Aku Tidak Dulu Ke Surga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Rohani
Lolos moderasi pada: 30 July 2014

Untuk masuk ke dalam surga tentunya kita harus berbuat amal yang baik sewaktu di dunia dan harus diniati karena Allah, sehingga di akhirat nanti kita akan dimasukan ke dalam surga. Yang mana surga adalah tempat segala kesenangan yang kekal dan abadi selama-lamanya.

Aku adalah seorang ustadz yang selalu berbuat kebaikan yang selalu bersedekah dan selalu mengajar ngaji ibu-ibu dan bapak-bapak di masjid.

Di pagi hari pukul 07:00 WIB saya keluar rumah sebentar untuk menghirup udara segar karena aku sumpek di rumah. Tiba-tiba ada seorang pengemis dan dia ada di depan rumahku, lalu dia menghampiriku

“Ada apa, ada yang bisa saya bantu” ucapku pada sang pengemis, “tuan berikan aku sedikit uang atau makanan untuk mengisi perutku yang kosong ini karena aku belum makan sejak kemarin” ucap pengemis (sambil menyadongkan tangnya ke saya)

Lalu saya memberi uang pada sang pengemis. “Terima kasih tuan semoga Allah membalas yang lebih baik lagi dari apa yang sudah tuan berikan kepada saya” ucap pengemis, “amiiin” ucapku dan akhirnya pengemis pun pergi karena sudah diberi

Siangnya aku pun pergi menuju masjid Karena ada kewajibanku yang harus aku kerjakan, yaitu ceramah di masjid, karena ada acara pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu. Dan disanalah saya berceramah panjang lebar tentang ilmu yang saya punya.

Setelah saya selesai berceramah lalu saya pulang ke rumah dan di jalan saya bertemu tukang mie ayam yang menjadi langgananku. “Masih ada bang mie ayamnya” ucapku sambil tersenyum pada tukang mie ayam “masih pak ustadz, mau berapa porsi?” “Satu aja bang”. Iya

Singkat waktu singkat cerita waktupun berjalan, aku mengalami sakit-sakitan dan aku merasa bahwa aku akan cepat meninggal. Banyak orang yang menjenguku ada bapak-bapak dan ibu-ibu pengajian, tukang mie ayam bahkan pengemis yang sewaktu dulu saya tolong. Mereka pun berbondong-bondong untuk menjenguku, “pak ustadz yang sabar ya ini ujian dari Allah jika kita sabar pasti Allah akan menolongnaya dan orang yang sakit itu akan diangkat derajatnya oleh Allah, bukankah begitu pak ustadz?“ ucap bapak-bapak dan ibu-ibu pengajin. “Ya, pak ustadz mudah mudahan diberi kesembuhan ya” ucap tukang mie ayam kepadaku. “Semoga Allah memberi yang terbaik untukmu tuan“ ucap pengemis “terima kasih karena kalian sudah menengok dan mendoakanku” ucapku. Dan pada waktu itu juga aku pun meninggal dunia…

Setelah di dunia ada kehidupan selanjutnya yang abadi selama-lamanya yaitu di akhirat, yang mana di akhirat ada dua tempat yaitu surga dan neraka, surga adalah tempat yang menyenangkan dan neraka adalah tempat segala penderitaan yang mana akan kekal abadi selama-lamanya di dalamnya..

Pada waktu itu adalah penentuan apakah masuk atau tidaknya saya ke dalam surga, saya menunggu dan di dalam hati saya berkata “sudah tidak sabar aku menikmati surga yang begitu indahnya yang poll yang telah dijanjikan oleh Allah karena selama di dunia saya sudah menjalankan kewajiban saya sebagai manusia yaitu beramal baik dan beribadah padanya.

Aku sudah tak sabar menunggu panggilan dari Allah tetapi apa yang terjadi ternyata pengemis lebih dulu dipanggil oleh Allah dan Allah pun memasukan pengemis tersebut ke dalam surga, aku pun menjadi gelisah “pengemis saja dimasukan terlebih dahulu kapan giliranku” ucapku di dalam hati

Ada panggilan lagi ternyata yang dipanggil itu bukan saya melainkan bapak-bapak dan ibu-ibu pengajian yang sewaktu di dunia mereka aku ceramahi. Lalu Allah memasukan mereka ke dalam surga. Dan aku pun menjadi lebih gelisah. “Setelah pengemis yang masuk surga, giliran bapak-bapak dan ibu-ibu pengajian yang masuk surga, lah aku kapan?” ucapku di dalam hati. Lalu ada panggilan lagi ternyata itu bukan panggilan untuku melainkan untuk tukang mie ayam yang sewaktu di dunia menjadi langganku dan Allah pun memasukanya ke dalam surga.

Semua orang sudah dipanggil tinggal giliranku menghadap Allah, dan di dalam hati saya sudah merasakan bahwa saya akan dimasukan ke dalam surga. “Wahai uztadz kamu aku masukan ke dalam neraka” ucap Allah padaku, “lah kok aku masuk kedalam neraka? bukanya aku sudah banyak bersedekah, beramal baik dan sudah beribadah padamu waktu di dunia?” ucapku “iya memang kamu sudah melakukan semua itu tetapi kamu melakukanya bukan karenaku melainkan kamu ingin dipuji oleh orang sewaktu di dunia. Aku masukan kau ke dalam neraka” ucap Allah. Dan aku pun dimasukan Allah kedalam neraka…

Ternyata semua itu hanyalah mimpi. Aku terbangun dari tidurku dan menyesali perbuatanku, aku berjanji aku akan beramal baik dan beribadah karena Allah bukan karena ingin dipuji orang lain.

Aku sadar bahwa yang selama ini aku lakukan itu salah aku melakukanya bukan karena Allah melainkan ingin dipuji…

-SEKIAN-

Cerpen Karangan: Fauzul Cholissodin
Facebook: Fauzul_cs-blogger

nama: fauzul cholissodin
alamat: cisaar rt/rw 11/03, kec. pamarican kab. ciamis prov.jawa barat
twitter: @fauzul_cs
facebook: fauzul cholissodin

Cerpen Aku Tidak Dulu Ke Surga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Denyut Kehidupan Vallen

Oleh:
“Aduh, pelan-pelan Bu!” “Sakit ya Nak?” Gemetar, bibir ibu yang mulai membuka percakapan kepada buah hatinya ini, air mata yang mengalir lembab di pipi anaknya seakan memberi perintah agar

Seberkas Cahaya Di Tanah Rantau

Oleh:
Entah kenapa wajahnya selalu saja murung. Sapaan demi sapaan yang datang bertubi-tubi ditepisnya dengan kalimat acuh tak bermakna. Sehingga menyisakan ribuan tanya di hati sahabat-sahabatnya. “Antum kenapa, akhi ?”

Gadis BerCadar Ungu

Oleh:
Kemilau langit di senja hari mumbuat mata tertegun melihatnya. Kicauan burung pun menandakan jika ia telah kembali ke sarang masing-masing. “baiklah anak-anak sampai di sini dulu perjumpaan kita. Ibu

Idealis Sang Pendaki

Oleh:
Embun pun masih menempel di dedaunan, sinar sang mentari masih tertutup awan pagi, belum ada tanda-tanda terik hari ini. Di lapangan hijau pagi sekali sudah ramai pecinta olahraga, sibuk

Mengaku Ahlul Sunah Wal Jamaah

Oleh:
Sehabis salat subuh aku kedatangan teman baruku, seorang teman yang rajin sekali berdakwah. Masih muda, mungkin usianya sekitar 18 tahun. Dia itu tamu tapi malah dia yang membeli kopi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *