Dimana Al-Qur’anku?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 4 August 2015

Subhanallah. Indahnya langit itu. Sore ini Allah melukiskan beberapa coretan jingga di langit senja sore ini. Senyumku pun bagai burung-burung yang berterbangan dengan anggun di atas garis jingga itu.

Aku pun pulang. Tapi kali ini aku sendiri. Brilla masih piket. Dan aku harus cepat pulang karena aku harus membantu Ibu menjaga toko. Habisnya tokonya terlalu luas dan Ibu hanya mampu menjaga bagian depan. Lalu yang belakang siapa? Satu-satunya adalah aku. Langkahku pun kupercepat mengingat langit telah mendung pertanda hujan akan segera mengguyur bumi.

Seperti biasa aku memasuki toko lalu langsung menyalimi Dan mengulum senyum pada ibu. Ibu tersenyum menyambut tanganku yang akan mendarat di tangan mulusnya.
“Gimana Kak sekolahnya?” tanya Ibu sambil menata baju dan rok khusus baju Muslim di etalase baru. Kami memang berjualan pakaian. Alhamdulillah selama ini toko rame per harinya. Ibu juga menanggapi usulku, tiap hari Jum’at dan Minggu harga gratis. “Alhamdulillah Bu. Ujian matematika Retha dapet 100 Bu. Aku gak nyangka lho” ujarku. “Iya dong, anakku harus pandai. Ya udah kamu ganti baju dulu gih di atas.” kata Ibu. Aku mengangguk dann segera berlari ke atas.

Aku menaruh tasku di meja, lalu bergegas ke kamar mandi untuk ganti baju. Sore ini aku memakai rok biru jeans sampai bawah mata kaki, baju blus lengan panjang berwarna putih polos yang tengahnya (depan belakang) terdapat sebuah emoticon big smile, dan kerudung biru muda kubalut di kepala berambut ikalku. Baju seragamku aku gantung di teras atas. Agar tidak kotor dan kusut.

Aku pun makan sejenak lalu turun ke bawah sambil menenteng sebuah buku di cengkraman kedua tanganku: Al-Qur’an. Buku yang sungguh suci dan mulia tentunya, dan dia sangat memuliakanku dengan kupelajari buku yang diturunkan Dia, Allah SWT.
Memang setiap aku menjaga bagian belakang toko, aku kesepian akhirnya lebih memilih untuk membaca Al-Qur’an.
Tapi entah mengapa saat aku sudah duduk Al-Qur’anku tidak ada. Wow. Aku langsung menangis sejadinya. Ibu menghampiriku. “Kenapa kok kamu nangis?” tanya Ibu. “Al-Qur’an ku dimana Bu..!” tanyaku sambil mondar mandir seperti setrika.
“Al-Qur’an mu kan ada di tanganmu?” jawab Ibu. Wah, betapa malunya aku. Udah dilihat orang banyak lagi. Hihi.. aku ceroboh!

Cerpen Karangan: Sabitha Ayu N P M
Facebook: Sabitha Thatha

Cerpen Dimana Al-Qur’anku? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keikhlasan Cinta

Oleh:
Siang ini langit cukup mendung, matahari telah sedari tadi menyembunyikan diri di balik hitamnya awan tebal. Sekalipun begitu, hujan tak juga turun menyiram bumi. Angin bertiup sepoi-sepoi, sejuk nian

(Masih) Rani, Si Otak Kritis

Oleh:
Ya, ya, ya. Kehidupan pondok memang melelahkan. Cuci baju sendiri, cuci piring sendiri, menyetrika baju sendiri, makan sendiri (bohong!), tidur sendiri (bohong lagi!), mandi sendiri (ini baru bener!). Semua

Anak Pesantren

Oleh:
Hari sudah terlampau sore, mentari sebentar lagi akan tenggelam. “Teeett. . . teeett. . .”, terdengar suara bel yang berarti waktu istirahat sudah berakhir. Seorang anak laki-laki yang menuntut

Adakah Kedamaian Untukku?

Oleh:
Sudah berhari-hari aku dan ibu beserta kedua adikku berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tapi gejolak peperangan itu belum juga usai, seakan gelombangnya mengukuti kemana langkah kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

0 responses to “Dimana Al-Qur’anku?”

  1. Auliya R. says:

    pendek banget ya 😀
    real story ya pasti ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *