbuka dan mulutnya komat-kamit entah kenapa. Aku pun meninggalkannya dan pergi ke toilet karena kebelet.

Suatu suara terdengar “sreeooekk” Aku menuju ke arah suara, ternyata berasal dari toilet saat saya dekati dengan penuh ketakutan, aku melihat jon keluar dari toilet saya bertanya padanya “Jon bukannya tadi kamu sudah tidur?”, balas Joni “dari setengah jam yang lalu aku di toilet terus kok.” Aku kaget panik semua emosi perasaan tercampur aduk aku bertanya-tanya “siapa yang berada di kasur joni!?”.

Cerpen Karangan: Hugo

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 13 Oktober 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Teman Peniru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jam Kutukan

Oleh:
Ding… dong… ding .. Jam terus berdentang, suaranya sedikit membuat bulukudukku merinding. Rasanya sih, ingin aku membuang jam itu. Tapi kata mama dan papa itu adalah jam yang bersejarah

Ke Tempat Yang Terindah

Oleh:
“Horeee, sudah sampai Di rumah Yang Baru” Ucap Izzi Woutth yang akrab dipanggil Izzi Rumah Itu Tak begitu mewah namun Begitu Pas dihati Izzi, sudah lama dia mengindam-idamkan rumah

Dear Mama Papa

Oleh:
Pernahkah kau bicara, tapi tak didengar? Tak dianggap sama sekali! Kumohon dengarkan aku sekali saja! Mama.. Papa.. Apakah kalian tidak percaya padaku? Aku ini anakmu! Jangan perlakukan aku seperti

Di sanalah Semuanya Berakhir

Oleh:
Ku susuri lorong belakang sekolahku, seusai jam kegiatan tambahan. Gelap menyelimutiku sore ini, membuat jantungku berdetak kencang. Bulu kudukku berdiri, mengingat betapa seramnya kisah masa lampau dari bangunan tua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *