Water Ghost

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 30 September 2018

Malam itu, pesta di rumah Candra berlangsung begitu meriah. Candra merayakan ulang tahunnya yang ke 15 tahun. “HBD ya dek” kak Cerry, kakak Candra memeluk Candra. “Thanks kak” jawab Chandra.
Tamu undangan menikmati pesta dengan gembira.

Dibalik kemeriahan itu, ada seseorang yang menyimpan dendam. Yaitu kak Cerry sendiri. “Ajalmu sudah dekat” gumam kak Cherry sambil memperhatikan mantan sahabatnya yang bernama Yora itu. “Aku membencimu Yora! kau harus mati!” Cerry sudah memiliki strategi untuk membunuh Yora. Cerry tau jika Yora tidak bisa berenang. Sedangkan, ia mempunyai kolam renang yang dalam dan lebar.
“Aku tak akan mengampunimu!”

Cerry membenci mantan sahabatnya itu. Karena, Yora telah mengkhianatinya dan merebut kekasihnya, yaitu Aldo. Saatnya Cerry membalaskan dendamnya. “hmm. Yora, ikut aku yuk!” dengan tampang aneh nan heran, Yora menuruti perkataan Cerry. Mereka berdua berjalan menuju kolam renang. “Kamu ngapain ngajak aku ke kolam renang?” Yora penasaran. Cerry tersenyum sinis. “Yora, kau tahu? Kau telah mengkhianati dan merebut Aldo dariku, dan kau tahu? Itu membuatku sedih dan marah. Kau harus menerima balasannya, Yor!!!” Cerry menarik Yora ke tepi kolam renang. “Hah? Mau apa kamu Cer?!” Yora panik. Tanpa basa basi, Cerry pun menceburkan Yora ke kolam renang itu. Yora gelagapan. “Tolong aku!!!” Blup blup blup. Cerry pun langsung pergi dengan kepuasaan. “Kakak dari mana aja?” tanya Candra. “Kakak dari toilet” jawabnya bohong.

Selang kematian Yora, Cerry merasa bebas. “Yuhuuu, I’am freeeee!!!” teriak Cerry di rumahnya. “Kenapa teriak teriak kak?” Candra menutup telinga. “Gak apa, soalnya udah bebas, capek” Cerry beralasan. “Ya udah. Eh, kak Yora kok bisa sih mati di kolam renang kita? Kan jadi serem kak. Bukannya pas itu kakak lagi sama kak Yora jalan ke arah kolam renang ya?!” Candra mulai curiga. “Heh kamu kira aku yang bunuh Yora?! Gila apa aku bunuh temen sendiri. Waktu itu, aku sama Yora emang lagi di kolam renang, terus aku tinggal dia ke toilet, habis dari toilet dia udah mati tenggelam!” Bentak Cerry kasar. “Gak usah pake bentak segala!” Candra pun berlari ke kamarnya dan membanting pintu. “Dasar!”

Sorenya, Cerry memakai pakaian renangnya. Ia akan berenang. Cerry tidak takut untuk berenang di sana setelah Yora mati di sana. Ketika sedang duduk duduk di pinggir kolam renang, sambil mencipakan kakinya, Cerry berkata “Yora, kau telah mati!!!! Yeayyyy Yora udah mati” Cerry bersenandung ria.

Tiba tiba ada yang memegangi kaki Cerry. “Siapa sih?!” dan tangan yang memegang erat kaki Cerry itu menariknya ke kolam renang. Cerry terkejut karena di dalam air ada arwah Yora. Arwah Yora melotot. Arwah Yora pun mencekik Cerry. Cerry meninggal di tempat.

“Aku sudah tenang!” Yora pun hilang.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Water Ghost merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nadine is Calling

Oleh:
“Doni!” teriak Dhika, sahabatku, sembari mengejarku. “Apa?” tanyaku dengan cuek sambil menghentikan langkah dan menoleh kepadanya. “GAWAT! Ada anak pingsan!” kata Dhika sambil terengah-engah. Aku, memang anggota PMR SMA

Mbah Google Lebih Sakti

Oleh:
Malam ini tepat malam jum’at kliwon, dika, aldi, dindan dan via sudah siap untuk bermain jelangkung di samping pemakaman umum yang terkenal angker, bunyi suara burung gagak membuat bulu

Romie Sang Tumbal

Oleh:
Pada tengah hari bolong, Romie berjalan di sekitar taman, setelah beberapa menit berlalu dia pun lelah karena tidak ada sesuatu yang menarik. “Apa ini? Aku ke mari untuk mencari

13 Desember

Oleh:
Malam ini, seorang wanita berambut gelombang tengah berjalan dengan tergesa-gesa melewati jalanan yang begitu sepi. Terang saja, karena jam sudah menunjukan 11.45. wanita tersebut memakai pakaian khas winter, kedua

Sekumpulan Makhluk Aneh

Oleh:
Malam itu tiba-tiba menangkapnya. Tanpa bintang, tanpa bulan, hanya kegelapan. Sambil memegangi sebuah lilin yang menyala, gadis itu berjalan menuju luar rumah. Ia tidak dapat melihat, karena listriknya sedang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *