Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Anak-Anak Hujan

Pagi mengabarkan hidup dengan seberkas sinar cerah dari balik rimbun pepohonan. Burung-burung mulai riang berkicau bersama angin. Seperti biasa, kurangkai sederet skema hidupku hari ini dengan suka cita, mengiringi senyum...

Ibu… Perhatikanku…

Hari ini, ngapain ya? mau apa? ah tahu deh, cape aku, mikir ibuku yang ketusnya minta ampun. Pagi hari tepat sahur pukul 4 dini hari, aku terbangun dari tidurku yang sangat melelapkan diriku, aku terbangun dengan senyum manis,...

Bukan Orang Gila

Senja menjelang malam. Di punggung bukit ini mentari bersandar. Bias cahayanya lembut mewarnai langit barat. Sadar atau tidak sadar bias cahaya itu telah mengubah wajah bukit sandaran matahari ini jadi sebuah fenomena: tentang...

Pelangi Sederhana

Elsia adalah namaku Pagi buta.. bunyi kericikan air wudlu membangunankanku. Seperti biasa ibuku bangun lebih awal. Bahkan dia bangun sebelum suara adzan subuh berkumandang. rumah kecil ini hanya ada aku dan ibuku. Sudah 10...

Surat Terakhir buat Kakak

“boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” Sejenak kumenghentikan bacaanku,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply