Bioritmik Abyad

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 15 August 2016

“Assalamuaaikum mak, Felly pulang Mak!”
“Waalakumussalam, Subhanallah tambah cantik aja nak.”
“Iya dong Mak, anak siapa dulu dong, Emak gitu loh, hehehe,” kata Felly sambil nyungir sumringah karena kembali dari Jerman setelah proyek pekerjaaanya telah selesai.
“Udah yuk masuk dulu Fel, sini Mak bantu bawa kopernya.”
“Iya, Mak!”

Tak sempat untuk melangkahkah masuk ke dalam rumah, terdengar teriakan serak namun menyakitkan hati Felly. Bahkan kata-kata itu selalu teringat di benak dan juga pikiran Felly. Baginya, kata-kata itu adalah sebuah pelecehan untuk Maknya yang hanya seorang penjahit baju yang penghasilannya tidak seberapa dan juga tidak menentu.
“Pemilik pabrik kucing udah pulang, ya? Selamat datang kembali ya ke desa ini! Oh ya, gimana perjalanannya ke Jerman? Seru? Atau hanya sekedar kortingan dari kakek bongkok karena sebuah alasan, yaitu cinta?,” ledek salah satu tetangga yang berseberangan letak rumahnya dengan rumah Felly
“Kena…” kata Felly terputus karena ibunya menarik pergelangan tangannya untuk masuk ke dalam.
“Udah Fel, orang gitu gak usah diladenin!,” jawabnya dengan berairnya mata lembab itu.
“Mak kenapa menangis?”
“Enggak kok, Mak gak papa Fel. Udah yuk ke meja makan! Mak udah masakin makanan kesukaan kamu Fel, tumis daun pepaya,” katanya dengan senyum di sudut bibirnya.
“Iya deh Mak,” katanya sambil berjalan menuju meja makan.

Sesampai di meja makan, Felly memakan makanan sederhana itu dengan lahapnya. Sampai-sampai, ia tidak menyadari bahwa Maknya memandangnya dengan deraian air mata yang terus mengalir tiada henti. Felly adalah seorang anak tunggal bagi Mak Parmi. Suaminya yang pergi begitu saja tanpa tanggung jawab untuk membiayai Felly telah menjadikan Mak Parmi dan Felly hidup di rumah kecil itu. Rumah dengan dua kamar dan dapur yang sangat sederhana. Hal itu terihat dari kompor tanah liat dengan bahan bakar kayu untuk memasak kebutuhan sehari-harinya.

“Felly, kamu bahagia kan nak tinggl di luar negeri?”
“Iya Mak, Felly bisa makan enak setiap hari dan juga tidur nyenyak di kasur yang empuk. Tapi, masakan Mak yang satu ini tidak bisa ditandingi oleh koki di Jerman. Bagi Felly, masakan ini lebih dari apapun Mak.”
“Bisakah kamu kembali ke sana Nak?”
Seketika Felly tersentak oleh kata-kata Mak Parmi yang menyuruhnya meninggalkan ibunya ke negara orang lain. Baginya, apakah kurang perpisahan selama tiga tahun ini? Kata-kata itu membuatnya tersedak hingga ia harus meminum segelas air yang telah dituangkan Mak Parmi sebelumnya.
“Maksud Mak apa?”
“Felly, maafkan Mak ya Nak. Selama ini kamu tidak bisa hidup nyaman seperti di Jerman karena ledekan tetangga kepada kita.”
“Mak, Felly selalu merasa bahagia hidup bersama Mak. Dalam hidup Felly, orang yang telah meledek kita sebagai pabrik kucing adalah orang yang tidak bisa mencintai Nabi Muhammad utusan Allah! Mak, kita memelihara kucing dan kucing itu berkembang biak di rumah ini sebanyak itu, karena bagi Felly rumah ini seperti rumah yang ditempati oleh Nabi. Bukankah hewan kesukaan Nabi adalah seekor kucing? Apakah Mak tidak ingat itu?”
“Bukan masalah itu Felly, Mak teringat saat kamu diledek oleh anak-anak desa saat kamu masih sekolah SMP. Banyak kata yang membuat Mak seakan-akan ingin kamu tidak menganggap Mak sebagai ibu kamu lagi Fel. Perkataan mereka untukmu sebagai anak orang yang sombong, sok kaya tapi kere, dan juga anak yang tidak bisa mencapai cita-citanya karena miskin dan kaya akan anak kucing. Felly, Mak ingin kamu sukses lebih dari ini Nak, jikalau ada teman kotamu yang bertanya tentang Mak, kamu bisa bilang kalau Mak sudah tiada Nak. Felly, Mak hanya ingin kebahagiaan kamu saja. Mak takut kamu akan malu dengan hal ini!,” jawabnya dengan derasnya air mata yang membuat Felly herus menampar meja makan akan hal ini. Kepribadian Felly saat ia marah adalah menampar benda di sekitarnya. Namun, sebenarnya hatinya begitu lembut. Hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat kelembutannya.
“Mak, apa mak ingat perjuangan Mak saat Felly masih SMP? Mak rela harus berlutut demi uang Rp.100.000 untuk membayar SPP sekolah agar Felly dapat mengikuti ujian sekolah akhir semester. Lalu, Mak rela harus meminjam beras kepada Bu Wiwik untuk makan kita hari itu, saat Mak tidak mempunyai uang sama sekali dari hasil jahitan. Dan harus Mak ingat juga saat Mak meminjam uang untuk Felly agar Felly dapat berangkat ke Surabaya untuk kuliah, itu pun Mak harus meminjam ke semua orang desa dan mereka tidak mau karena Mak telat membayar saat tiba waktunya. Penyebanya adalah pendapatan Mak yang tidak menentu. Mak, ikutlah Felly ke kota dan tinggalkan desa ini serta lupakan kenangan bersama ayah saat Mak masih di sini!”
“Felly, apakah kamu yakin tidak membuang usahamu selama ini hanya untuk memperlihatkan Mak yang seperti ini kepada dunia?”
“Mak dengar baik-baik kata Felly ini! Felly tidak pernah beli kue saat istirahat tiba dan hanya bisa pergi ke perpustakaan sekolah pada saat istirahat pertama. Pergi ke ruang guru untuk bertanya soal matematika tentang soal yang tidak dimengerti oleh Felly. Serta, belajar setiap malam hingga Felly harus ketiduran di meja belajar dan memiliki anemia setiap Felly harus ujian. Baik itu ulangan harian, UTS, maupun UAS. Tidak mempedulikan kata orang, hanya untuk mencapai derajat yang melebihi mereka. Bukankah Mak pernah bilang kepada Felly lebih baik kita membekali hidup seseorang dengan ilmu didandingkan dengan harta dunia?”
“Baiklah kalau kamu tetap ngotot tentang hal itu, Fel.”
“Memang Mak, dulu Felly hanya orang yang bodoh dan tidak bisa menentang mereka karena Felly tidak memiki apa-apa. Tapi, saat ini Felly bisa berbuat yang sama kepada mereka. Memberikan mereka pelajaran yang sama seperti kita dulu!!!”
“Felly, jangan!!! Kesuksesan kamu bukan untuk menghancurkna orang lain Nak. Asal kamu tahu, Yang Maha Kuasa memberikan kamu kesuksesan dan bisa terbang tanpa sayap seperti ini bukan untuk mengahancurkan sesama, melainkan ini adalah ganti dari kesabaran kamu selama ini!”
“Ok, Felly tidak akan melakukan apapun kepada mereka jika Emak mau ikut dengan Felly ke kota. Menikmati hidup baru dan juga menghirup nafas segar tanpa rasa sesak di dada akibat dari olokan mereka semua!”
“Baiklah jika itu mau kamu Fel. Mak akan turuti kamu!”
Felly hanya mengagguk dengan raut wajah lega setelah mendengar jawaban dari Mak Parmi yang mau ikut bersamanya ke kota.

Sejak saat itulah kata-kata yang ke luar dari mulut usil dan centil mereka tidak pernah ke luar lagi setelah melihat kehidupan Felly yang semakin membaik. Rumor yang telah terdengar dari mereka adalah kesuksesn Felly yang semakin menggila sebagai seorang Insinyur Arsitek, dan juga Decoration Home Classic yang terkenal. Selain itu, Mak Parmi yang dulunya hanya memegang mesin jahit, kini telah memegang butik batik dengan desaignnya sendiri.

Di sela-sela kesuksesan Felly serta emas yang mengelilinginya, ia tidak pernah melupakan orang-orang yang membutuhkan uluran tangannya. Tidak hanya itu, setiap ia memiliki waktu luang, ia kerap pergi ke panti asuhan di sekitar kota tempat tinggalnya untuk menghibur anak yatim dan juga memberikan mereka ilmu dari apa yang ia punya.
Dalam hidupnya, ia telah berdiri di teguhan hati untuk menghilangkan rasa benci yang telah ia pendam kepada orang yang telah menyakitinya di masa lalu. Memang, sulit rasanya untuk melakukan hal seperti itu. Terutama jujur untuk tidak membencinya, padahal sebenarnya masih ada secerca kebencian yang masih belum sempurna untuk dihilangkan.
Tapi, hal baik akan selalu dibalas baik. Begitupula dengan usaha keras dan niatan, saat kita mau berubah menjadi yang lebih baik, tidak akan sia-sia selama kita mau berusaha, mempunyai tekad yang kuat serta niatan untuk mencapainya dan juga selalu mengingat-Nya. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, tentunya dengan kehendak-Nya.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Kerudung Putih)
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook saya yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) , twiiter @nur_zamzani atau E-mail pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id. Dengan alamat, Jl. Rambutan, Pesanggrahan selatan, Bangil, Pasuruan. Prestasi yang pernah saya raih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM dan berbagai buku antologi. Antara lain adalah, Menjembut Ridhomu, Sapa malam teriak rindu, Dream Wings, dll.

Cerpen Bioritmik Abyad merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kutemukan Cinta di Pangkuan Mama

Oleh:
Dentuman keras jam dinding mengagetkan ruangan serta seisinya, tak terkecuali gadis dengan kacamata tebal yang setiap hari bertengger manis di atas hidungnya. Waktu menunjukkan pukul dua belas, pertanda sudah

Adat Batak

Oleh:
Kenalkan, namaku Caitlin.. aku keturunan amerika dan medan.. ayahku medan dan ibuku amerika, sehingga walau namaku barat, tapi aku tetap menyandang sebuah marga/boru.. nama lengkapku Caitlin Graceva Andita Sibuea..

Aku Menginginkan Duniamu

Oleh:
Hai, namaku Adam. Aku sama seperti kalian yang bersekolah untuk menuntut ilmu. Aku tidak pernah mengetahui sisa umurku di dunia yang didiagnosis oleh dokter. Karena ibu melarangku untuk mengetahui

Emas Berharga

Oleh:
Dia tak kunjung sembuh. Sudah bertahun-tahun dia mengidap penyakit itu. Bagaimana bisa, aku pun tak percaya. Tapi aku baru mengenalnya selama sebulan. Karena aku baru pindah ke rumah ini

Apapun Asal Bukan Katak

Oleh:
Sejak kelas 2 SD aku sudah menyatakan perang dengan hewan amfibi yang satu ini. Kenapa? Karena menjijikan. Bukan cuma itu, katak itu jorok! Nyebelin!!! Dan masih banyak keburukan dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *