Free Palestine

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 14 March 2017

“Tolong kami, bangsa bangsa yang menyayangi kami. Di sini kami tersiksa. Tolong kami!!!” teriakku di salah satu stasiun tv.

Di Gaza, Palestine.
Aku sedang bermain main bersama Niam dan Isma. Mereka sahabatku. Setia kepadaku. Kami memasuki rumah gubuk di dekat taman. Di sana, kami bermain riang penuh canda tawa.

“Aku pulang dulu ya! Isma, Niam. Sudah waktunya shalat dzuhur” ucapku kepada Niam dan Isma.
Kami berpamitan menuju rumah masing masing.

“Ummi, aku shalat dulu ya!”
“Iya, silahkan!”
Aku bergegas mengambil air wudhu, dan langsung bergegas ke kamar dan memakai mukena.

“Allahu Akbar!”
Ketika shalatku di rakaat 2 terdengar…
Ciiiitttt…. Duarrrr
Seketika itu, ummi datang menghampiriku.
“Isya!!! Ayo, ikut ummi!”
Aku tetap fokus pada shalatku dan terdengar suara itu lagi.

Stelah aku selesai shalat, aku langsung pergi ke luar rumah melihat keadaan sekitar.
Oohhh.
Aku kaget. Melihat Isma dan Niam terbaring dengan penuh darah.

Tentara Israel menghampiriku.
“Kamu! Akan kami bunuh atau..?” Aku langsung shock seketika. Badanku gemetar. Tanpa rasa takut, aku melawan.
“Mau apa kau membunuh umat kami? Umat Allah yang dicintai. Buat apa kau ke sini?” Aku mendorong tentara itu sampai terjatuh.
Aku berlari menjauh.
Sungguh, aku benar benar ingin menangis. Mengapa mereka sampai ingin merebut negara kami? Bangsa kami? Islam kami?
Aku menatap mereka yang telah terkulai lemas.
Sungguh beritahukan kepada Allah agar kami diberikan kemudahan. Betapa Allah telah menguji kami dengan cara ini.
Tolong bantu kami.
Palestine.

Cerpen Karangan: Fathiya Hasna Khairunisa
Hai!! in my crpn k brp enth, aku ngrng crita ini trinspitsi dri plestine yg tlh drbut olh plestine,

Cerpen Free Palestine merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pangeran Bukrah

Oleh:
Malam tampakkan gelap. Memaksa makhluk-makhluk lemah terbatas menyalakan penerangan untuk jalannya. Mengukir hiasan di sepanjang perjalanan pulang Rana. Ia perhatikan kanan, didapatinya barisan lampu jalanan berkolaborasi dengan lampu merah

Merindukan Keharmonisan Itu Kembali

Oleh:
Kebahagiaan adalah saat dimana kita dapat berkumpul dengan keluarga inti kita, ada Ayah, Ibu, Kakak dan Adik kita, dan dihiasi dengan cinta serta kasih sayang di dalamnya. Ya, itulah

O Seram

Oleh:
“AhhhHH…“, Teriakan Dewi mengagetkanku dan Alex. Dengan lincah Aku segera mencari Dewi yang barusan bilang kalau ingin cuci muka. “Kamu kenapa Dew?” Sambil membuka pintu Aku bertanya kepada Dewi

Surat Terakhir buat Kakak

Oleh:
“boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” Sejenak kumenghentikan

Hitam Putih Hari Raya

Oleh:
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.. Allaahu akbar.. Walillaahilhamdu Samar, kudengar lantun merdu takbir raya memenuhi langit maghrib petang itu. Aku mengusap wajahku dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *