Tsuji Ura

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 1 January 2019

Ditengah hari yang panas. Ada dua orang sahabat bernama Rika dan Yukki. Mereka sangat menyukai hal hal yang berbau horror.

“Rik! Kamu mau main satu permainan ini tidak?”. Tanya Yukki.
“memang permainan apa sih Ki?”. Rika malah balik bertanya.
“namanya permainan tsuji – ura, bagaimana? Mau tidak? Walaupun sebenarnya cukup seram sih…”. Jawab Yukki.
“apa?! Seram? Mau… Mau… oke… Jadi kapan kita bertemu?”. Balas Rika.
“kita bertemu jam 7 malam, bilang ke orangtuamu kamu akan menginap di rumahku… Kamu nanti ke rumahku dulu…”. Kata Yukki.
“sip deh… Arigatou Yukki”. Lalu mereka berpisah di perempatan jalan.

“apakah segitu menyeramkannya ya?”. Rika bertanya pada dirinya sendiri. Tapi dia yakin bahwa permainan itu menyeramkan.

Pukul 7 malam dan di rumah Yukki…
“jadi bagaimana permainannya Yuk?”. Tanya Rika.
“kita tunggu dulu sampai tengah malam…”. Balas Yukki. Mereka menunggu sambil memakan berbagai camilan dan membaca komik.

Pukul 1 malam…
“nah… Sekarang sudah pukul 1 malam… Ayo kita ke persimpangan jalan!”. Ucap Yukki.
“ayo! Aku sudah tidak sabar untuk mencoba permainan itu…”. Balas Rika tidak sabar.
“bawa sisir dulu!”. Suruh Yukki.
“sudah ada di tas ini…”. “benda untuk menutup wajah?”. “sip…”. Lalu mereka menuju persimpangan jalan dekat sawah.

“ayo! Bunyikan sisir tiga kali!”. Lalu mereka menarik jari kecil mereka di gigi sisir.
“tsuji – ura… Tsuji – ura! Berilah aku jawaban yang benar!”. Mereka membaca mantra tsuji – ura.

“di sana! Di sana ada orang asing!”. Ucap Yukki.
“tutup wajah kita!”. Lalu mereka menutup wajah mereka.

“bagaimana dengan masa depanku Akagawa Yukki?”. Tanya Yukki.
“masa depanmu akan sangat buruk…”. Jawab orang asing dengan suara yang seram.
“Apa!!!!”. Yukki kaget tapi tetap menutup wajahnya.

“sabar… Sabar… Sekarang giliranku yang bertanya…”. Ucap Rika.
“bagaimana dengan masa depanku? Nakajima Ririka” tanya Rika.
“masa depanmu akan sangat bagus bagai ada seribu orang 999 diantaranya orang baik dan 1 orang itu orang jahat, kesimpulannya… Kamu hanya memiliki 1 masalah…”. Jawab orang asing itu dengan suara yang lembut.
“kok bisa sih?”. Tanya Yukki. “sudahlah… Ayo kita pulang…”. Ajak Rika.

“sepertinya aku harus mengakhiri hidupku di sini…”. Ucap Yukki.
“jangan!! Mungkin itu hanya orang jahat yang menipu kita…”. Cegah Rika.
“aku yakin! Itu pasti roh yang menghuni jalan itu… Sudah kuputuskan bulat bulat, aku akan mengakhiri hidupku” begitulah ucapan Yukki.
“kamu mau ikut bersamaku atau bersenang senang?” Tanya Yukki. Dia memegang sebuah pisau mengarah ke lehernya.
“tentunya aku memilih kita berdua akan selamat dan bersenang senang ki…”. Balas Rika.
“jadi kamu tidak mau? Baiklah..”
Set…

“jangan!!!”. Terlambat!!! Crot… Darah segar memenuhi jalanan itu.
“hiks… Yukki… Kau sungguh bodoh… Hiks… Kalau saja kita tidak bermain kalau saja orang asing itu menjawab masa depanmu baik… Mungkin kita sedang tidur bersama di kamarmu hiks…”. Tes…

“Rika… ”
“h.. Hah? Hiks…” “kau sungguh… S… Sahab…bat.. Ter…ba..ik yang pernah a… Ada… Tapi i ini ke keputusanku… ku u ucapkan se… Selam…mat t…tinggal un..tuk..mu i love you… Gomenasai Rika…” plek. Yukki langsung menutup kedua matanya dan tenang di alam sana.

“YUKKI!!! Hiks… I love you to, i miss you…hiks…”.

Tamat

Cerpen Karangan: Talitha Tsaqiifah
Awalnya cuma iseng iseng baca permainan Tsuji – ura , karena membaca itu, aku jadi terinspirasi untuk membuat ceritanya.

Cerpen Tsuji Ura merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Boneka Misterius

Oleh:
Seperti biasa aku sekolah, apalagi hari ini adalah hari piketku. “Vika, Jangan lupa! Kamu kebagian bersihin gudang sekolah!” kata ketua piket. “Sabar ya, Vika!” kata temanku Talia menghibur. Ketika

Jena

Oleh:
Cewek cantik berkulit putih, berambut hitam, dan murah senyum itu bernama Jena. Walaupun murah senyum Jena sedikit misterius. Dia tidak pernah bercerita, tertawa berlebihan pun jarang. Dia hanya tersenyum

Misteri Gadis Di Loteng (Part 2)

Oleh:
Elizabeth mengalami kejadian yang sama dalam hari-hari berikutnya. Tawa-tawa itu masih belum juga mau berhenti, dan ia merasa ia bisa gila jika ia terus mendengar suara-suara aneh seperti itu.

Karena Diundang

Oleh:
Aku menutup kedua mataku. Tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. Apa aku masih akan tetap hidup? Ya, Tuhan. Apa aku bodoh bertanya seperti ini? Billy mendelikkan

LARI!

Oleh:
Lari! Lari! Lari! Hanya itu yang ada di pikiranku saat ini, ketakutanku ini semakin menjadi-jadi…. — Pagi itu adalah pagi yang cerah. Di tengah libur panjang ini, pada hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *