Temani Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 7 July 2020

Hari ini Nanda pergi ke sekolah dengan wajah murung, bagaimana tidak teman temannya akhir akhir ini sering mengejeknya dengan julukan gendut. Nanda juga kesal karena teman sebangkunya yang baik hati itu pindah sekolah sehingga Nanda harus duduk sendirian.

Suatu hari Nanda terpilih menjadi Duta Adiwiyata di sekolahnya, akibatnya Nanda harus pulang terlambat. Karena malas Nanda akhirnya izin pulang lebih dulu dan tidak ikut diskusi adiwiyata.

Nanda berjalan di lorong sekolah yang menuju parkiran sepeda. Lorong itu gelap dan menakutkan. Nanda merinding ketakutan “Ih… dingin banget takut deh mana gak ada orang lagi” ucap Nanda sambil berlari mengambil sepeda.

Ketika Nanda hendak menuntun sepeda keluar gerbang terdengar suara orang memanggilnya “Nanda… kak.. Nan.. daaakk” suaranya jelas sekali dan seperti tercekik, tengkuk Nanda terasa dingin, ia lalu menoleh ke belakang. Di belakangnya ada sosok menyeramkan dengan mata melotot dan leher yang putus.
Brukkk.. Nanda tak sadarkan diri.

Nanda bermimpi melihat sosok yang ia temui tadi. Nanda menangis ketakutan.
“Tenang aku tidak akan menyakitimu aku hanya kesepian, tolong temani aku” Ucap sosok tersebut dengan suara serak.
“Gak aku gak bisa temani kamu, dunia kita berbeda” Teriak Nanda.
Sosok itu menangis tangisannya menyayat hati
“Maafkan aku” ucap Nanda.
Lama kelamaan tangisan itu berubah menyeramkan dan membuat Nanda menangis ketakutan.

“Nan bangun Nan” Ucap Desti temannya sesama Duta.
Nanda membuka matanya perlahan ia lalu berteriak “Aaakh” teriaknya
“Apaan sih Nan? bikin kaget aja deh” Tanya Nessa wajahnya panik.

Nanda lalu menceritakan semua yang terjadi, teman temannya lalu mengantarnya pulang dan kegiatan diskusi adiwiyata pun ditunda.

Cerpen Karangan: Firdha Devika Padma
Blog / Facebook: Firda Amanda

Cerpen Temani Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kutukan Sepatu Kaca

Oleh:
Hana, merengkuh di kursi pojokan tempat duduknya. Teman-temannya yang lain terlihat asyik tertawa-tawa. Namun, ia malah berdiam diri di dalam kelas. Aku yang penasaran melihatnya dari jendela langsung memasuki

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 1)

Oleh:
Pagi itu langit cerah. Gumpalan awan putih nampak bertebar membentuk suatu formasi yang indah jika dilihat lebih seksama. Namun tidak seperti kemarin, jika pandangan diarahkan jauh ke utara, puncak

The Train

Oleh:
Decit suara kereta terdengar memekik di gendang telingaku. Beberapa orang terlihat turun dari mulut pintu gerbong di depanku dan beberapa lagi naik dari pintu gerbong lainnya. Aku menarik koper

Hana, Gadis Misterius di Mimpiku

Oleh:
Aku menyusuri taman yang di penuhi bunga yang bermekaran. Disaat aku asyik berjalan, aku nelihat seorang gadis dengan gaun merah mudanya, dengan rambut sampai pinggang yang ia biarkan tergerai.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *