Bersyukur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 2 February 2016

Dengan langkah pelan, sepasang suami istri Firman dan Susi sedang berjalan bergandengan tangan. Namun tiba-tiba sepasang suami istri lain yakni Doni dan Dina berboncengan dengan kendaraan bermotor melintas di hadapan mereka.

“Tuh Mas, orang lain ke mana-mana pakai motor. Kapan kita beli motor Mas?” Rayu Susi kepada suaminya. Namun apakah anda tahu apa yang Doni dan Dina bicarakan ketika sebuah mobil carry melintas di hadapan mereka? “Mas, orang lain pake mobil kapan kita bisa beli mobil?” Rayu Dina kepada suaminya Doni. Sementara itu, sepasang suami istri Rani dan Reno di dalam mobil carrynya melihat di hadapan mereka melintas sebuah mobil sedan Honda city. “Pa, lihat tuh mobilnya bagus kapan kita beli mobil bagus, nyaman sepertinya kalau ada polisi tidur pantatku enggak akan sakit kayak naik mobil butut ini.” gerutu Rani pada Reno.

Di dalam sebuah mobil sedan Honda city hanya ada pria seorang Gito namanya, ia melihat sepasang suami istri melintas di hadapan mereka yakni Firman dan Susi yang kala itu sedang bergandengan tangan. Gito pun seraya bergumam dalam hatinya yang sangat sedih. “Kapan aku bisa berduaan berjalan gandengan tangan seperti sepasang suami istri ini, alangkah bahagianya mereka.” Itulah yang Gito alami, istrinya terlalu sibuk melakukan bisnis di luar kota. Hidup tak akan pernah bahagia jika kita selalu melihat kehidupan orang lain di atas kita. Syukuri, dan jalani itulah yang akan membuat hidup kita bahagia.

Bersyukur hari ini kita bisa makan daging sapi, di luaran sama masih banyak orang yang makan sepotong ayam. Bersyukur kita hari ini bisa makan sepotong ayam, karena di luaran sana masih banyak orang hanya memakan sebutir telur. Bersyukur hari ini kita bisa makan sebutir telur, karena masih banyak orang-orang yang hanya makan dengan sepotong tempe. Bersyukur hari ini kita bisa makan dengan sepotong tempe, di luar sana masih banyak orang-orang hanya makan dengan kerupuk. Bersyukur kita hari ini masih bisa diberi makan hanya dengan kerupuk, masih banyak orang-orang hanya makan dengan garam.

Bersyukurlah kita masih bisa makan walaupun dengan garam, karena masih banyak sekali orang-orang di luar yang tidak bisa mendapatkan makan. Bersyukurlah walaupun kita terasa lapar, karena pertolongan Allah begitu dekat. Allah tidak akan membuat hambanya kelaparan, bersyukurlah masih diberi kesehatan. Sehingga kita semua bisa berikhtiar, berikhtiar adalah kewajiban kita, soal hasil atau tidaknya rejeki itu urusan Allah. Kita diberi kesempatan untuk hidup, pastilah sudah ada jatah makan (rejeki) yang sudah ditentukan oleh Allah.

Cerpen Karangan: Risya
Facebook: holysuci16[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Bersyukur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Buku Ramalan Zodiak

Oleh:
Namanya Fanya Putri. Biasa dipanggil Fanya. Dia orangnya rajin, sederhana, logis, jika menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, analistis dan kritis. Ia mempunyai cita-cita menjadi Polwan. Fanya bersekolah di SDN

Setitik Cahaya Harapan Si Gadis Buta (Part 2)

Oleh:
Beberapa hari berikutnya… “Zah… Zizah…”, panggil Kak Raka. “Ada apa Kak…”, tanyaku. “Kamu akan segera bisa melihat Zah…”, ucap Kakakku seraya menggoyangkan tubuhku. “Benarkah Kak…?”, ucapku sangat senang. “Benar

Kodok Keputusasaan

Oleh:
Di sebuah desa terpencil, hiduplah seekor kodok yang bernama Kodok keputusasaan. Kodok keputusasaan selalu mengeluh dan menyerah pada setiap usaha yang dilakukannya. Semenjak kejadian 2 tahun yang lalu, Kodok

Wajibkah Puasa?

Oleh:
Sore yang cerah dihari pertama bulan ramadhan. Di sudut pusat kota tampak sebuah mushola sederhana dengan seorang ustazah muda dan cantik dikerumuni oleh anak anak yang sedang mengaji. Ustazah

Adilkah Tuhan Kepada Kita?

Oleh:
Banyak kalangan remaja yang saat ini mengaku bahwa dirinya muslim namun pada kenyataannya jarang menjalankan apa yang diperintahkan oleh Tuhan yang maha kuasa. Apakah kita berhak mengatakan bahwa kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *