The Flower Cold

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 17 June 2017

Aku tidak percaya dia melakukan ini. yang benar saja.. dia mati karena seorang laki-laki ya. memangnya di dunia ini hanya dia satu-satunya laki-laki! Dasar.. Dibutakan cinta!

Aku merebahkan tubuhku di atas sofa. Menyalakan TV untuk mendapatkan berita hari ini.
“seorang gadis tanpa identitas ditemukan tak bernyawa dengan tali yang menyangkut di lehernya. Diduga gadis tersebut mengalami bunuh diri. Polisi membawa jasad tersebut untuk melakukan autopsi” seru suara di seberang sana.
Aku tahu itu siapa. Dia pasti Fay, Musuhku di sekolah. Entahlah.. sebenarnya aku tidak mengangap dia sebagai musuhku, tapi dia selalu mengusik kehidupanku. Dia terlihat sangat membenciku. Yah.. I am Fine! asalkan dia bahagia. Sumpah! Mendengar kabar kematiannya membuat jantungku seakan mati. Mungkin sangat disayangkan dia bunuh diri karena pacarnya. Oh ya Tuhan.. aku merasa kasihan padanya. Selain kami sama-sama tidak memiliki teman, kami juga merasa diasingkan berada di asrama ini. aku benar-benar merasakan kesepian. Aku tidak tahu. Mungkin karena aku menganggap dia sebagai sahabat tanpa ucapan. Aku… pasti sudah menyayanginya.

Aku mendengar sesuatu. Suara orang menangis. Tapi siapa? Hanya aku di rumah ini. aku mengikuti suara itu. Saat aku mendekat ke arah sudut kamarku, suara itu terdengar sangat sedih dan… aku merinding.
“siapa kau?” ketusku. Suara itu kembali nyaring. Tapi di kamarku tidak ada siapa-siapa. Parfum Fay! Batinku. Aku dapat merasakan Fay ada di kamarku. Mau apa dia? Mau balas dendam padaku?!
“Fay!” seruku sedikit ketakutan. Suara itu berhenti. Kemudian, “aku tahu kau membenciku, Ann. Tapi tolong aku Ann..” itu suara Fay. Gila! Apa yang terjadi? Dia kan sudah meninggal. Kenapa dia bisa bicara padaku.
“kau di mana?”
“aku ada di sampingmu. Mungkin kau tidak bisa melihatku, Ann. Tapi kau bisa dengar suaraku dan bisa menghirup aroma tubuhku”
Aku terdiam sejenak. Untuk apa dia mendatangiku? Yang benar saja. Tidak! Tidak! Ini pasti mimpi. Aku menampar wajahku. Aw! Sakit. ternyata ini bukan mimpi ya.

“Ann..” katanya lagi.
“kau mau apa?” ucapku.
“kau cari tahu siapa pembunuhku, Ann. Kumohon.. bantulah aku. Aku mati bukan karena aku sendiri. Tapi.. ada seorang yang merekayasa kematianku.” Jelasnya lirih, “Ann.. aku tahu Ann.. kau membenciku. Tapi percaya Ann.. aku tidak seperti yang kau pikirkan. Aku.. memang terlihat kasar padamu, itu karena… karena aku melihat kau bersikap dingin pada semua orang, Ann..” lanjutnya. Aku sontak terkejut, ternyata ini semua salah paham. Kami saling membenci karena hal itu.
“Fay.. aku tidak membencimu. Sungguh! Oke.. kau harus tahu ini. aku bersikap dingin pada semua orang karena sewaktu kecil aku selalu ditindas, yah aku berubah karena itu. Fay.. maafkan aku Fay…”
“kalau begitu.. kita teman?” katanya
Aku tersenyum. Kalau aku bisa melihatnya sekarang, bisa saja aku memeluknya. Tapi.. aku tidak bisa melihatnya. “baiklah Fay.. aku akan cari siapa pelakunya..” ucapku. Aroma Fay kemudian mulai memudar. Aku rasa dia sedang meninggalkanku. Kenapa disaat seperti ini aku tahu alasan kami tidak pernah akur. Fay.. aku akan mencari pelakunya!

Beberapa hari kemudian…
Hasil autopsi sudah keluar. Menurut penelitian, Fay mengalami cedera di bagian tempurung kepalanya. Dan juga… pada lehernya. Saat aku kembali ke asrama, aku melihat Sarah membakar beberapa lembaran kertas. Aku menatapnya curiga. Dia patut dijadikan tersangka. Ada kemungkinan Sarahlah pelakunya. Pertama, dia suka menindas Fay. Kedua, dia bersikap aneh belakangan ini. dan yah.. hanya itu sih yang aku tahu.

“Ann.. bagaimana?” ucap Fay tiba-tiba. Sontak aku menjerit karena terkejut. Sarah langsung melihatku. Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Tuh kan benar..
“kau jangan buat aku terkejut, Fay. Sarah jadi melihatku!” ucapku.
“kau bicara dengan siapa, Ann?” kata Sarah. Aku tidak menjawab pertanyaannya justru mulai mendekatinya. “kertas apa yang kau bakar?” ucapku sedikit menekan. Sarah menoleh ke objek tersebut lalu menggeleng penuh kekhawatiran. Tidak ada gunanya bertanya pada pembunuh. Dia pasti tidak akan mau menjawab. Aku langsung memadamkan apinya dengan sepatuku. Dia berusaha mencegahku, tapi kemudian aku mendorongnya.

Sayang sekali, kertasnya sudah hangus terbakar. Tapi ada beberapa kata yang masih bisa terlihat. Aku membacanya, “rah pelaku pembunuhan. Aku saksinya, tapi dia mengancamku untuk tidak memberitahu siapa-siapa…”. Sial! Aku yakin itu sarah.. hanya saja bagian kata –Sa- nya sudah terbakar. Tidak salah lagi pasti dia pelakunya! Tapi siapa yang menulis ini? ahh itu tidak penting.

“kau yang melakukannya?” ketusku. Sarah menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia mundur menjauhiku. Tanpa disangka-sangka.. Aaaa!! Teriaknya kemudian.
“Sarah!!!” teriakku. Sarah tidak menyadari sewaktu dia mundur dia sedang berada di pinggir lantai atas. Akhirnya dia terjatuh. Kepalanya retak dan penuh darah. Semua orang langsung datang ke tempat kejadian. Aku sendiri ketakutan akan hal ini. pasti mereka akan berpikir aku pembunuhnya.

“Fay!! Kau sudah tahu fay?” teriakku. Tapi tidak ada jawaban.
“Fay!! Di mana kau?” teriakku kembali. aroma Fay tidak dapat aku rasakan. “Fay!!!”

Aku lari dari asrama. Semua orang pasti mencariku. Aku tidak tahu harus ke mana. Fay tidak ada kabar. Apa mungkin dia sudah tenang di alam sana. Baguslah! Tapi aku bagaimana? Aku harus jawab apa jika aku tertangkap.

Tiba-tiba…
“hei… kau tidak perlu melarikan diri, Ann…” ucap seseorang. tapi aku menoleh ke sumber suara tidak ada siapa-siapa. “Polisi sudah mengetahui yang sebenarnya. ternyata Sarah yang melakukan ini.. baguslah! Dia langsung mati karena kemauannya sendiri” lanjutnya.
“kaukah itu, Fay?” ucapku
“terimakasih, Ann. Kau sudah menolongku. Dan sekarang aku tidak bisa gentayangan seperti ini. aku harus pergi…” katanya lagi. Aku menghela nafas lega. Tapi… apakah harus secepat ini aku berpisah dengan fay. Aku menangis. Tidak disangka, Fay orang yang sangat ramah dan baik.

Aku pergi ke pemekaman Fay. Aku tersenyum manis dan meletakkan 2 tangkai bunga mawar merah dan 1 tangkai bunga mawar putih. Aku tahu.. dia pasti menyukai bunga itu. Dan untuk sarah. Semoga dia juga tenang di sana.

selesai

Cerpen Karangan: Sanniucha Putri
Facebook: Sanniucha Putri

Cerpen The Flower Cold merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Ini Terlalu Nyata

Oleh:
Amanda, cewek manis yang awalnya aku pikir dia itu Tiara. Hari itu aku benar-benar frustasi, tidak ada lagi hasrat untuk hidup yang melekat di dalam jiwa, hari-hari bagaikan jurang

Rumah Tanpa Kepala

Oleh:
Di suatu hari, aku dan teman-temanku sedang berjalan-jalan di suatu tempat. Tiba-tiba kami semua menemukan sebuah rumah tua yang terlihat angker. Salah satu temanku Rizki, mengajak kami semua untuk

Bloon (Rumah Tua)

Oleh:
Pip… suara handycam punya Obeh menyala. Geng BLOON berada di pelukanmu menyadarkanku apa artinya kenyamanan kesempurnaan cintaaa. Geng Bloon berada di depan rumah tua yang konon katanya di halamannya

Misteri Cinta Mautmu

Oleh:
“Selamat bagi kalIan semua yang telah lolos mengikuti tes dan berhasil untuk sekolah di sini. Untuk itu, MOS tahun ajaran 2009/2010 dinyatakan, dibuka!!” Demikian pernyataan yang telah diserukan ketua

Midnight Clown (Part 3)

Oleh:
Aku terus menerus menangis menyesali perbuatanku. Aku sama sekali tidak menduga jika badut itu adalah ayahku sendiri. Lantas apa yang terjadi pada Ayahku? sebenarnya apa yang mau disampaikan olehnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *