Tengah Malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 11 September 2021

Malam ini di kantor Lisa sedang ada banyak pekerjaan. Mau tak mau Lisa dan yang lainnya harus lembur malam ini. Mereka harus rela mengorbankan waktu tidur mereka demi pekerjaan di kantor mereka. Lisa setidaknya tidak perlu takut karena ada teman temannya yang juga akan lembur malam ini. Mereka bekerja seakan seperti robot. Tak ada istirahat, hanya kerja kerja dan kerja. Tak ingat sekarang jam berapa, yang ada dipikiran mereka hanya harus menyelesaikan pekerjaan malam ini juga agar besok tidak kena semprot oleh atasan.

Jam menunjukkan pukul 21:45. Salah satu teman Lisa sudah berdiri lalu melemaskan tangannya yang seharian mengetik laptop.
“Eh, guys! gua udah selesai nih.. gua pulang duluan ya!” ucap Fikri. Lalu Lisa dan keempat temannya langsung buka suara.
“Eh jangan gitu dong! Tungguin kita ngapa?!!” ucap Fadia.
“Iya! Tungguin kita!! Kita pulang bareng bareng! Jangan pada duluan!” ucap Indah.
“Iya dong Fik!” ucap Angel.
“Tega banget kamu kalo ninggalin kita kita!!” ucap Rossy, lelaki yang tetap fokus pada laptop dimejanya.
“Haduhh.. Makannya cepetan dong! Kerja tuh kayak aku. Cepat dan efisien!” ucap Fikri membanggakan diri.
“Mulai lagi dehh” gumam Angel dari mejanya.
“Pokoknya jangan ada yang pulang sebelum semuanya selesai!” tegas Indah.
“Iya deh iya..” Fikripun terpaksa mengalah.
Alhasil semuanya kembali fokus ke laptop masing masing. Secepat mungkin menyelesaikan berkas berkas. Kan tidak lucu jika malam ini mereka menginap dikantor 15 lantai ini.

Setengah jam kemudian..
“Yess!! Aku udah selesai!” pekik Angel membuat semua menoleh.
“Aku juga udah selesai..” ucap Fadia, lalu membereskan meja kerjanya.
“Aku udah!!” ucap Indah setengah berteriak.
“Kamu udah Lis?” tanya Indah nongol mengintip meja Lisa.
“Sedikit lagi nih..” jawab Lisa tak menoleh, ia sangat fokus pada laptopnya.

“Akhirnyaa!! Selesai jugaa!!” ucap Rossy lalu melemaskan badan.
“Gimana?? Pulang kita??” tanya Fikri yang sedari tadi sabar menunggu.
“Tungguin Lisa dulu! Bentar lagi selesai.” ucap Indah.
Lisa sudah berusaha mengetik secepat jarinya bisa. Dan akhirnya dia sudah selesai.
“Aku udah selesai.” ucap Lisa.

Merekapun pulang ke rumah masing masing, setelah membereskan meja kerja mereka. Jam di tangan Lisa menunjukkan pukul 22:30. Mereka berenam sudah berpencar pulang ke rumah/kost-an masing masing.

Lisa kini berjalan sendirian dipinggir jalanan yang sepi. Jarak kost an dan kantornya hanya 500 meter, karena jaraknya tidak terlalu jauh alhasil dia memutuskan untuk jalan kaki saja. Meskipun sangat riskan terkena kejahatan oleh orang jahat yang mungkin kebetulan berkeliaran. Tapi Lisa tetap memberanikan dirinya, jalanan lengang hanya satu dua motor yang melintas.

Lampu di pinggir jalan juga menyala remang remang, bahkan ada yang mati dan membuat jalanan gelap. Suara ranting pepohonan dipinggir jalan terdengar saat ada angin bertiup. Membuat suasana mencekam bagi Lisa. Lengang.. Hanya terdengar suara derap langkah Lisa. Tak ada siapa siapa, sepi, sunyi. Lisa merapatkan jaketnya, ia kedinginan.

“Tolong.. Tolong..” terdengar suara perempuan meminta tolong, suaranya samar samar. Lisa berhenti, ia mengamati sekitar. Tak ada siapa siapa. Lisa menelan ludah, baru kali ini ia pulang selarut ini di jam tengah malam.

“Tolong.. Tolong.. Mmmpphh” suara itu terdengar lagi, namun seperti ada yang membekapnya. Lisa semakin gusar, suara itu terdengar jelas. Ia tidak sedang halusinasi atau sebagainya. Suara itu jelas sekali ia dengar.

“Lisa..” ada yang memanggilnya, ia mengamati sekitar, tak ada siapa siapa hanya ada pepohonan tinggi menjulang berderet di pinggir jalan. Pohon biasa.
“Tolong.. Tolong.. Mmmpphhh” suara itu terdengar lagi, kali ini lebih jelas. Seketika Lisa merinding luar biasa, suara itu ada didekatnya. Ia menelan ludah, keringat dingin bercucuran di dahinya. Detak jantungnya dua kali lebih cepat, ia tak melihat siapapun disana.

Brukk!!! Tiba tiba 10 meter didepan Lisa ada sesuatu yang jatuh, bukan dari atas tapi seperti didorong dari samping. Sesuatu itu muncul dari deretan pepohonan yang rapat dan gelap. Lisa terkejut, ia sangat terkejut. Ia berdiri mematung. Apa itu?. Sosok itu tergeletak dengan nafas menderu, dadanya naik turun seperti telah berlari jarak jauh. Lisa memfokuskan pandangannya dibawah remang lampu jalanan.

“To.. Long..” suara itu terdengar lemah, sosok itu menolehkan kepalanya kearah Lisa. Sontak Lisa menutup mulutnya, ia kaget melihat itu adalah sesosok wanita. Itu adalah manusia. Jadi suara yang ia dengar adalah suara wanita itu?, pikir Lisa. Lisa masih mematung, matanya tak berkedip.

“Dasar Wanita bodohh!!! Akan aku habisi kau dan anakmu!!!” suara teriakan laki laki terdengar, Lisa mendengar dengan jelas. 10 meter didepannya juga terlihat ada laki laki berdiri membawa pisau. Laki laki itu berdiri didepan wanita yang masih tergeletak di tanah. Lisa sontak menutup mulutnya, siapa dia? Tanya Lisa dalam hati. Apa yang akan dia lakukan?. Kali ini benar benar membuat Lisa ketakutan.

“A..aku minta maaf..” rintih wanita itu.
“Seharusnya sejak awal aku menghabisimu!!!” teriak laki laki itu.
Tuss!!! Laki laki itu menghujamkan pisaunya ke tubuh wanita itu. Lisa berteriak parau!, sontak ia menutup wajahnya dengan telapak tangan. Nafasnya menderu. Ia belum pernah melihat ini sebelumnya..

Satu menit..
Tiga menit..
Lima menit..
Lengang..
Tak ada suara apapun, Lisa masih menutup wajahnya. Ia bergetar hebat, apa yang baru saja ia saksikan?. Lisa perlahan memberanikan diri membuka matanya, mencoba melihat kedepan. Tidak ada!.
Mata Lisa terbelalak, ia tak melihat siapa siapa didepannya. Tak ada wanita itu, tak ada laki laki itu. Lisa mengamati sekitar, tak ada siapa siapa. Mata Lisa mencari cari dua sosok tadi. Sosok yang tak jelas wajahnya. Tak ada. Sosok itu sudah tidak ada!.

Lisa memberanikan diri melanjutkan perjalanan. Kakinya masih bergetar, keringat dingin meluncur deras di dahinya. Benar benar tidak ada siapa siapa. Lisa kembali mengamati sekitar, disinilah tempat wanita tadi tergeletak. Tak ada apapun. Bahkan setetes darahpun tak ada. Lisa mencoba menenangkan diri, berkali kali berbisik agar jangan takut. Jangan takut.. Tanpa ingin berlama lama lagi di tempat seperti itu, Lisa kembali berjalan dengan langkah tergesa gesa. Ia tak ingin melihat sosok itu lagi, ia ingin pulang. Meskipun didalam kepalanya terdapat banyak pertanyaan mengenai kejadian yang baru saja ia lihat. Lisa mencoba melupakan apa yang tadi ia saksikan, namun tak bisa.

Keesokan harinya.
“Yang bener Lis?” tanya Angel mencicit, Lisa mengangguk kecil. Baru saja ia menceritakan kejadian aneh tadi malam yang ia saksikan pada teman teman di kantornya.
“Eh, guys!!!” Tiba tiba Rossy berteriak seperti mendapatkan kupon berhadiah.
Semua kepala menoleh.
“Sini cepetan!!!” teriak Rossy, dia tipikal cowok penakut. Tadi saja saat Lisa menceritakan kejadian aneh tadi malam, seketika Rossy membubarkan diri dan menghibur diri dengan menonton tv yang ada di pojok ruangan. Semua orang yang masih mengerubungi Lisa langsung mendekati Rossy. Karena penasaran, termasuk Lisa sendiri.

“Liat nih berita!, kayaknya ini yang diceritain Lisa deh..” ucap Rossy. Semua mata tak berkedip melihat tayangan berita dengan headline ‘Misteri Pembunuhan Telah Terungkap’

Naratornya mulai membacakan beritanya.
“Tidak terasa sudah dua tahun kasus pembunuhan wanita yang ditemukan tewas di jalan Kenanga. Wanita itu ditemukan dengan luka tusukan senjata tajam, ditemukan oleh orang yang kebetulan melintas disekitar jalan. Wanita malang yang ditemukan dibalik semak semak belukar di pinggir jalan. Mirisnya lagi saat ditemukan ternyata wanita itu sedang mengandung janin 3 bulan. Saat itu tak ada jejak siapa pelakunya dan pembunuhan itu masih menjadi misteri selama dua tahun terakhir.

Tapi kini, misteri terbunuhnya wanita naas itu sudah terungkap. Polisi berhasil membekuk pelaku yang selama dua tahun terakhir menjadi buronan. Pria kejam itu memberikan keterangan pada polisi, bahwa alasan ia membunuh korban adalah karena korban tidak mau tutup mulut menyadari fakta bahwa ia adalah wanita simpanan pelaku. Korban ingin mendapat pengakuan pelaku dan ingin pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya. Tetapi pelaku gelap mata dan membunuh korban. Akibat perbuatannya pelaku dihukum penjara seumur hidup, dan kini sudah mendekam dipenjara.” narator itu selesai membacakan berita, dan menampilkan berita yang lainnya.

Semua mata menatap Lisa sekarang, berita ini terdengar seperti cerita Lisa.
“Kayaknya sosok yang kamu liat tadi malem adalah sosok wanita itu Lis.. Dia tewas 2 tahun yang lalu dijalan Kenanga..” ucap Indah.
“Iya..” yang lain mengiyakan.
“Tapi kenapa Lisa bisa liat kejadian itu tadi malem? Kan kejadiannya 2 tahun yang lalu?” tanya Fikri. Lisa menggeleng.
“Kata orang nih ya,, kalo orang meninggal karena dibunuh.. Arwahnya nggak bakalan tenang, dia masih terus ada di lokasi tempatnya dibunuh.. Mungkin aja tadi malem arwah itu pengen Lisa liat kejadian dua tahun lalu, kejadian yang membuat dia kehilangan nyawa..” ucap Fadia.
“Bener juga ucapan kamu Fad!” ucap Fikri mengiyakan ucapan Fadia.

Sedangkan Lisa sedang kebingungan, ternyata kejadian yang ia lihat tadimalam pernah terjadi di tempat itu 2 tahun yang lalu. Lisa tak mengerti semuanya, tapi ia masih berusaha berpikiran positif.

Alhasil, setelah mengukuhkan keinginan. Keesokan harinya ia pindah kost an. Ia tak mau kejadian tengah malam itu terulang kembali. Setiap mengingat kejadian itu, seketika badannya merinding. Lisa harus move on dan ia harus membuka lembaran hidupnya di kost an yang baru.

Cerpen Karangan: Seli Oktavia
Blog / Facebook: Sellii Oktav Ya
Semoga menghibur

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 11 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Tengah Malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Leon’s Horror Stories

Oleh:
“CPAKK.. CPAKK…” “ZAAA…” Suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari menuju ke sebuah halte untuk berteduh dari guyuran hujan yang tiba-tiba turun “Wah… Kau juga mau berteduh dari hujan,

Catatan Viola

Oleh:
Hadiah terakhir untukku dari ayah hanya sebuah rumah tua yang hampir mirip sebuah gubuk, tapi itu sudah sebuah keajaiban ayah masih bisa meninggalkan sedikit hartanya untukku, hartanya sudah terkuras

Hutan Setan

Oleh:
Ayu, Irma, Nisa, Aldo, Rama dan Yuda sedang liburan di perancis, mereka tinggal di rumah kakak Ayu yang bekerja disana. Mereka pun berjalan-jalan di kota yang penuh cahaya dan

Ternyata

Oleh:
Aku berjalan menelusuri rumah tua tersebut. Aku memandangi foto foto besar yang ada di dinding rumah berwarna putih tersebut. Dinding putih yang catnya sudah berkelupasan. Di antara foto foto

Perasaan Ku

Oleh:
Malam ini aku tidur lebih awal, tidak seperti biasanya aku akan tidur setelah film yang ku tunggu selesai, alasan aku tidur lebih awal sebenarnya aku tidak ingin disuruh Ibu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *