Belajar Dari Semut Yang Kecil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 16 June 2019

Namaku adalah Azmia, aku memang masih kecil tetapi aku peduli akan keadaan alam yang begitu indahnya ini. Waktu itu, aku sedang bermain bersama temanku yang sering memberitahukan kepadaku apa artinya semut. Ternyata saat itu banyak sekali keajaiban semut yang kecil itu.

Adzan dzuhur telah berkumandang, aku segera bergegas ke mesjid untuk berwudhu dan melaksanakan Shalat Dzuhur.

“Bagaimana rasanya setelah kamu wudhu?” Tanya temanku yang ta’at sekali dengan ajarannya Alloh Swt. Ia bernama Miftha Syakira dia adalah temanku tercantik di kelas, dia tak pernah sekali-kali menyombongkan kecantikannya, bahkan ia pandai dalam hal menjaga diri. “Subhanalloh, ternyata setelah aku berwudhu aku jadi tenang ya!” Jawabku, dengan nada lembut.
“Itulah keajaibannya Alloh Swt. Dengan air wudhu kita bisa tenang. Udah ahk nanti bicaranya, yuk kita masuk keburu selesai sholatnya,”
“Oke kak,”
Aku dan miftha segera masuk ke mesjid dan melaksanakan Shalat Dzuhur.

Akhirnya selama 10 menit kami shalat, dzikir, dan berdo’a di dalam, ternyata shalat itu sangat menyenangkan.

Disaat itu banyak sekali semut yang berjejer di lantai sebelah mesjid. Dan, aku langsung melontarkan pertanyaan, “Mif, ini kenapa banyak semut?” Aku bertanya sambil memukul-mukul semut yang banyaknya minta ampun.
“Eh jangan dipukul-pukul itu semutnya azmia, kan kasian.”
“Kenapa harus kasihan mif, lagian ayahku juga suka bunuh semut,”
“Jangan azmia, ceba aku tanya sama kamu, bisa nggak kamu membuat semut?”
“Nggak,”
“Nah, coba perhatikan betapa besarnya keagungan Alloh, semut kecil tapi dia bisa bertahan hidup, dan coba kita bayangkan, Alloh besar bisa menciptakan semut yang kecil, wah kayaknya usus, jantung, dan hatinya kecil banget. Tapi masya Alloh, darahnya mengalir, jantungnya berdetak, dan bisa bertahan hidup. Jadi kita nggak ada hak untuk membut semut itu mati,”
“Ouh begitu ya, aku baru tahu mif, makasih ya udah ngingetin.”
“Iya Sama-sama,”

Nasihat: Jangan pernah menyepelekan makhluk Alloh karena sesungguhnya Mereka bisa jadi lebih kuat darimu. Wallohuallam Bissawab.

Cerpen Karangan: Aa Bahagia
Facebook: facebook.com/aduh.guedy
Blog: Mutiara-islam.blogponsel.net

Cerpen Belajar Dari Semut Yang Kecil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anggrek Persahabatan

Oleh:
Valerina adalah gadis kecil yang bisa dipanggil valeri, ia memiliki sahabat bernama anne yang sangat menyukai bunga, apalagi bunga anggrek Di pagi yang cerah valeri sudah siap berangkat sekolah

Perpustakaan KKPK

Oleh:
Entah kenapa? dan sejak kapan aku suka. membaca? tapi sepertinya itu karena KKPK. Sepupuku punya buku anak itu. Kupinjam buku KKPK miliknya. Aku tertarik dengan buku itu. Kusisihkan sedikit

Senja Di Negeri Palestina

Oleh:
Malam itu malam yang indah sebelum puluhan rudal meluluh-lantakan bumi palestina, rudal-rudal berjatuhan bagai pesta kembang api di malam tahun baru. Dua rudal meledakkan atap rumah dan halaman belakang

Jangan Meremehkan Orang

Oleh:
Arshifa sekarang sedang kesal karena bu Resty -wali kelas- memasangkannya dengan Selina dalam suatu proyek. Ia pun mengeluh kepada Bundanya. “Bunda, aku tidak mau berpasangan dengan Selina saat mengerjakan

Tentang TV

Oleh:
Allahu akbar…. Allahu akbar….. “Alqa sayang, sudah maghrib tuh. Ayo di matikan TVnya. Kita ke masjid yuk, sholat berjamaah.” Kata ayah Alqa Alqa yang sedang asyik menonton program kesukaannya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *