Ternyata

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 29 June 2013

Siska menuruni tangga pelan. Gadis cilik yang cantik ini tengah mencari seseorang. Tania, sahabatnya, belum ditemukan sejak pesta kelas VI selesai. Sebelumnya Tania mau buang air di toilet. Tapi Tania tak kunjung datang padahal sudah 1 jam. Siska pun curiga dan mencari Tania ke toilet perempuan. Namun pintu toilet terbuka dan tak ada orang. Siska pun gelisah. Firasat buruknya datang. Dia mengajak geng Olivia yang belum pulang untuk ikut mencari Tania. Geng Olivia menolak. Terpaksa Siska mencari Tania seorang diri.
Siska: “Tan… Kamu dimana? Jangan sembunyi-sembunyi gitu dong…”
Krsskkkkkhh…. Siska mendengar suara benda jatuh. Dia menoleh ke belakang. Sebuah benda yang di bungkus kresek putih jatuh tepat dibelakangnya.
Siska: “Ini apa? Berat sekali” *membuka kresek “Sebuah petunjuuukk!”
Rupanya isi kresek itu adalah sebuah kertas yang di remas. Siska membukanya dan tertulis: ‘Pergi ke lantai 3 sekolah atau Tania tak bernyawa. Jika dua menit kamu tidak datang juga, telinga kanan Tania akan kupotong -B-‘
Siska: “Sadis…! Ehhh, sepertinya aku kenal ini tulisan siapa…” *berpikir “Joanne? Iya, ini tulisannya! Untuk apa dia menangkap Tania? Joanne!”

Siska berlari ke lantai 3 secepat mungkin. Hari sudah mulai gelap. Mama Siska memperbolehkannya bermain sampai jam 7 malam saja. Sementara sekarang jam 7 lebih 5 menit. Tapi ia tak peduli.
Dua menit sudah berlalu…
Siska pun sampai di lantai 3. Belum pernah dia naik ke lantai 3. Karena Pak Satpam tidak memperbolehkannya, entah kenapa.
Ruangan berpintu coklat kusam membuat Siska penasaran. Perlahan dia mendekati ruangan itu dan membukanya. Siska terkejut bukan main. Ternyata di dalam teman-temannya tertidur. Terlihat Tania berada di antara mereka. Siska pun melotot dan berjalan menuju arah Tania.
Siska: “Tan bangun, Tan… Ternyata kamu disini, huh bikin kesel aja” *menggoyangkan Tania “TANIA BANGUNN!!!”
Tania tak juga bangun. Tiba-tiba sosok berbaju hitam membuka pintu yang berada di dalam ruangan itu. Siska terkejut sekali. Dia sangat takut dengan makhluk itu.
Siska: “SIAPA KAMU?!”
Sosok: “Lah, Siska ngapain?” *membuka tutup jubah
Siska: “BELLAA!”
Bella: “Kenapa? Kok Kamu disini sih?”
Siska: “Kamu sendiri ngapain Bell? Aku kira hantu!”
Bella: “Kita kelas 5A, lagi latihan drama buat lomba besok. Kan kita sepakat latihan habis pesta. Kamu kan 5B jadi ga ikut. teman-teman yang tidur aku kasih obat tidur yang beraksi selama 10 menit”
Siska: “Berarti Tania nggak ilang tapi disini, donng? Yah udah khawatir banget”
Bella: “Hahaha ngapain juga khawatir. Ngomong-ngomong kamu kesini kan cari Tania, lah kamu kok bisa ada disini? Tau dari mana kita disini”
Siska: “Ini gara-gara surat yang aku temuin. Pasti dari kamu soalnya ada lambang ‘B’-nya. Kamu tuh sok teka tekian banget” *mengelap keringat
Bella: “Surat? Enggak tuh! Aku sama sekali nggak nyebar surat. Sumpah deh, Sis…”
Siska: “Te, Terus dari siapa Bell?”
Bella: “Ha… Hantu..!!!” Siska: “Jangan nakut-nakutin dong”
Bella: “Terus siapa lagi?”
Siska: “Ehh di kertas itu ada tulisan kalau dua menit aku ga sampai sini kuping kanan tania di potong. Tapi ga ah, tadi waktu aku bangunin Tania kupingnya masih 2 kok”
Bella: “Co… Coba kita cek”
Mereka mendekati Tania. Dan mereka dapati Tania tanpa…

Telinga kanan!!! Dan bekasnya berdarahh!!!
Siska & Bella: “WAAAAA!!! TANIA!!!”

Cerpen Karangan: Fatimah Azzahra
Facebook: Fatimah azzahra

Tips dari admin: kedepan dalam sebuah cerpen sebaiknya untuk pengulangan kata seperti kapan-kapan, bermain-main dan lain sebagainya jangan di singkat jadi seperti kapan2, bermain2 dan lain sebagainya, hindari juga kebiasaan menyingkat-menyingkat kata… seperti tmn, trus, jgn dan lain lain, gunakan kata sebagaimana mestinya seperti teman, terus, jangan dan lain sebagainya, tetap semangat berkarya ya! ^_^

Cerpen Ternyata merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pembalasan

Oleh:
Sore itu, hujan yang beradu dengan angin menghantam di sebuah daerah perumahan yang terbilang masih layak huni. Petir sesekali melontarkan geramannya, gelap menyelimuti langit walau matahari sebenarnya masih bersembunyi

Dia Menyeringai Pada Ku

Oleh:
Ini terjadi kurang lebih 4 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berada di kelas 8 SMP. Berawal dari pelajaran seni budaya dengan materi kerajinan tangan kami berkunjung ke

Sama (Part 1)

Oleh:
Aku melihatnya di depan sana, tepat di depan gerbang rumahku. Sendirian, tak ada yang mau berteman dengannya hanya karena sebuah hal yang aku tidak begitu paham apa itu. Kutatap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *