Doa yang Terkabul

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Islami (Religi), Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 26 August 2015

Suara kokokan ayam selalu membangunkanku di setiap hari. Keluarga kami hidup di daerah pegunungan. Hanya kami yang selalu berdoa agar mendapat rezeki dari Allah SWT. Aku dan Ayah hanya bekerja sebagai sol sepatu dan lain sebagainya. Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga. Setiap hari keluarga kami dibebani oleh beban yang berat -ujian yang berat- antara lain: Ayahku dililit hutang yang butuh biaya banyak sekali, Ibuku tidak bisa membeli atau membuat makanan untuk kami. Makanya, Ayahku dan aku harus bekerja keras.

“Caca, sudah siap belum?” tanya Ayah.
“Sudah, yah,” jawabku.
“Yuk, kita berangkat.” lanjut Ayah
“Oke!”

Tiba di tempat sol sepatu.
“Capek, ya?” tanya Ayah kemudian.
“Enggak, kok, yah. Caca masih semangat.” Tiba-tiba.
“Pak, saya titip sepatu saya yang bolong untuk diperbaiki, ya,” kata orang yang ingin diperbaiki sepatunya.
“Ya, ya.. silakan!” jawab Ayah.
“Terima kasih!”

Esoknya. Orang yang kemarin ingin diperbaiki sepatunya kembali ke kami.
“Sudah belum, Pak, sepatu saya?” tanya orang itu.
“Oh. sudah. Rp. 20.000, ya, Bu.” jawab Ayah. Orang itu memberikan uang yang banyak pada Ayah.
“Bu, ini kan banyak sekali.”
“Sudah tidak apa-apa. Itu kan, bentuk ucapan terima kasih saya.” jawabnya.

Terima kasih Allah SWT! Kau telah mengabulkan doa kami.
Ayah yang dililit hutang pun langsung membayarnya. Ibu kini bisa memasak dan membuat makanan untuk keluarga kami.

Cerpen Karangan: Malika Arindi Putri
Blog: malikacute1.blogspot.com
Malika Arindi Putri yang biasa dipanggil Lika lahir di Purwokerto 27 Juni 2004. Sekolah di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Pwt. Bagi yang ingin menyapa kirim email ke likashinoda[-at-]gmail.com kunjungi blognya: malikacute1.blogspot.com follow twitternya: @lika_shinoda.

Cerpen Doa yang Terkabul merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cukup Disadari

Oleh:
Kak Zain harus pergi, sekarang! Ya, untuk sebulan ke depan. Dia saudara kandungku satu-satunya. Lalu, aku bercerita pada siapa? Kak Zain Permana Pratama, masih SMA kelas 2 di SMAN

Mutiara dan Bunga (Part 2)

Oleh:
Sejak pagi kami semua mempersiapkan pakaian yang hendak dikenakan saat lamaran Halimah nantinya. Aku begitu antusias memilihkan kebaya terbaikku untuk Halimah. Dia tampak senang dan penasaran. Berkali-kali dia menanyakan

Hujan Dalam Gelap

Oleh:
Rintik air menari di jemariku. Aku memandang langit berwarna kelabu sambil terus memainkan jari-jariku di tetesan hujan yang turun tanpa henti. Gelap, gelap! Ku katakan langit kelabu, ketika raja

Membuat Kue

Oleh:
“Aduhh… Aku lapar,” kata Yanti sambil memegang perutnya. Rita pun bergegas menuju ke ruang makan. sampai di ruang makan, Rita melihat meja makan yang masih kosong.” Kok, meja makan

Peri Mimpi

Oleh:
“Aku yakin.. Peri mimpi itu ada. Aku pasti membuktikannya” ucap berlina kepada teman-temannya. Berlina pun berlari menuju perpustakaan untuk mencari buku tentang peri mimpi. Hasilnya pun nihil. Tidak ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *