Be A Hero

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Inspiratif, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 December 2017

Pahlawan super, siapa yang gak mau menjadi seorang pahlawan super. Memiliki kekuatan, dapat membantu orang yang kesusahan, dan disenangi banyak orang. Itulah impian gua saat kecil, dapat membantu orang dengan segala usaha yang dapat gua kerahkan.

Hai nama gua Raditya anandika, gua sering dipanggil Radit dan kadang juga sering dipanggil Dika. Sewaktu kecil gua sangat ingin menjadi pahlawan super seperti yang ada di komik-komik. Sewaktu gua kecil, gua sering dibully sama teman-temanku karena aku selalu berkhayal menjadi pahlawan super. Terkadang gua juga sering dipukuli anak-anak yang umurnya di atas gua, karena gua selalu mencoba melawan mereka disaat mereka mencoba memBully seseorang.

Teman gua pernah berkata kepada gua “berhenti menghayal deh dit buat jadi pahlawan super, pahlawan super itu hanya ada di komik doang” tetapi gua nggak pernah menghiraukan kata-kata teman gua itu. Gua tetap berpegang teguh pada keinginan gua untuk menjadi pahlawan super.

Suatu hari ayah gua pernah berkata “nak berhentilah untuk berkhayal, pahlawan super itu tidak pernah ada. Jangan pernah bermimpi menjadi sesuatu yang tidak pernah ada di dunia” dari kata-kat itu gua tersadar bahwa benar juga, nggak akan ada yang namanya seseorang terlahir dengan kekuatan super.

Sifat gua pun berubah menjadi pemurung setelah gua membuang jauh-jauh impian dan khayalan gua. Hidup gua yang awalnya berwarna, sekarang berubah menjadi abu-abu.

Suatu hari disaat gua sedang berjalan pulang sekolah, gua bertemu dengan seorang kakek tua. Dia menyebut dengan pelan nama gua disaat gua berjalan tepat di depan dia. Tersentak gua pun kaget, kenapa kakek itu bisa tau nama gua, dan gua mulai penasaran siapa kakek itu. Gua pun langsung pergi menghampirinya kembali dan bertanya “kakek tau nama saya dari mana?” kakek itu pun menjawab “kakek tau siapa kamu, dan apa yang kamu inginkan sedari kecil”. Gua pun terdiam dan merasa kesal karena kakek itu mulai bercerita panjang tentang apa yang dia ketahui tentang gua. Dan kakek itu sempat berkata “apa kamu masih ingin menjadi pahlawan super?” Dan gua pun membalas “itu hanya masa lalu, jangan pernah mengungkit-ungkit masa lalu. Pahlawan super itu nggak pernah ada, itu hanya ada di dalam komik saja dan nggak ada yang namanya orang yang memiliki kekuatan super”. Kakek itu pun tertawa, gua pun bingung apa yang sebenarnya yang kakek itu tertawakan. Gua bertanya “apa yang kakek tertawakan?” kakek itu pun menjawab “hehehe menjadi seorang pahlawan bukan berarti kamu harus memiliki kekuatan super, jiwa seorang pahlawan datang dari hati, muncul karena ingin menolong seseorang yang dia sayangi. Kamu pikir, apa seorang guru bukan seorang pahlawan? apa seorang polisi juga bukan seorang pahlawan? mereka adalah pahlawan sesungguhnya di dunia nyata. Mereka membantu untuk merubah dunia juga. Seorang pahlawan bukan diukur seberapa kuat mereka, tetapi seberapa peduli mereka dengan sekitar mereka.” Hati gua pun tersentuh mendengar kata-kata kakek tersebut dan hanya dapat merenung. Disaat gua tersadar dari renungan gua kakek tersebut telah hilang entah ke mana.

Keesokan harinya gua mulai menerapkan dan selalu mengingat apa yang kakek itu katakan.

Disaat gua pulang dari sekolah gua melihat ada seorang wanita yang sedang diganggu oleh tiga orang pria. Tanpa gua sadari, kaki gua bergerak menghampiri wanita tersebut. Dengan cepat disaat si pria itu ingin menampar si wanita tersebut dengan sigap gua menepis tamparan orang tersebut. Salah satu orang itu berkata “lu siapa? Gak usah ikut campur urasan kita dah” gua pun menjawab “kalo berani jangan sama cewek lawan gua” gua pun akhirnya berkelahi dengan tiga pria tersebut. Walaupun gua babak belur yang penting wanita itu selamat.

Wanita itu pun bertanya pada gua “kamu siapa?” gua pun menjawab “gua Radit, lu?” “aku Mira, ngomong-ngomong makasih ya udah nolongin aku tadi” “lu kenal sama orang-orang tadi” “nggak kenal, tadi aku baru pulang sekolah eh tau-tau orang orang itu langsung godain aku” “oh begitu, setidaknya lu sekarang sudah nggak apa-apa kan?” “nggak apa-apa kok” “ya udah gua pergi dulu ya, bye” “bye, and thanks ya”. Gua pun langsung berjalan pulang.

Sejak hari itu, hidup gua mulai berwarna lagi. Gua jadi sering nolong orang apapun masalahnya. Nggak peduli seberapa kuat gua, nggak peduli seberapa hebatnya gua, gua bakalan mencoba menjadi pahlawan dengan gaya gua sendiri.

Cerpen Karangan: Mohamad Raihan
Ig: Creepy_switch
nama: mohamad raihan
pekerjaan: pelajar
hobi: maen game

Cerpen Be A Hero merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


12 Warna

Oleh:
Aku pernah ditanya seorang guru kelas saat masih duduk di kelas 2 SD. Ia bertanya kepada setiap siswa tentang cita-cita. Sejenak, aku sempat berpikir bahwa aku ingin menjadi guru.

I’m Telatan Not Teladan

Oleh:
Senin pagi seperti biasa Indah berangkat sekolah dengan tergesa-gesa. Karena, lagi-lagi dia harus mengalami suatu kejadian yang membuatnya gelisah, Terpepet Waktu! “Pukul 06.45,” desis Indah sambil mempercepat langkah setengah

Menanti Hadirmu Kembali

Oleh:
Setiap sore aku ngaji, aku mempunyai teman cowok paling rusuh, namanya Ahmad, dia beda angkatan untuk sekolah walau sekolah kita beda tapi ngaji kita satu angkatan dan dia yang

Penulis Pemalu

Oleh:
Namaku Putri aku seorang siswi di sekolah menengah pertama di desaku. Aku mempunyai cita cita menjadi seorang penulis terkenal seperti Raditya Dika yang menjadi seorang penulis juga seorang komika,

Kepala Madrasah

Oleh:
Baru kali ini aku merasa betah dengan kepala Madrasahku. Namun bukan berarti kepala madrasahku yang dulu-dulu membosankan atau menjengkelkan ya, karena hakikatnya kepala madrasah pula seorang guru. Yang wajib

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *