Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Gadis BerCadar Ungu

Kemilau langit di senja hari mumbuat mata tertegun melihatnya. Kicauan burung pun menandakan jika ia telah kembali ke sarang masing-masing. “baiklah anak-anak sampai di sini dulu perjumpaan kita. Ibu akhiri, assalamu’alaikum...

Menggenggam Impian

Tengah hari itu, kabupaten Lahat seakan membara. Hujan yang tak kunjung datang membuat matahari berpijar di tengah petala langit. Tanah mulai gersang berselabut debu seakan menyemburkan uap api neraka yang mendidih panas....

Sebingkis Pesan Untuk Kekasihku

Jam sepuluh siang, Arif datang kerumah Arinda dengan langkah pasti bahwa hari ini adalah hari terakhir ia melihat rumah Arinda, langkah Arif terhenti saat ia tepat berada di depan pintu, dengan bekal keberanian Arif mengetuk...

Nasihat Ayah

Matahari mulai tenggelam tanda hari sudah malam dan adzan berkumandang. Aku segera menuju ke Masjid, Tapi sebelum ke Masjid aku harus bersiap-siap dahulu sembari menunggu kedua temanku Fara dan Deva. Selang 10 menit teman-temanku...

Ketentuan Sang Pencipta

“ibu kok nangis !” sapa Rizal yang melihat butiran embun di pipi sang ibunda. “ada apa bu ?” lanjutnya sambil mendekati ibunda yang duduk di dekat telepon. “apa ada hal yang menyedihkan sehingga...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply