Tragedi Pembunuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 4 June 2013

Hari ini adalah, hari dimana aku beserta keluargaku pindah ke rumah baru kami yang cukup besar untuk kami sekeluarga. Alasan kami pindah karena pekerjaan ayahku yang sebagai pns yang tugasnya dipindahkan dari jakarta ke daerah bogor. Awalnya aku menolak untuk pindah kesana karena aku tak mau meningalkan sekolahku yang sudah membuatku nyaman dan juga setalah kuselidiki tentang asal-usul rumah yang tak terhuni selama 13 tahun, ternyata rumah tersebut adalah rumah kontrakan dan juga ku dengar dari warga sekitar bahwa terjadi tragedi pembunuhan seorang mahasiswi hingga sampai saat ini jasad serta pelaku pembunuhan tersebut belum ditemukan.

Setibanya kami di depan pagar rumah, aku lihat rumah itu memang terlihat seram mungkin karena sudah lama tak terhuni dan tiba-tiba sang pemilik rumah tersebut melambaikan tangannya ke arah kami serta menghampiri kami.

“mari pak silahkan masuk dan silahkan di lihat keadaan rumah ini” ucapnya sambil membukakan pintu

“oh..

Iya terimakasih pak” ucap ayahku dan tersenyum kepadanya

“bagaimana keadaannya pak, masih terlihat bagus kan?” ucapnya kepada ayahku

“iya pak, keadaanya masih bagus dan barang-barangnya saya lihat masih layak digunakan” ucap ayahku kepadanya

“maaf pak saya mau nanya apa benar tentang tragedi pembunuhan itu” ucapku dengan nada serius

“husss…

Tidak baik kamu bertanya seperti itu kepadanya, lagi pula kamu tahu darimana tentang hal seperti itu?” ucap ayahku dengan nada tinggi

“yaaaah…

Ayah kan tidak sempat untuk menyelidiki tentang keadaan rumah ini, jadinya aku sudah terlebih dahulu menyelidiki semua ini” ucapku dengan nada sinis

“iya putri ibu tahu ayah kamu memang tidak sempat, tapi kan tidak sopan kalau menanyakan hal seperti itu kepadanya” ucap ibuku dan melihat ke pak seto, dengan wajah pucat pasi dan suara terbata-bata bapak itu berkata

“oh…

Tidak apa-apa bapak, ibu memang apa yang ditanyakan nak putri itu benar dulu memang terjadi pembunuhan seorang mahasiswi disini hingga sampai saat ini belum ditemukan jasad serta pelakunya, bapak sendiri pun tidak tahu siapa pelakunya karena pada waktu itu bapak sedang keluar kota.

Maaf ya pak saya tidak menceritakan tentang hal ini karena saya takut bapak tidak jadi mengontrak rumah ini” ucapnya kepada kami

“oh…

Tidak apa-apa sudah terlanjur saya mengontrak rumah ini dan tidak mungkin lagi untuk mencari rumah lain, karena hari senin saya sudah harus bekerja lagi” ucap ayah ku kepadanya

“kalau begitu saya mengucapkan banyak terimakasih” ucapnya kepada kami dengan menyerahkan kunci rumah dan pergi meniggalkan kami

Hampir satu setengah tahun aku tinggal disini, awalnya aku tidak merasakan apapun di rumah ini namun tadi malam di malam jumat tgl 13 november aku merasakan angin bertiup kencang hingga kaca jendela kamarku terbuka lebar ketika aku menutupnya kembali tiba-tiba sekilas aku melihat bayangan seorang wanita melintas di sekitar pohon mangga, setelah ku usap-usap mataku untuk memastikan apa yang ku lihat benar-benar nyata bayangan itu langsung lenyap seketika dan di pagi ini aku menceritakan kepada semua keluargaku tentang apa yang ku lihat tadi malam, tapi tidak ada seorang pun yang mempercayainya hingga di kelas pun aku memikirkan tentang hal itu, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang

“hy..

Putri bagaimana kabarmu?” ucapnya kepadaku

“ohh..

Kamu satria. Alhamdulillah kabarku baik-baik aja, kamu sendiri bagaimana kabarnya?” ucapku dan tersenyum kepadanya

“alhamdulilliah kabarku baik-baik juga. Oh, iya aku mau nanya rumah kamu rumah yang dulunya rumah kosong itu ya?” ucapnya kepadaku

“iya, betul memangnya darimana kamu tahu” tanyaku dengan rasa heran

“aku tahu semuanya dari kakak ku, karena dia itu dulu adalah kekasihnya ka ririn mahasiswi yang terbunuh itu” ucapnya kepadaku dengan nada seirus

“oh..

Jadi namanya ka ririn. Lalu apa urusannya denganku?” tanyaku dengan rasa curiga

“aku mau kamu menyelidiki tentang pelaku pembunuhan tersebut karena itu adalah wasiat terakhir dari ka ririn, kalau kamu tidak percaya aku bisa memberikan bukti tersebut kepadamu” ucapnya kepadaku.

Karena aku merasa iba dan juga rasa penasaranku ku mengiyakan permintaannya tersebut, tapi sekarang aku bingung harus di mulai darimana menyelidiki tentang semua ini, karena aku pun orang yang masih terbilang baru di daerah sini. Kini hari pun menjelang malam, angin malam yang kurasakan tidak seperti biasanya. Entah kenapa hatiku ini merasa gelisah dan takut berada di rumah sendiri karena ayah, ibu, dan juga adikku menjenguk saudaraku yang tertimpa kecelakaan di jakarta hingga aku pun tak bisa tertidur, jam pun menunjukan pukul 12 malam dan ku ambil handphoneku yang berada di samping bantalku lalu kukirimkan sebuah sms kepada satria

“satria aku mohon kamu datang kerumahku, karena aku takut sendirian di rumah :'( ”

“maaf putri, ini sudah larut malam dan aku takut akan terjadi fitnah kalau aku kesana lagi pula memangnya orang tua kamu kemana? 🙂 ”

“orang tuaku pergi menjenguk saudaraku yang tertimpa kecelakaan di jakarta dan mungkin subuh mereka baru pulang, jadi aku mohon kamu kesini ya :'(

“oh..

Baiklah, tapi aku juga mengajak ervan, reno, dan juga shinta ya. Supaya tidak terjadi fitnah di antara kita

Okeeys 🙂 ”

“oh, iya

Terimakasih banyak ya sat :’) ”

Kuletakan handphoneku dan tiba-tiba aku mendengar suara seorang wanita memanggil-manggil namaku

“putri, tolonglah aku

Aku mohon tolonglah aku” suara itu semakin jelas, ku cari darimana sumber arah suara tersebut berada dan ternyata suara tersebut berasal dari ruang tamu. Sesampainya aku disana tepat di bawah kakiku, aku menemukan sebuah kertas yang bertuliskan “tolonglah aku” dan disekelilingku banyak sekali darah, aku bingung apa yang terjadi denganku dan apa yang harus kulakukan. Tiba-tiba saja suara itu semakin jelas menyuruhku untuk menolongnya lalu angin bertiup sangat kencang sampai-sampai mataku tak bisa melihat, ketika ku buka kembali mataku aku sangat terperanjat dengan apa yang ku lihat itu sangat nyata yaitu pak seto yang mencoba menerobos masuk ke dalam kamarku dan ternyata kamarku itu dulunya adalah kamar ka ririn. Pak seto yang mencoba untuk masuk ke dalam kamarnya ketika dia sedang duduk di meja belajarnya, dia pun sangat terperanjat karena melihat pak seto yang memegang sebilah pisau, dengan sigap dia segera berlari dan hendak keluar dari rumah, namun pintu rumah sudah terkunci rapat hingga akhirnya dia pun terperangkap di ruang tamu

“mau lari kemana lagi kamu” ucapnya dengan nada tinggi

“pak saya mohon perbuatan bapak ini. Saya mohon sadarlah pak” ucapnya dengan nafas terengah-engah

Ketika pak seto sedang tertawa dengan sigap kak ririn melemparkan vas bunga yang ada dihadapannya namun dapat dihindari olehnya dan samar-samar ku lihat pisau yang di pegang olehnya telah tertancap tepat di perutnya ka ririn tersebut hingga tewas seketika ku lihat disekelilingku penuh dengan darah, ku ikuti arah darah tersebut hingga titik terakhir sampailah aku di bawah pohon mangga dengan seketika pula apa yang ku lihat langsung hilang tiba-tiba kudengar suara ka ririn berkata lagi

“tolong kamu gali tepat di bawah pohon ini disini terdapat jasadku dan aku mohon kuburkan aku dengan layak maka dengan itu arwahku dapat tenang di alam sana” ucapnya dan dengan seketika suara itu menghilang lalu tiba-tiba saja seseorang menepuk pundakku hingga aku terkejut

“hey, kamu kenapa malam-malam seperti ini ada disini

Apa mungkin kamu sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi” ucapnya dengan nada tinggi lalu tanpa berfikir panjang aku langsung berlari menjauhinya namun dia mengejarku dengan membawa sebilah pisau. Aku berlari sekencang mungkin ke arah pagar rumah yang sudah terbuka lebar dan tiba-tiba satria yang ada dihadapanku

“putri, cepat tiarap” ucapnya kepadaku dengan nada tinggi karena panik aku langsung menuruti perintahnya dan terdengar suara tembakan pistol yang cukup kencang

“jangan bergerak dan cepat letakan pisau tersebut ke bawah” ucapnya kepada pak seto

“putri, syukurlah kamu tidak apa-apa” ucapnya sambil memapahku untuk berdiri

“iya, untungya kamu cepat datang” ucapku dengan suara tersedu-sedu

“iya tadi aku mendengar suara kamu menjerit sangat kencang, jadi kupikir kamu kenapa-napa dan aku langsung menelfon polisi” ucapnya dan tersenyum kepadaku

“pak polisi..

Tangkap orang itu, dia adalah pelaku pembunuhan yang terjadi 13 tahun yg silam” ucapku dengan nada tinggi

“ade tahu darimana dia adalah pelakunya” ucapnya kepadaku dengan rasa curiga

“kalau bapak tidak percaya silahkan gali tanah yang berada di samping pohon mangga itu, disana terdapat jasad wanita yang terbunuh itu” ucapku dengan nada tinggi

Setelah tanah itu di bongkar ternyata memang benar disana telah ditemukan jasad ka ririn yang sudah menjadi tulang belulang, tiba-tiba saja terdengar suara mobil ayahku datang

“maaf pak, ada apa ini” ucap ayahku kepada polisi dengan rasa heran

“iya pak tolong dijelaskan apa yang sebenarnya terjadi “ucap ibuku kepada polisi itu

“jadi seperti ini ceritanya

Anak anda telah menemukan pelaku pembunuhan yg terjadi 13 tahun yang lalu serta jasad dari korban tersebut. Kami sangat berterimakasih kepada anak anda dan juga kepada nak satria beserta teman-temannya yang sudah menelfon kami” ucapnya kepada orang tuaku

“ohh..

Bapak banyak berterima kasih kepada nak satria dan juga kepada yang lainya yang sudah membantu anak saya” ucapnya kepada satria dan juga teman-temanku

“putri, bagaimana kamu bisa mengetahui ini semua” tanya ibuku dengan rasa heran

“entahlah bu..

Aku hanya mendengar suara seorang wanita yang meminta tolong hingga mengarahkanku sampai disini” ucapku dengan nada lesu

“baiklah kalau seperti itu. Bapak, ibu dan juga kalian semua kami mohon pamit dan besok kami akan menguburkan jasad ini dengan layak, saya harap kalian semua bisa datang untuk berziarah” ucapnya kepada kami semua

“saya harap juga pelaku ini mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya” ucap ayahku kepadanya

“oh..

Baik pak, kami akan memproses pelaku ini dengan ketentaun yang berlaku” ucapnya dan pergi meniggalkan kami dengan membawa pak seto

Keesokan harinya aku sekeluarga beserta satria dan teman-temanku yang lain datang berziarah ke makamnya ka ririn untuk mendoakan agar arwahnya dapat di terima di sisi allah swt. Angin sejuk menghembusi kamu dan terdengar suara ka ririn mengucapkan salam perpisahannya

“terimakasih ya putri, berkat bantuan kamu aku kini bisa tenang di alam sana.

Selamat tinggal putri semoga saja kamu baik-baik saja di dunia ini” suaranya menghilang dengan ditemani hembusan angin sejuk, kami pun meniggalkan makamnya

Cerpen Karangan: Arif
Facebook: http://www.facebook.com/yogi.prayoga.12914

Cerpen Tragedi Pembunuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Shilla

Oleh:
Malam itu hari minggu aku sedang belajar matematika karena besok ada ulangan matematika. Entah kenapa aku sangat haus, jadi aku mengambil minuman kaleng di dapur, lalu aku melanjutkan belajarku.

Makan Malam

Oleh:
Getaran handphone berulang kali terdengar di telinga Lea. Ia hanya melirik, tanpa menyentuh. Lelaki itu terlanjur membuatnya muak. Sore tadi Lea menunggu di toko roti, berharap John segera datang

Hologramkah Aku

Oleh:
Kala itu, sungguh aku tidak mengerti apa yang terjadi, dan aku juga berpikir mengapa harus aku yang seperti ini. Detik itu ku mulai merasakan guncangan dalam jiwaku, tangan dan

Gadis Pemimpi

Oleh:
Di jalan suaka indah terdapat beberapa rumah yang sudah tak berpenghuni. Alhasil tempat ini dimanfatkan satu kelurahan warga asing alias HANTU! Salah satu rumah mewah nan megah, ada satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

9 responses to “Tragedi Pembunuhan”

  1. Derren says:

    bnyak kta “oh” nya ya

  2. Riva Fitrya says:

    Fantastic.

  3. lia'Z says:

    Banyak kata” OH nya ya , hahaha

  4. Muhamad Faruq says:

    ceritanya bagus . . . .

  5. yuni says:

    Jasad Dan pelaku pembunuhan belum ditemukan.to KNP tokoh tau jk 13th lalu Ada pembunuhan? Maaf admin banyak penulis yg asal bikin crita..

  6. Valentine Aurora. says:

    Hmmm…good story,tapi tolong diperpanjang dan jelasjan bagaimana pak Seto membunuh ririn

  7. lialisa says:

    pk seto ngbunuh ririn atas dsar apa? masih kurngjelas

  8. Tsania Zahirah Almas (@tsanmuel_) says:

    Bingung gimana mau bacanya. Juga banyak kata “oh” nya.

  9. Angelie Tifanny Nathalie says:

    Maaf ya. Bukan menyindir, tapi koq banyak kata oh. Dan, atas dasar apak Pak Seto membunuh Ririn. Dan bagaimana penanganan terhadap pelakunya?

    Ok. Sekian comment dan pertanyaan dari aku. Thank you.

    -Angelie Tifanny N.-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *