Aku Ingin Pergi Darinya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 4 August 2017

Salah satu sobat karibku melakukan kebiasaan duduk di warung, sembari khayati nikmatnya aroma kopi hitam. Dia sempat merenung yang sangat mendalam, dan cukup membuatku refleks. Kami berdua sempat membahas sejenak kaitan renungannya, “Entah mengapa ini selalu berulang-ulang padaku, dan aku ingin pergi darinya apabila terus-menerus nyiksa batinku”.

Panggil saja dia dengan “Mursid”, anak ingusan walaupun usia sudah mendekati kepala tiga. Dia seorang santri yang begitu gemar mengopi sambil mencari tips dan trik di manapun, tanpa kecuali di google. Iya, Ini mungkin faktor utama yang menyebabkan dia sekejap terenung kaitan dengan kehidupannya sekarang. Aku tahu persis jiwa dia yang begitu gagah, walaupun fisiknya sangat jauh dengan kata gagah, alias kurus, kecil, jelek, tapi sok ganteng. Jadi, bukan tipe dia apabila gundah, merenung merasa tersakiti oleh wanita.

Sedikit kriteria dia, adalah seorang blogger pemula yang baru kemarin sore mengenal blog. Selama dia mengarungi dunia blogging, hampir semua hembusan nafasnya dihabiskan untuk meraih hobinya saat itu, berupa mencari pengetahuan hubungan dengan blognya. Kewajiban dia sebagai siswa tersampingkan, kewajiban dia sebagai umat beragama sering tertinggal, dan mendahulukan blognya. Sungguh sangat ironis.

Namun aku sebagai sobat karibnya patut bersukur, karena pada suatu waktu dia sadar bahwa, “Terlalu menuruti nafsu pasti akan merugikannya”. Memang tidak perlu diragukan kembali jikalau seseorang yang selalu mengedepankan nafsu akan berdampak negatif. Seperti halnya dengan Mursidi yang sering melalaikan kewajiban cuman karena blognya.
Singkat cerita, hati dia berkata, “Aku ingin lari pergi darinya, tatkala menjauhkan aku dari Sang Maha Kuasa, Allahu Robbi”.

Cerpen Karangan: Mursidi
Blog: http://caradailku.blogspot.com

Cerpen Aku Ingin Pergi Darinya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hijrah (Part 1)

Oleh:
Seorang pemuda keluar dari pintu dapur rumahnya, wajahnya masih tampak kusam, matanya baru separuh terbuka, dan sepertinya ia masih ingin melanjutkan tidurnya. Suasana diluar rumah masih gelap dan dinginnya

Merindukan Keharmonisan Itu Kembali

Oleh:
Kebahagiaan adalah saat dimana kita dapat berkumpul dengan keluarga inti kita, ada Ayah, Ibu, Kakak dan Adik kita, dan dihiasi dengan cinta serta kasih sayang di dalamnya. Ya, itulah

Riana Dan Keyla Seorang Malaikat Hidup

Oleh:
Pada umumnya terkadang seseorang diciptakan untuk jadi orang yang tidak biasa dan memang harus terbiasa akan tidak kesempurnaannya. Kalimat itu selalu terbayang dalam benak Riana. Pagi itu, matahari masih

Taruhan Cinta

Oleh:
Aku masih berdiri dengan kakiku disini, menatap lurus bangunan megah diseberang jalan itu. Ya, kampus tercintaku. Meski tahun semakin membuatnya terlihat gagah, namun tak begitu membuat kakiku tetap kokoh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *