Wanita Pelukis Pasir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 3 January 2018

Kufokuskan pandanganku ke depan. Jam telah menandakan pukul 2 dini hari. Aku memang begadang untuk menonton siaran televisi favoritku.

Blep!
Seketika listrik mati.
Bertepatan dengan itu, terdengarlah suara gesekan pasir; gesekan yang membuat aku memandang sekeliling dengan waspada, takut itu adalah pencuri.

Sekarang gesekan itu diikuti nyanyian merdu nan lemah lembut. Suara itu terdengar dari taman belakang rumah. Di sana ada gundukan pasir tak terpakai.
Pasir? Ah! Mungkin gesekan itu adalah binatang macam ulat yang berjalan di atas pasir.
Tapi…
Dari mana asal nyanyian itu?

Kuberanikan diri membuka pintu taman.
Mataku membulat seketika. Ada wanita berdiri membelakangiku sedang melukis di pasir menggunakan ranting pohon.

Ia menoleh cepat, seolah ia mengetahui keberadaanku. Aku menutup mulutku meski serasa ingin menjerit kencang. Wajah wanita itu berlumuran darah, sebagian mulutnya terkelupas. Aku berjalan mundur.
Sampai ia bergerak ingin mengejarku, aku akhirnya berlari. Namun ia masih lebih cepat, ia menarik kakiku sampai aku pingsan.

Sebuah suara terdengar lembut di telingaku. Aku membuka mata.
“Mengapa sayang?” tanya Bunda.
Hey, mana wanita itu?
Aku menggeleng.
Tapi aku masih bingung, apa aku bermimpi?

Cerpen Karangan: Naysha Alifa
Facebook: Naysha Putri Alifa

Cerpen Wanita Pelukis Pasir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pussy

Oleh:
“Meong… meong…” “Suara kucing? Dari mana? Aduh geli, apa ini? Ha? Kucing? Kucingnya siapa ini? Ayah Bunda kucingnya siapa ini?” “Itu kucing kamu Haura.” Kata Bunda “Kucing Haura?” “Iya

Bloody Mary

Oleh:
Dhea, Rara, Steffi, Amel, dan Keyla berkumpul malam mingguan di sebuah kafe, mereka berbincang-bincang. “Eh guys, gimana kalau kita main ritual bloody Mary pasti seru!!” Ujar Rara. “Bloody Mary?

Misteri Piano Temanku

Oleh:
Ting, ting, ting, terdengar suara temanku hingga ke rumahku. namaku Bella dan nama temanku Desi. Desi memiliki piano classic yang selalu ia mainkan disiang dan sore hari. Desi sangat

Misteri Rumah Kakek Wan

Oleh:
“Ma, kapan kita pulang? aku nggak betah tinggal di sini.” Tanyaku saat kita menginap di rumah seorang wanita yang baru dikenal Mama 5 hari yang lalu. “Ya kita akan

Halusinasi

Oleh:
Hari ini pertama kalinya aku bekerja. Di sebuah pabrik kertas yang letaknya di perbatasan kota. Aku merasa sangat beruntung. Karena selang dua minggu sejak kelulusanku dari sebuah universitas, HRD

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *