The Book

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 11 July 2019

“ohayou Hinako-chan!” sapa seorang anak.
“oh.. Ohayou Nii-chan!” balas temannya Hinako-chan.

“hei… Hei! Tadi aku menemukan buku ini di perpustakaan, karena penasaran dan emang lagi kepingin baca jadi kupinjam saja buku ini,” ucapnya. Lalu dia memamerkan buku berjudul “hai hai!” itu kepada Hinako-chan.
“KYAAAA!!! Kau harus mengembalikan buku itu ke tempatnya!” ucap Hinako-chan.
“memangnya ada apa? Kok kamu sampai teriak begitu sih?” tanya Nii-chan.
“sini… Sini, kuberi tahu ya… Jadi begini dulu ada seorang anak bernama Reina-chan, dia sangat suka membaca buku! Hingga suatu hari, Reina-chan mengajak temannya Rika, untuk pergi ke toko buku.

‘kita ke toko buku yuk Rika!’ lalu mereka berdua pergi ke toko buku menggunakan sepeda. Sesampainya di sana Reina memilih satu buku berjudul ‘hai hai!’, buku itu Nii…!. Reina pun membelinya.
Tapi saat ia dalam perjalanan pulang ia tertabrak mobil dan tewas! Rika-chan menangis histeris.
Nah… Barang siapa yang memiliki buku Reina, maka Reina akan mengikutinya sampai buku itu pindah tangan atau tidak berada di rumah si pemilik.

Ih… Mendingan kamu balikin deh, buku itu! Sebelum terjadi apa-apa!” jelas Hinako-chan.

Bukannya mendengarkan, Nii-chan malah asyik membaca buku tersebut.

“fufufu…” terkadang bersiul-siul sedikit.
“HEI!! Kamu tidak mendengarkan ceritaku ya? Kalau itu benar terjadi bagaimana?” omel Hinako-chan.
“buat apa dipercaya sih? Lagi pula itu kan cuma cerita…” Nii-chan membalasnya santai.
“kalau nanti benar terjadi aku gak mau tanggung lho!” ucap Hinako.
“iya… Iya… Tapi kalau minta bantuan sedikit bolehlah…” ucap Nii-chan.
“sudah ah! Dari tadi kamu gak mau dengerin penjelasanku! Mendingan aku pergi…” ucap Hinako sebal. Tapi ia tetap ingin membantu Nii-chan bila itu benar terjadi.

Keesokan harinya…
“hoaaam…! Baca buku ah!” Nii-chan mengambil buku itu.
“nii… Nii… Pinjam b.. Bukunya… I… Itu m milikku!”
“hah! Siapa itu! Mau coba menakut-nakutiku ya? Aku gak bakal takut deh!” ucap Nii-chan. Tetapi suara itu berulang-ulang kali ada dan gak hilang-hilang.
“mendingan aku ke rumah Hinako ah…” Nii-chan pun pergi ke rumah Hinako.

“Hinako… Hinako…!” panggil Nii-chan.
“hai Nii-chan! Biar bibi panggilkan Hinako ya…” ucap ibu Hinako yang bernama Nam me
“iya bibi Nam me…” balas Nii-chan.

Lalu Hinako keluar. “ada apa nii?” tanya Hinako.
“dari tadi ada yang memangilku terus menerus, tapi saat kulihat tak ada siapa-siapa” ucap Nii-chan ketakutan.
“makanya! Sudah kubilang kembalikan buku itu! Yuk! Kutemani kembalikan buku itu dan minta maaf pada Reina!” balas Hinako.

Mereka pun pergi ke perpustakaan.
“m.. Maafkan saya ya Reina-chan! Aku janji gak bakal mengulanginya lagi…” ucap Nii-chan.
“janji?” tanya seseorang yang pastinya arwah si Reina.
“i.. Iya janji…” ucap Nii-chan.
“baiklah silahkan pergi!” Nii-chan lari terbirit-birit.

Tamat

Cerpen Karangan: Talitha Tsaqiifah

Cerpen The Book merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Girl In The Rain

Oleh:
Trevor Beck merupakan seorang petani biasa, dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Namun sebuah keganjilan yang terjadi beberapa bulan yang lalu membuat Trevor berpikir bahwa, mungkin kehidupannya sebagai petani tidak

Misteri Ledakan Keempat

Oleh:
Pagi yang kurang bersahabat, langit tampak mendung, seperti menandakan akan terjadi sesuatu, di sebuah sekolah menegah pertama, saat itu para siswa sedang mengerjakan ulangan mid semester. Saat sedang sibuk

Untuk Kakak Dan Panda

Oleh:
Sikap, sifatnya dan cara dia menatapku berbeda dengan semua orang. Ketika dia marah, dia berusaha menyembunyikan amarah supaya aku dan orang-orang disampingnya tidak tahu apa dia sedang marah atau

The Train

Oleh:
Decit suara kereta terdengar memekik di gendang telingaku. Beberapa orang terlihat turun dari mulut pintu gerbong di depanku dan beberapa lagi naik dari pintu gerbong lainnya. Aku menarik koper

Tubuhmu Membiru

Oleh:
4 November, 3025 Suara-suara itu masih terdengar. Tidak sedikitpun membuat lamunanku buyar, justru membangkitkan hasratku yang besar, bergemuruh bagai suara tuntutan yang harus dibayar. Aku berdiri di sini, di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *