Tempat Kosku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 11 July 2019

Ah, kubaringkan tubuhku di kasur, badanku terasa capek seharian mencari tempat kos, dan akhirnya dapat juga dengan harga sangat murah 1 bulan 200 ribu, walaupun tempatnya tak begitu bagus dengan langit-langit kamar dari anyaman bambu atau (kepang), dilumuti sarang lama-lama dengan suasana hening, hanya aku yang ngekos di sini. Entah kenapa tidak begitu banyak yang ngekos di sini.

Aku pun beranjak dari kasurku dan segera mandi, aku mengambil handuk dari tasku dan pergi ke kamar mandi. Terlihat suasana kamar mandi yang begitu gelap hanya diterangi oleh lampu bohlam berwarna kuning, membuat kesan seperti di film horor, tak terlalu menghiraukannya aku pun mandi.

Setelah mandi aku berpakaian dan tidur manis di kasurku, sambil memainkan ponselku, “plaak!” Suara jendela terbuka begitu keras membuatku kaget, aku pun memeriksanya, tidak ada apa-apa, pikiranku mulai kemana-mana. Aku pun kembali menutup jendelaku, terlihat kilat menyambar-nyambar “mungkin akan turun hujan sebentar lagi” gumamku.

Aku pun kembali ke kasurku, dan memainkan ponselku, tiba-tiba hujan begitu deras membuatku takut dengan sendirinya, aku terus berpikiran positif dan aku melanjutkan main ponselku. Tak lama memainkan ponselku, tiba-tiba listrik padam, suasana menjadi horor dengan adanya listrik padam ditambah lagi hujan yang begitu deras membuat suasana menjadi seram.

Aku pun menyalakan senter ponselku, saat aku mengarahkan ke atas, aku melihat sosok wanita yang begitu seram dengan wajah yang berlumuran darah segar. Aku takut dan memalingkan wajahku, saat aku lihat kembali sudah tidak ada sama sekali, aku menyenteri ruangan kamar tapi ia sudah tidak ada.

Aku melihat ke luar jendela, terlihat perempuan berdiri di tengah hujan dengan kepalanya yang tertunduk. Aku menatap wanita itu dari jendela kamar, tiba-tiba kepalanya terjatuh dan melihatku dengan senyum sinisnya kepadaku. Jantungku berdebar-debar keringat dinginku mengalir begitu deras. Aku ketakutan dan berlari ke kasurku dan menutupi tubuhku dengan selimut.

Tiba-tiba terdengar suara wanita menangis, aku semakin takut, aku memegang erat selimut yang menutupi tubuhku, suara itu sepertinya ada di sebelahku terdengar dekat sekali. Aku pun mengarahkan senterku ke arah depan, terlihat wanita yang tadi dengan senyum sinisnya kepadaku, aku loncat dari kasur berteriak histeris dan berlari ke luar kamar. Tapi pintu kamarku terkunci, aku tidak bisa berbuat apa-apa, wanita itu semakin dekat ke arahku dengan memegang kepalanya di tangan kanannya.

Dia semakin dekat, aku berlari ke arah kamar mandi mencari celah-celah pintu yang bisa aku buka, aku berlari mencarinya. Saat aku berlari, aku terjatuh terkena benturan ke kursi, darah mengalir di kepalaku. Baterai ponselku mulai low, senterku sedikit redup.

Aku menemukan jalan keluar lewat pintu belakang. Aku berlari ke arah pintu itu, pintu itu dijaga oleh sosok wanita dengan wajah yang hancur, terlihat bola mata yang hampir keluar. Aku mundur ke belakang, dia menatap tajam ke arahku. Aku hanya bisa menangis dengan kejadian ini, apa yang harus aku lakukan, apakah aku akan mati di sini.

Aku mengambil batu besar dan pergi untuk memecahkan kaca kamarku. Aku pun loncat dari kamarku yang berada di lantai 1, aku pun berdiri dan mengarahkan senterku ke arah rumah kos ini, tempat ini tiba-tiba berubah menjadi rumah hancur dengan tembok yang sudah hancur.

“Ya! Ampun apa yang terjadi denganku” gumamku.

Aku pun berlari menjauh dari tempat kos tersebut, dan pergi ke jalan raya yang ramai, aku berlari sejauh 1 km dengan suasana yang gelap gulita dengan hujan yang amat deras. Aku melihat lampu-lampu, aku mempercepat lariku. Ketakutanku mulai memudar, melihat keramaian orang berjalan kesana kemari. Aku melihat jam di tanganku pukul 2 pagi.

Aku melihat penjual nasi goreng dan aku menumpang istirahat. Dan aku mulai bertanya tentang tempat kos itu. Dulunya tempat itu merupakan tempat pembantaian, 2 orang di kos itu dibunuh dan arwah mereka masih gentayangan sampai sekarang, dan ibu kos juga dulu ikut terbunuh

Tamat

Cerpen Karangan: Nakgugun
Blog / Facebook: nakgugun

Cerpen Tempat Kosku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anti Gadis Supranatural

Oleh:
“SEMUANYA TUNDUUUKK!!!” Teriak salah satu kakak senior Anti saat Anti mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) SMP. Semua murid baru disuruh mengenalkan nama masing-masing, namun saat gilirannya Anti memperkenalkan namanya,

Gladis Si Gadis Bayangan

Oleh:
Suatu ketika pas aku pulang kuliah sama Rita aku nyasar ke sebuah Rumah kosong di tengah kebun bunga yang sudah layu. Aku sama Rita mencoba masuk rumah itu, dan

The My House

Oleh:
Namaku Albert, aku berumur 16 tahun, Aku seorang indigo, aku mempunyai Indra ke enam dari lahir. Rumahku terletak di puncak gunung di dekat hutan, rumahku besar seperti Villa tua.

Selembar Puisi Kematian

Oleh:
Namaku riza matsui aku ini merupakan seorang bertipe melankolis.. Yang selalu mengungkapkan perasaan dan suasana hatiku dalam puisi, sampai aku berteman dengan seseorang laki laki yang bodoh dan pemalas

Bangku Terlarang

Oleh:
Hari ini adalah hari awal aku masuk sekolah setelah libur panjang kenaikan kelas. Namaku Tania. Aku duduk di kelas 1 SMA PERWIRA HUSADA. Aku berjalan melewati koridor kelas yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tempat Kosku”

  1. CheMa says:

    cerpennya kuran greget gimanaaaa githu
    Just comment

    semangat berkarya terus!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *