Tragedi Mencekam Rumah Berdarah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 19 July 2020

Sinar matahari mulai tenggelam, angin malam mulai menusuk, dan suasana angker mulai menyelimuti rumah misterius ini.

Tak sadar diriku telah berada di pekarangan rumah ini, rumah kuno yang berarsitektur jepang itu. Kujejakkan kakiku ke dalam rumah tersebut dengan gugup. Aku mulai menelusuri lorong panjang dan melewati beberapa koridor yang minim pencahayaan.

Oh ya, perkenalkan namaku Gilbert. Aku sekarang telah sampai di ruang utama. Sepertinya rumah ini tidak terawat karena banyak sarang laba-laba yang menempati ruang tersebut. Di lantai pun banyak sampah berserakan dan…
“Apa itu? noda darah? sepertinya menuju ke kamar tersebut”. Aku pun mengikuti arah noda darah tersebut. Aku mulai membuka kamar itu dan…

“Aaargh! ternyata telah terjadi pembantaian di kamar tersebut”.

Aku langsung melarikan diri dari tempat itu. Namun, sebuah tarikan dari kakiku membuatku jatuh dan tanpa sadar kepalaku terkena meja. Darah pun keluar dari kepalaku.

Hah! seseorang telah berdiri di hadapanku dengan sebilah PISAU!

“Matilah kau BOCAH!”
“Aaargh!”

Cerpen Karangan: M. Taufik
Blog / Facebook: Taufik Kurahman
Hallo!
Namaku M. Taufikurrahman. Panggil saja Taufik. Aku tinggal di Komplek Bumi Kuripan Blok B No. 7 Martapura, Kalsel. Aku sekolah di SMPN 1 Martapura. Aku Sekarang Kelas 8. Hobiku adalah membaca novel dan cerpen, oh ya komik manga juga, kemudian dengar musik (lagu barat sih *^_^*), ngoleksi foto anime dan Nonton animenya lah Hehehe…
Jika ingin kenal lebih lanjut dapat mengunjungi facebookku: Taufik Kurahman
Salam Kenal 🙂

Cerpen Tragedi Mencekam Rumah Berdarah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Secret Garden

Oleh:
Aku kembali memandangi pohon jati itu. Aku masih heran dengan pemandangan ini. Aku terus memandanginya di teras rumah. Di sekitar rumahku banyak pohon jati. “Kak Fia!” panggilku dari luar

Nomor 9

Oleh:
Perkenalkan namaku Shifa (yah walaupun itu nama panggilan sih). Sekarang aku duduk di kelas 5 di salah satu SD di Bandar Lampung. Pada bulan Maret, sekolahku sedang mengadakan Ulangan

Kelompok 3

Oleh:
Hari biasa di sekolah yang biasa, hari hari Shanti Tulia Komang Cedil ari dan Pramana seperti biasa saja ngak ada sesuatu yang aneh. “ttteeettt!” bunyi bel sekolah. Mereka pun

Meraih Impian

Oleh:
Di suatu sore yang indah, angin bersemilir, gunung terlihat tinggi menjulang, dan awan yang bertumpuk-tumpuk seperti kapas. Vita anak pertama dan satu-satunya di keluarga itu memiliki penyakit yang parah

Dunia Impian

Oleh:
Hai namaku yona jennyfa. Panggil saja aku yona. Impianku ingin menjadi putri kerajaan. “Aduh sakiiittt sekali” kataku meringis. Aku kaget karena di sekelilingku ada benda benda kerajaan. Kulihat tubuhku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tragedi Mencekam Rumah Berdarah”

  1. Dinibel says:

    Judul nya sih kerensss, namun sayang konflik nya kurang greget. Kalo boleh saran tolong uraikan lagi ceritanya ya kakakkkkk,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *