Dokter Bismillah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 19 April 2014

Pagi itu mentari indah bersinar di atas langit timur, disambut indahnya segerombolan kabut yang datang dengan tiba-tiba, para petani membawa cangkul dan sapi sapi mereka untuk membajak sawah-sawah mereka, ya maklum lah setiap musim hujan pemandangan seperti ini tak jarang ditemui di desaku, ya desaku berada di daerah dataran tinggi pegunungan, yah… indah sekali jika kita cinta pada tumbuhan melihat desaku ini. Anak santri musholla masih sibuk dengan bacaan Al quran mereka, suara speaker musholla terdengar begitu keras namun begitu menyejukkan Sukma yang bangkit membuat sejarah baru di hari yang begitu singkat.

“tadi malam kok tidak ke sholawatan?”. Kata pak Ustadz.
“Tadi malam, kami semua sedang pergi ke desa sebelah ustadz”.
Orang bersorban ini yang menjadi panutan kampung kami, perangainya indah, lemah lembut dan ramah. Apa yang terucap dari mulutnya menjadi ladang ilmu bagi kami sekampung. Kami selalu ikut sholawatan yang kata beliau Sholawatan bukanlah bid’ah, bahkan Allah dan Malaikat-Nya saja bersholawat.

Kebanyakan orang yang tinggal di desaku adalah penganut faham Ahli As-Sunnah Wal Jamaah yang sering dianggap sebagai biang keladi pada setiap kerusuhan, namun hal ini sebenarnya adalah pandangan buta terhadap aliran yang aku anut ini, menurutku aliran ini adalah aliran yang benar, penuh rahmat, tidak identik dengan kekerasan, mengedepankan Al Quran dan Assunnah, dan banyak lagi lah yang menarik, tidak seperti yang dianggap mereka tentang yang terjadi selama ini. kami lebih suka sholat berjamaah di masjid bersama-sama.

Ada kejadian aneh yang kami alami selama kami tinggal di desaku ini, dan sangatlah menakjubkan. ya ini adalah kisah sekilas yang pada suatu hari, tak seperti biasanya semakin hari semakin ramai juga desaku ini, padahal pada awalnya desaku ini adalah desa yang hening tanpa sedikitpun terdengar suara gaduh dari arah jalan desa, namun hari-hari ini malah banyak sekali mobil-mobil pengusaha sukses dan orang-orang berdasi hulu lalang melintas di jalan desa dan orang termiskin di desaku kian hari semakin kaya bahkan menjadi orang terkaya se kecamatan.

Semua orang pun bertanya-tanya tentang keanehan ini, Ki Sufyan namanya orang ini mendadak kaya semenjak orang-orang bermobil mewah sering datang ke rumahnya. “kok bisa seperti ini ya? hanya dalam hitungan hari Ki Sufyan menjadi kaya bahkan melebihi orang terkaya se kecamatan”. tanya salah satu tetanggaku. tidak hanya tetanggaku ini yang merasa heran, bahkan aku pun heran dengan semua ini.

Sampai pada suatu hari salah satu dari tetanggaku ini memberanikan diri bertanya pada salah satu orang yang datang ke rumah beliau ini.
“mas, ada apa kok sampeyan datang kesini”.
orang berdasi ini dengan nada agak marah menjawab “tolong jangan halangi jalan saya pak, saya terburu-buru, masih ada meeting di tempat saya besok pagi”.
Tetanggaku bertanya lagi “mas ini gimana sih, wong meetingnya masih besok kok sudah buru-buru sekali?”.
Dengan serentak orang ini menjawab “masalahnya bukan itu pak, rumah saya ini di sulawesi, kalau saya tunda kepulangan saya ini, bisa-bisa saya telat dong”.
Mendengar jawaban lelaki ini kami semakin tercengang dan semakin heran saja, kok bisa orang jauh bisa tahu dengan orang termiskin di desaku ini, dan menimbulkan pertanyaan yang makin besar pda orang ini.
“sampeyan kok tahu pada Ki Sufyan?”.
“gini pak, istri saya sakit keras sudah beberapa bulan, saya sudah berobat kemana-mana bahkan sudah ke luar negeri, tapi hasilnya nol besar pak, kemudian saya didatangi mimpi aneh, dalam mimpi itu saya bertemu dengan orang berjubah putih, dia berkata pada saya. jika isteri anda ingin segera sembuh datanglah pada seorang tua yang dikatakan tinggal di desa ini, lengkap dengan nama desa, kecamatan dan kabupatennya. dan secara kebetulan saya memiliki karyawan yang tahu persisi alamat yang diberitakan oleh orang di mimpi saya ini dan saya pun pergi kesini, dan saya ajak dia ke tempat ini, dan ternyata benar apa yang dikatakan orang berjubah putih dalam mimpi saya itu, Ki Sufyan sama persis wajahnya dengan orang yang ditunjukkannya. Sungguh mengagumkan, seminggu yang lalu saya kesini membawa istri saya dan hanya dalam hitungan menit, istri saya pun sembuh dari sakitnya. Dan saya sangat berterima kasih kepada Ki Sufyan, tapi Ki Sufyan malah marah-marah dan mengatakan bahwa jangan kau berterima kasih kepada saya, saya hanyalah manusia biasa, yang menyembuhkan istri anda adalah Allah swt, dan saya tidak tahu siapa Allah itu? Memangnya dia sehebat Ki Sufyan Tah?” tutur orang asing ini.
Kami terkejut serentak seraya berkata “bapak ini bagaimana sih, dia itu tuhan kami, tuhan yang maha Rohman, Maha Rohim, pemilik dan penguasa alam semesta, memangnya bapak ini agamanya apa, kok bisa tidak tahu pada Allah?”,
“saya ini beragama Hindu” ucapnya. dan setelah bercerita orang itu pergi dengan terburu-buru menuju mobil bagusnya. Menancap gas dan pergi meninggalkan, kami yang masih menganga kagum.
Kami hanya bisa menggaruk garuk kepala mendengar cerita yang jarang kami temui ini, kenapa nasib mujur berpihak pada orang yang orang-orang anggap kecil belakangan ini.
“bagaimana kalau nanti sore sebelum sholat maghrib kita langsung ke rumahnya dan bertanya”.

Dan pada sore harinya setelah pulang dari ziarah kuburan, kami pun bergegas menuju rumah Ki Sufyan menyimpan seribu pertanyaan yang akan kami utarakan pada beliau, bahkan kami akan menginterogasi orang ini dengan detail, apa sebenarnya yang dimiliki orang ini sampai begitu spesialnya.
Namun anehnya beribu-ribu pertanyaan itu hilang entah kemana, ketika memandangi wajah Ki Sufyan yang begitu arif, yang kami ingat hanya pertanyaan yang sangat mengganjal pikiran kami.
Kami pun bergegas mengutarakan apa yang kami pikirkan dan bertanya pada beliau.
“ki, kenapa hari-hari ini anda banyak kedatangan tamu?”.
Kami yang duduk tertegun khusuk, bahkan lebih khusuk dari orang yang mendengarkan khutbah jum,at tersentak mendengar rentetan jawaban dari ki Sufyan. Ki Sufyan dengan suara berwibawa manjawab sambil bercerita pada kami.
“begini ceritanya, dari tahun ke tahun saya memiliki amalan khusus yang sangatlah mudah dan sangat pendek bacaannya siapapun bisa mengamalkannya, tak satu pun orang yang tak mengenali bacaan yang sudah mendunia ini, fadlilahnya Masya Allah, begitu nyata dan mengagumkan, buktinya saya ini, yaitu BISMILLAHIRRAHMANIRROHIM, namun saya membacanya dengan hati yakin lillahi taala, mungkin semua ini adalah buah dari semua itu dan saya diberikan keajaiban khusus hanya dengan membacanya orang yang saya sentuh bisa sembuh dengan izin Allah Swt”.

Dari jawaban yang Ki Sufyan sampaikan, kami seakan menemukan nuansa baru yang tidak kami temui di diri Ki Sufyan yang dulu, Dia terlihatlebih berwibawa dari pada ustadz panutan kampung kami itu.
Ki Sufyan menambah nasehatnya, seakan dia lupa sesuatu yang ingin dia katakan.
“oh ya… kalau baca Bismillah harus dibaca sebelum setiap ingin melakukan sesuatu, karena jika tidak barokahnya akan hilang, percuma kita berbuat sesuatu tanpa dibarokahi”.
Kami seakan dihipnotis oleh kata-katanya yang menyejukkan jiwa.
Orang seperti inilah yang hendaknya menjadi contoh, orang kecil tapi bisa membuat sejarah yang besar, dari pada orang besar, tapi suka merusak hal hal yan sudah berkembang besar. kami yang mendapat jawaban itu sadar bahwa itulah keistimewaan bismillahi dengan keyakinan bahwa Allah mengabulkan apa yang kita pinta.

“kenapa?, kalian mau bukti, coba penyakit apa yang kalian derita selama ini?”. Ucapnya menantang.
“kalau kami sih sehat-sehat saja, cuman kata ustadz, penyakit yang paling parah bagi manusia adalah penyakit hati, kalau itu bisa tidak disembuhkan dengan Bismillah?”.
“Bukan hanya itu, bahkan jika kalian sudah bisa menyembuhkan penyakit hati itu, pasti juga bisa seperti saya ini.”
Kami terdiam sejenak, bagitu kemudian Ki Sufyan membalikkan badannya dan mengambil barang-barang yang ada di belakang kursinya itu.
“ini… saya punya sesuatu buat kalian”.
Ki Sufyan menghadiahkan kami baju koko dan sarung yang masih harum dan baru.

Kami mendapatkan ilmu lebih dari Ki Sufyan.

Cerpen Karangan: Zainul Hasan
Blog: http://santrisocialmedialover.blogspot.com
Zainul Hasan, (20 thn) PP. ROBITHATUL ISLAM Krejengan Probolinggo Jawa Timur

Cerpen Dokter Bismillah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Arief Jadi Pengantin

Oleh:
Pagi masih berkabut. Embun masih bergelayut manja di tepian rerumputan seolah enggan untuk turun membasuh tanah. Hunian serasa sepi ngelangut meski samar-samar terdengar suara beberapa ibu tadarus bergantian di

Ternyata Aku Sama Saja Seperti Mereka

Oleh:
“Kadang mereka hanya melihat manusia lain dengan sebelah matanya. Menilai sesuai penglihatan mereka dan tidak berniat melihat lebih jauh. Itulah salah satu kesalahan manusia.” Aku terus mendengarkan nasihat yang

Tahajud Nenek Aisha

Oleh:
“Labbaik Allahuma Labbaik. Labbaik Laa Syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak.” Itulah ucapan talbiyah yang ingin nenek Sumtiantuti ucapkan di tanah suci

Kang Ahsan

Oleh:
Kang Ahsan orang yang tak terpandang tampan, orang yang bukan seorang juragan, bahkan kaya pun tak ingin diharapkan olehnya, tak tampan tak jadi masalah bagi beliau meski hanya satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *