Tunggu Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 27 April 2018

Diam tak bergerak, sengaja aku tak memberi sinyal, hatiku kaku bagai batu, hatiku tak pernah terhias, aku benar benar kesepian, aku butuh teman, aku benar benar sunyi di sini kumohon jadilah temanku (terlihat senyuman menyeramkan darinya).

Kudengar orang membicarakanku, kudengar mereka bilang kalau aku adalah orang aneh dan punya teman seorang hantu, “tegakah mereka bicara seperti itu, aku tak pernah berteman dengan hantu”, batinku.

Seperti biasa pagi ini aku berjalan sendiri menapaki jalan berbatu yang mungkin menertawaiku karena aku selalu sendiri. Sesampainya di sekolah aku melihat semua orang yang lewat tampak bahagia, mereka menebarkan kebahagiaan ke segala penjuru, tapi tidak padaku, karena mereka selalu menganggapku aneh, aku sudah terbiasa dengan situasi ini.

Setibanya di kelas, ku langsung duduk di bagian pojok belakang dekat jendela, karena aku selalu merasa nyaman duduk di situ, di sanalah aku melihat semua siswa tampak bahagia, hanya aku lah yang selalu murung dan hanya menjadi penonton. Aku juga merasa nyaman duduk di sini juga akibat jika aku tidur di kelas aku tidak akan ketahuan, entah kenapa semua orang di kelas ini tak pernah melihat bangku tempat dudukku. Tapi, pernah kudengar bahwa bangku yang kutempati ini bekas seorang siswi di sekolahku juga. Gadis itu bunuh diri tepat di bagian jendela ini. Memang sampai sekarang aku melihat jejak darah slalu mengalir di jendela itu, tapi aku tak pernah takut dan mengatakannya pada semua orang. Sejak kematian siswi itu sampai sekarang, hanya akulah yang mau duduk di bangku ini.

Aku selalu berpikir kenapa mereka tak ingin berteman denganku? ahh aku muak dengan hidupku aku benar benar kesepian!! tangisku mulai pecah.

Kubuka mataku, terlihat dari jendela ada sinar bulan yang sedikit menerangi malam ini, APAA? MALAM???! kenapa aku masih berada di sini, apa aku ketiduran? Tapi kenapa tak ada yang membangunkanku, apa segitunya mereka tak menganggapku? huh hatiku benar benar memberontak saat itu, aku ingin mengakhiri segalanya, aku benar benar muak!

Kemudian kulihat seorang gadis cantik duduk di sampingku, “akhirnya ada juga yang mau duduk di sampingku”, kataku lembut padanya. Ia hanya tersenyum, kulihat wajahnya pucat pasi, lehernya sepertinya patah, banyak darah yang menghiasi tubuhnya, apakah dia hantu?

Lalu ia bercerita padaku, ternyara ia adalah siswi yang bunuh diri itu, ia bunuh diri akibat frustasi dengan hidupnya, sama sepertiku ia dijauhi semua orang tanpa sebab. Ia di sini untuk mengajakku pergi bersamanya. Ku berpikir sebentar dan mengangguk tanda setuju. Lalu ia mendorongku keluar jendela sama seperti yang ia lakukan waktu itu, darah mengalir cukup deras, aku merasakan tulangku patah semua, tapi tak apalah yang penting aku sudah mengakhiri semuanya. Selamat tinggal!!! tunggu aku temanku, kita akan bermain bersama.

Cerpen Karangan: Salsha Meifitra Agna
Facebook: salshameyfitraagna
Halo aku salsha, sekarang aku kelas 2 SMA, salam kenal ya 🙂 follow ig ku @salshameifitraagna semoga kalian suka cerpenku ya

Cerpen Tunggu Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perburuan Di Tengah Malam

Oleh:
Namaku Ferry Aprilianto biasa orang orang memanggilku Ferry. Pada suatu hari aku, Yanto, Susi, Yanti, dan teman-temanku yang berjumlah 12 orang melakukan adu nyali saat tengah malam yaitu, “Perburuan

Di Sebelah Rumahku

Oleh:
Kamis, 15 Desember 2016 Pukul: 22.00 Seharusnya aku sudah tidur malam ini. tapi nyatanya, berkas yang sudah menumpuk 30 cm menjadi alasan untuk aku begadang, lagi. Oh drama koreaku,

Sarinah (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya setelah sarapan Audy, July dan Andre pergi menuju yayasan panti jompo dimana Mbah Sarinah pernah tinggal disana. Dengan perasaan penasaran bercampur dengan kecemasan mereka bertiga turun dari

Malam Jumat ke 13

Oleh:
“Aku gak butuh kamu, aku bisa mengurusnya sendiri” ucap lelaki paruh baya itu “ck, jangankan mengurusnya menyempatkan waktu untuk dia saja kau tak pernah” jawab seorang wanita dengan wajah

Pria Berjubah Hitam

Oleh:
Pagi itu, ku rasa aku adalah orang yang pertama datang ke sekolah. Dan ku rasa tiada siapa-siapa yang ada di situ selain satpam. Ku Tanya satapam itu. “pak, kok

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *