Anggi And Dinda Are My Best Friends

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 24 October 2016

Sejenak aku menghela napas, untuk kemudian mulai beranjak pergi meninggalkan tempat ini. Tempat yang begitu banyak menyimpan kenangan manis bersama mereka. Sebagai insan yang hidup di kolong-kolong langit sang Illahi, tak sempurna rasanya bila tak ada sosok sahabat yang menemani.

Anggi dan Dinda, 2 sahabat sejoli yang senantiasa ada dalam suka maupun dukaku. Bagiku, sahabatku adalah dairyku. Kurang afdol rasanya bila sehari saja tak bersua dengan mereka. Tingkahnya yang terkadang menjengkelkanku itulah yang selalu kurindu.

Masih aku ingat, saat itu langit yang cerah tiba-tiba berubah warna menjadi hitam pekat pertanda hujan deras akan segera datang. Dan betul saja, beberapa menit kemudian hujan deras pun datang menghantam atap-atap sekolahku. Aku, Dinda dan Anggi bergegas menuju musollah sembari menunggu hujan reda. Disana, di ruang sepetak yang dihiasi dengan beberapa kaligrafi aku dan mereka bercerita tentang arti persahabatan. Sebuah janji persahabatan pun terlontar dari hati dan diucapkan oleh lisan kami masing-masing. Disaksikan derasnya hujan yang datang, Anggi sahabatku yang berkacamata itu mulai mengeluarkan kalimat yang membuat air mata ini berlinang.

“Tak terasa, tidak lama lagi tidak ada lagi Anggi, Dinda dan Indri yang selalu dzuhur bareng di musollah ini” Kata Anggi sambil menggenggam erat tanganku dan Dinda.

Hujan tampak mulai reda, akhirnya aku bersama dua sahabat ku itu pun lekas meninggalkan musollah untuk selanjutnya berjalan pulang menuju rumah masing-masing.

Sesampainya aku di rumah, langsung kulepaskan sepatuku dan menaruhnya ke lemari sepatu. Kubuka pintu kamarku dan aku mulai merebahkan tubuhku di atas ranjang.
“Huuhh, capeknya” kataku yang baru sampai di rumah dari sekolah. Jam menunjukkan 16.35 WIB. Kudengar ponselku berdering pertanda ada pesan masuk. Kutatap layar ponselku dan kulihat ternyata ada pesan dari Anggi. Kubaca pesannya yang berisikan

“Ukhtiku, jangan lupa sholat asar ya. Ana uhibbuki fillah”. Aku pun langsung bangkit dari ranjang dan bergegas melaksanakan sholat asar.

Waktu berputar cepat, dan kulirik jam yang menempel di dinding kamarku.
“Sudah pukul 18.30 rupanya” kataku dalam hati, aku pun langsung bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib. Selepas sholat magrib, langsung ku buka mukena yang membalut auratku. Namun ketika mukena masih setengah kubuka, ponselku kembali berdering pertanda pesan masuk. Kali ini bukan pesan dari Anggi, tapi dari Dinda yang isinya
“Ukhti.. Jangan lupa tilawah ya..”
Hmm. Aku pun membatalkan niatku untuk melepaskan balutan mukena itu untuk kemudian mulai meraih al-Quran yang terletak di meja belajar ku.

Selesai aku bertilawah, kutekuk sedikit badanku dan kupeluk erat lututku serta aku bersandar di balik dinding kamarku. Sejenak aku merenung
“Every day and every time kedua sahabat ku ini selalu mengingatkan aku akan ibadah. Apakah akan kutemukan lagi sahabat seperti mereka bila akhirnya akan berpisah demi menggapai cita? Ya Rabb, satukanlah kami selalu dalam indahnya cinta-Mu. Kokohkan ukhuwah kami walaupun akhirnya kami tak dapat sering-sering bersua seperti saat ini” begitulah kira-kira keluh kesah hatiku mengingat waktu yang akan memisahkan aku dan kedua sahabatku itu.

Hari demi hari pun berlalu dengan cepatnya. Sudah lama sekali aku dan mereka tak berjumpa. Dinda yang sudah di Bandung, Anggi yang sudah di Medan dan aku yang sudah di Surabaya. Haha, tawaku getir sekali, saat aku mengingat semua candanya, tawanya dan tingkahnya yang tak jarang mengundang gelak tawa tersendiri.

Dan pada hari ini, aku kembali di tempat ini, tempat dimana janji kita diucapkan. Tapi ada suatu pemandangan yang tak biasa terlihat olehku. Di jendela musollah itu tak kulihat lagi kau, Dinda yang selalu bercermin memperbaiki kerudung dan tak kulihat lagi kau, Anggi yang selalu duduk di depan pintu musollah.

Sahabat, aku sungguh merindukan kalian. Cita-cita kita untuk meciptakan “MPS SHOW” semoga lekas dikabulkan.
Dan..
Tetaplah menjadi sahabat dunia akhiratku.

Cerpen Karangan: Indri Wahyuniati
Facebook: Indri Wahyuniati Mps
Nama: Indri Wahyuniati
Ttl: Pekan Baru, 23 februari 1998
Alamat : Sinaman 2, kec. Pam. Sidamanik, kab. Simalungun, Sumaterq Utara
Email: Indriwahyuniati1998[-at-]yahoo.com
Wa: 085359997441
Sedekar informasi..
Buat anda yang butuh solusi, motivasi dan temen curhat, saya Indri Wahyuniati siap menjadi teman curhat anda. Caranya cukup hub aja salah satu akun sosmed di atas. Terimkasih
Nb: hanya untuk akhwat (muslimah)

Cerpen Anggi And Dinda Are My Best Friends merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kau Lewati Begitu Saja

Oleh:
Kamu selalu sama. Aku selalu kamu lewati begitu saja. Dan perkataanku bukan apa-apa untukmu. Kamu juga berpikir kisahku tak ada artinya. Bagai angin yang berhembus di telingamu, dan kamu

Terlupakan, Gak Mungkin (Part 1)

Oleh:
Namaku Els Muise Waise, aku siswa kelas 11 Sekolah Menengah Atas di sebuah kota yang sangat buruk keadaannya. Huft keadaan udara di sekitar kota semakin panas. Asap kendaraan tersebar

Reuni

Oleh:
Hari ini hari yang cerah untuk menikmati hidup. Suasana begitu sejuk di pagi hari seharusnya membawa aura semangat bagi para manusia untuk melakukan aktivitas. Namun, ada sosok manusia di

Pelangi Senja Di Kelasku

Oleh:
Tidak ada nada pada tiap syair dalam tiap baitnya, aku memang tidak bernada. Apalagi tiap kata yang aku rangkai sangatlah sederhana. Sesederhana aku mencintaimu, tanpa kamu tahu, tanpa harus

Vitamin C++ (Part 2)

Oleh:
Tak terasa, pelajaran pertama pun usai kami lewati, kini pelajaran kedua yang tak lain pelajaran Biologi. Biologi merupakan pelajaran yang sangat aku sukai dan bisa dibilang aku cukup mahir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *