B Melt

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 10 February 2018

Jika ingin tahu bagaimana dia? Seperti apa dia?, apakah punya sifat peduli atau biasa aja atau malah cuek tidak peduli antar satu dengan yang lainnya. Mengetahui kebiasaan dia, mengetahui sifat yang benar-benar asli yang murni memang itu adalah dia. Bagaimana menghadapi ketika tiba-tiba masalah bertubi-tubi datang dalam satu waktu. Bagaimana bagaimana bagaimana bagaimana dan bagaimana seribu bagaimana bisa langsung terjawab. Selain itu juga, pertanyaan selain bagaimana juga bisa secara langsung bisa terjawab dalam satu waktu dan kegiatan. Apakah sebenarnya dia itu mempunyai kepedulian atau tidak? Apa yang akan dilakukan ketika ada suatu masalah? Apa apa dan apa akan langsung dijawab pula. Pertanyaan mengapa dan yang lainnya bisa langsung dijawab. Apakah itu? Ya.. jawabannya adalah ketika kita melakukan perjalanan panjang secara bersama-sama. Begitulah, perjalanan panjang secara bersama-sama maka akan terbongkar semua apa yang ada dalam diri kita. Dan kita juga bisa mengetahui sebenarnya seperti apa dia… Apa-apa yang dirahasiakan dalam diri kita akan kemungkinan kecil terjaga dalam diri. Maka kampus tempat saya belajar mengadakan acara yang sangat menakjubkan dan sangat spektakuler. Untuk membangun jiwa-jiwa muda yang memiliki semangat yang tinggi, umur yang muda, tenaga yang masih kuat dan umur yang panjang (Aamiin).

Suasana dini hari yang begitu dingin menusuk tulang-tulang, baris berbanjar terpisah antara ikhwan dan akhwat. Ini adalah awal kami akan melaksanakan perjalanan kaki menuju suatu tempat yang sangat jauh. Tepat pukul 03.00 dini hari kami dikumpulkan, setelah shalat tahajud berjama’ah. Berbagi pembekalan perjalanan diberikan oleh pembina dan selalu mengingatkan untuk selalu patuh kepada amir safar. Pembekalan makanan seperti gula merah dibagikan kepada setiap orang untuk bekal perjalanan. Gula merah dapat menambah energi karena banyak mengandung karbohidrat dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Lantunan doa sebelum berangkat terucap dari setiap bibir dengan penuh berserah diri kepada Allah SWT.

Derap langkahpun dimulai, menerjang angin dini hari yang sangat menusuk. Embun membasahi muka-muka para pejuang yang sudah siap dengan berbahai rintangan yang dihadapi. Jilbab besar dan khimar yang lebar ini tidak menghalangi untuk melakukan perjalanan kaki yang jauh ini. Semangat yang dibawa tidak jauh berbeda dengan semangat juang para ikhwan. Lantunan hadits-hadits, jargon, dan takbir terlontar dari amir safar untuk memberikan semangat untuk para jama’ahnya.

Semakin lama semakin jauh jarak yang ditempuh, rasa lelah sudah mulai menghantui. Keringat mulai membanjiri seluruh tubuh membasahi apa-apa yang dipakai. Sifat-sifat yang ada dalam diri kami keluar dengan sendirinya, tanpa permisi terlebih dahulu. Tidak ada yang sadar akan sifat aslinya keluar dalam diri mereka masing-masing. Berbagai rintangan dan hambatan yang dilalui. Rasa panas karena cuaca, emosi, egois, pegal-pegal, bahkan ada yang lecet menjadi satu menjadi orang-orang PMS. Disitu adalah peran yang harus dilahirkan untuk mengatasi masalah tersebut untuk keberlangsungan kekuatan dalam berjama’ah. Rasa ngeluh yang dapat menular keseluruh jama’ah yang lain harus bisa ditahan dan disembunyikan. Saling menolong dan berbagi kepada setiap jama’ah. Itu adalah ibrah yang dapat diambil dalam melakukan safar.

Menaklukan 45 km bagi yang ikhwan membutukkan 21 jam perjalanan dan bagi yang akhwat sekitar 35 km membutuhkan sekitar 18 jam. Itu adalah bentuk prestasi yang sangat mengagumkan dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Dengan beban tas dipundak yang begitu berat kami mampu menaklukan sampai tujuan. Meskipun beberapa ada yang tidak bisa melanjutkan perjalanan karena alasan yang syar’i. Otot-otot kaki dan pundak yang sangat tegang, telapak kaki yang sangat panas dan bengkak itulah saksi dari perjalanan kami.

Ini adalah cerita kami keluarga Esh-shafic yang mampu menaklukan bagian dari yogyakarta. Yaitu dari Bangunjiwo sampai ke Cangkringan dalam pelatihan B-Melt (Basic Management Enterpreneurship and Leadership Training)

Cerpen Karangan: Risnayanti
Facebook: Rysna yanti

Cerpen B Melt merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hitam Putih

Oleh:
“Felly!,” panggil Riska saat melihat Felly tengah meladeni orang yang tengah memarahinya. “Riska?!,” panggil Felly tidak menyangka saat ia melihat Riska sahabatnya muncul di pagi hari yang buta. Dengan

Lembaran Baru Dalam Rahasia Hati

Oleh:
Malam bertabur bintang. Beralaskan atap, berselimutkan langit, dan dengan bantal tangan menyilang aku menikmati suasana malam ini. Aku tidak sendiri karena Tramp selalu ada di sampingku. Ya, Tramp adalah

Muadzin Warsidi

Oleh:
Warsidi adalah juara adzan kabupaten, dan sebentar lagi kemungkinan dia akan menyabet juara satu adzan provinsi. Bagi warsidi memenangi perlombaan itu adalah satu langkah maju menuju cita-cita mulia ayahnya.

Tangan Yang Diatas

Oleh:
Bulan ramadhan adalah bulan yang paling di tunggu orang muslim. Bagi Farid, ramadhan tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari dia harus hidup sendiri tanpa ibunya yang

Santri Bel

Oleh:
Setelah liburan panjang selesai, santri santri itu mulai kembali ke pondok untuk melanjutkan menimba ilmu, namanya juga habis libur panjang santri santri pun masih terbawa kebiasaan rumah dari mulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *