Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Hapuskan Memoriku Tentangnya

“Selamat ya…” Malam ini, 22 Januari 2013 aku menjadi ratu semalam di sebuah pesta besar. Aku berharap ini menjadi titik awal kehidupanku menuju hidup gemilang. Semoga kebahagiaan ini tak berlalu begitu saja. “Capek...

Cahaya Malam di Bumi Jabaliyah

Di bawah sinar matahari yang teriknya, gadis kecil itu masih berdiri sambil meneteskan air matanya. Bajunya kotor dan ada sedikit bercak-bercak darah. Jilbab yang dipakainya tak seluruh menutupi rambutnya. Mungkin pada bagian...

Tegar, Ikhlas dan Bersyukur

Aku adalah seorang pria yang boleh di bilang lugu, cupu dan kurang pergaulan, Semasa aku smk aku di kenal sebagai anak yang biasa saja tapi aku mempunyai mimpi dan tujuan yang besar “aku ingin menjadi orang yang di...

Surga Yang Terluka

Pagi yang sama dan biasa. Matahari masih menyembul malu-malu di timur, embun menitik dan memeluk pucuk-pucuk teki, menjinjit disela-sela daun beluntas, membasahi kelopak bunga-bunga kenikir. Angin menghembuskan udara dingin...

Cerita Sejanak di Waktu Berdetik

Cerita ini akan menceritahkan tentang seseorang dimana dia mulai melangkah memulai masa depan dijalan yang dia sendiri tidak tau akan mengarah kemana. Tiap sejanak waktu dia terus berjalan-berjalan menuju jalan yang dimana...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply