Walau Tak Bisa Melihat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Inspiratif
Lolos moderasi pada: 27 November 2015

Sembilan tahun yang lalu aku dilahirkan sebagai seorang perempuan. Semua orang senang menyambutku. Tetapi aku sedih, karena tidak bisa melihat mereka yang sedang menyambutku. Aku terlahir tanpa bisa melihat. Walaupun aku punya dua mata, tetapi apa gunanya. Aku memang tidak bisa melihat, tetapi aku punya dua telinga yang berfungsi. Dengan telingaku aku bisa mendengar. Aku setiap hari memutar musik kesukaanku. Aku suka dengan suara penyanyi terkenal Adele. Apalagi kalau dia lagi nyanyi lagunya yang berjudul Don’t You Remember. Aku juga sering ikut menyanyi lagu itu walau suaraku tidak terlalu bagus.

Kecintaanku dengan musik semakin meningkat. Semakin lama semakin bagus suaraku. Orangtuaku ingin aku menjadi penyanyi. Tapi aku gak percaya. Apa yang akan terjadi jika aku menjadi penyanyi yang tidak bisa melihat. Orangtuaku tetap menginginkanku menjadi penyanyi. Aku menyetujuinya walau aku tidak percaya. Saat umurku sudah 11 tahun, aku sudah rutin mengikuti les musik setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Guru lesku juga ingin aku menjadi penyanyi seperti apa yang dibicarakan orangtuaku.

Satu minggu sesudah kejadian ini, guru lesku mengikut sertakan aku dalam lomba menyanyi tingkat kabupaten. Alhamdulillah aku menjadi juara satu. Aku lolos untuk mengikuti lomba tingkat provinsi. Lagi-lagi aku menjadi juaranya. Orangtuaku menangis terharu di bangku penonton. Saat aku mau pulang dari lomba, guru lesku bilang, “Kekurangan kamu adalah kelebihan kamu.” Aku semakin semangat dengan motivasi itu. Lalu aku menjawab, “Satu tahun lagi, aku mau masuk TV untuk menyanyi.” Orangtua dan guru lesku ingin sekali mewujudkan cita-citaku.

Umurku saat ini 12 tahun. Orangtua dan guru lesku tidak melupakan cita-citaku yang ku ucapkan 1 tahun lalu. Guruku mengikut sertakan aku dalam audisi lomba menyanyi di salah satu stasiun televisi swasta. Aku semangat untuk berlatih. Sata pertama aku maju, semua juri kagum dengan kekuranganku. Aku pun lolos untuk masuk ke semi final. Di semi final, aku menyanyikan lagu kesukaanku yang dinyanyikan oleh Adele yaitu Don’t You Remember. Semua juri dan penonton kagum melihatku. Saat ku ditanya apa yang menjadi motivasi sehingga aku sehebat ini, aku menjawab, “Walau aku tidak bisa melihat, aku ingin dilihat semua orang.”

Cerpen Karangan: Nuha Maulana Ahsan

Cerpen Walau Tak Bisa Melihat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Faiz

Oleh:
Namanya Faiz. Sepupuku yang satu ini sangat aktif. Orangnya juga humoris. Faiz dan aku selalu bermain bersama-sama. Tapi… semenjak aku pindah, aku tak pernah bertemunya lagi. Aku jadi sedih.

Nini si Tomboy dan Jo si Feminim

Oleh:
Di Desa Krintil ada seorang anak manis bernama Nini. Dia tinggal bersama Ibu, Kakak, Adik, Kakek dan Neneknya. Ayahnya sudah meninggal. Mereka tinggal di sebuah rumah yang mewah dan

Kakak Si Kutu Buku

Oleh:
Kring… Kring, suara jam beker pukul 04.30 berbunyi. Tasya segera mengambil air wudhu dan menunaikan kewajibannya dan pukul 05.00 Tasya membaca-baca majalah terkini. Anak pejabat ini memang seorang Fashionable

Bazar Buku

Oleh:
Hai aku syafaat dinihari. Aku akan cerita tentang bisnisku bersama ismu, amira, fania, lisma. “Ahhh bosen” keluhku. “Eh aku punya usul gimana kita bikin bazar buku, untung untung ngilangin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Walau Tak Bisa Melihat”

  1. Dinbel says:

    Kerenssss,,, good job untuk pengarang. Di tunggu karya selanjut nya ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *