Astaghfiruka Wa Atubu Ilaik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 30 October 2017

Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah ketika aku tahu perbuatanku salah, tetap saja aku lakukan. Kebodohan terbesar dalam hidupku adalah ketika aku mencintai seseorang melebihi cintaku kepada-NYA maka kecewalah yang aku dapati.

Yaa, sesuatu yang berlebihan sangatlah tidak baik. Tanpa kita sadari ketika kita cinta terhadap seseorang, cintailah Allah terlebih dulu. Dekatkan dirimu kepada-NYA maka semua yang kita butuhkan akan diberi oleh-NYA. Karena ketika kita yakin kepada-NYA maka IA tidak akan pernah mengecewakan kita. Tapi terkadang kita lah yang selalu mengeluh dan tak pernah bersyukur dengan segalanya yang sudah Allah berikan.

Semua manusia butuh menyesal, agar manusia bisa berubah menjadi yang lebih baik. Aku termenung pada satu waktu, waktu dimana saat aku bersujud dan bersimpuh kepada-NYA. Dalam sujudku kutumpahkan segalanya dan berkata “Rabbi.. Aku ingin bergantung pada-MU, seutuhnya” seketika aku merasakan ketenangan setenang-tenangnya, aku yakin ketika aku mulai berjalan kepada-NYA maka IA akan berlari kepadaku.

Saat kita merasa telah banyak dosa yang kita perbuat, ketika kita merasa bahwa kita tak pantas menjadi hamba-NYA, jangan putus asa meminta ampun kepada Allah. Karena apa? Allah gak pernah putus asa buat ngampunin kita, Allah mengampunin dosa semuanya. Tapi selalu kita berkata “Tapi saya pernah berbohong Yaa Allah, Saya pernah durhaka kepada orangtua saya Yaa Allah, Saya pernah pacaran (yang mendekati zina) Yaa Allah, Saya pernah melukai hati orang Yaa Allah”. Selalu itu yang kita ucapkan, selalu dosa-dosa itu yang kita sebutkan, tanpa pernah kita sadari semuanya telah diampuni. Saat kita beristigfar memohon ampun kepada-NYA “ASTAGFIRULLAHALADZIM”. Ingat, Allah itu tidak pendendam seperti kita. Allah membalas sesuai dengan amalan kita, begitu kita istigfar Allah lupain dosa kita.

Allah maha pengasih dan maha penyayang. Kapan lagi waktu untuk kita kembali dan bertaubat jika bukan sekarang. Selagi ada waktu pergunakan waktumu. Rubah sedikit demi sedikit semua keburukanmu, pelan-pelan kita menuju baik maka semuanya akan berubah. Hidup kita akan lebih baik dari sebelumnya jika kita benar-benar bergantung dan berserah diri kepada-NYA. Jika cibiran dari orang-orang yang kita temui nantinya, katakana kepada mereka “Maaf, memanglah kami bukan wanita/pria yang sholeh/sholeha. Hanya saja kami sedang belajar menjadi lebih baik, jika kami salah tegurlah kami jangan menghina”. Tidak ada daya dan upaya yang bisa kita lakukan kecuali terus berusaha menuju baik dan berdoa kepada-NYA.

Allah telah berjanji kepada semua hambanya. “Barang siapa yang bersabar maka ia akan beruntung dan siapa yang bersyukur akan kutambahkan nikmat kepadanya”. Belajarlah untuk menjalani hidup yang lebih baik dengan bersabar dan selalu bersyukur, selalu mengingat dan menyesali semua dosa-dosa kita, menjadi manusia-manusia yang lebih baik lagi yang benar-benar takut akan murka Allah SWT. Bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dengan sepenuh hati kuatkan niat kita untuk kembali ke jalan-NYA. Jalan yang diridhoinya.

Yaa Rabb…
Aku adalah seseorang yang jauh dari-MU
Aku ingin kembali kejalan-MU
Aku ingin bergantung seutuhnya kepada-MU,
Karena ku tahu kau tak pernah mengecewakanku…

Yaa Rabb…
Berilah aku waktu untuk perbaiki segalanya
Berilah aku waktu untuk menjadi manusia yang lebih baik
Ampuni dosa-dosaku dan dosa ibu bapak ku…

Yaa Rabbi…
ASTAGHFIRUKA WA ATUBU ILAIK
Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-MU…

Cerpen Karangan: Jeany Navita Anwar
Facebook: Jeany Navita Anwar
Ini adalah cerpen ke 4 ku yang aku share ke cerpenmu.com
Aku harap semua cerpen ku dapat diterima dengan baik oleh para pembaca.
Follow instagram aku di @navitaanwar

Cerpen Astaghfiruka Wa Atubu Ilaik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mahkota Untuk Bunda

Oleh:
Zahra Khoirunnisa atau biasa dipanggil Nisa. Ia seorang anak yatim, ayahnya meninggal ketika Ia masih berumur 2 tahun. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kecil beralaskan kardus. Ia

Pumba

Oleh:
“Wooooo! Tumben banget lo, Fel?,” tanya Riska dengan menyalami Felly seperti biasanya. “Sejak kapan lo jadi hijabers dengan gaun kayak begitu, hah?!,” tanya Billy. “Kalau bukan karena aturan sekolah

Nyanyian Cinta

Oleh:
Kembali berkisah…. Tentang sebuah cinta… Udara panas di siang hari menambah buliran-buliran keringat di keningnya. Jilbab biru yang dikenakannya terus berkibar tertiup angin sedari tadi. Wajahnya terlihat lelah. Namun

Kesempurnaan Hati

Oleh:
Di sebuah perjalanan pulang, fikri ingin menyempatkan diri terlebih daluhu pergi ke sebuah masjid, terlihat dengan jelas di balik kaca mobilnya sebuah masjid yang sangat megah, arsitektur yang sangat

Perjalanan Waktu

Oleh:
Hari-hari tetap seperti biasanya. Matahari masih terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. Semilir angin masih menghiasi hiruk pikuk dunia yang semakin tua ini. Kicauan burung tiada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *