Hafalan Qur’an untuk Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 September 2017

Hai namaku Salma. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Nama kakakku Aisyah. Kita selalu bercanda kadang bertengkar. Aku pusing, ketika aku melihat Ibu selalu ditampar Ayah, gara-gara disuruh shalat doang. Dulu Ayah sangat baik sekali. Kenapa Ayah sifatnya berubah?

Jum’at, 01 Januari 2010
Pada jam 11 siang, Ibu membangunkan ayah untuk shalat jum’at, tapi Ayah mendorong Ibuku. Ibuku menangis dan memeluk aku dan kakak. Dan berpesan.
“Kakak sama Salma, harus rajin shalat sama hafalan Qur’an harus bertambah ya biar kalian masuk surga dan ngasih mahkota berlian ke Ibu di surga.” Kata Ibu sambil menahan tangis.
“Iya Bu”

Sejak itu kami menghafal Qur’an. Hari demi hari, Ibu selalu mimisan. Kadang kami bertanya ke Ibu.
“Ibu kenapa mimisan?”
“Ibu cuma lelah doang, gak usah khawatir. Kalian fokus aja sama hafalannya.”
“Ibu sekarang hafalan kami sudah sampai An-Nisa’, sebentar lagi kami mau wisuda.”
“Alhamdulillah, bagus anak-anak ibu memang pintar.”

Kamis, 22 Desember 2016
Tibalah hari yang ditunggu-tunggu, yaitu wisuda hafalan Qur’an.
“Ibu sekarang hari wisuda kami, ayo kita berangkat.”
“Gak sabar, pengen liat Kakak sama Salwa pake toga.”
“Sudah sampai, ayo kita duduk di barisan kedua.” Kata Kakak sambil menunjuk ke arah tempat duduk.

“Aisyah Khansa, silahkan ke panggung.” Kata MC.
“Salma Zahira, silahkan ke panggung.” Kata MC.
“Ibu lihat kita pakai toga.” Kata kami bersamaan, sambil memeluk Ibu.

Di perjalanan pulang. Tiba-tiba Ibu mimisan lalu pingsan. Kakak langsung memesan taksi online. Setibanya di rumah sakit, Kakak menanyakan ke Dokter tentang penyakit Ibu. Kami kaget karena penyakit Ibu adalah leukemia dan sudah stadium akhir. Hanya keajaiban yang bisa ditolong.

Sudah seminggu Ibu koma. Selang beberapa menit kemudian ibu bangun dan berpesan.
“Sayang, jagalah shalat kalian dan jagalah hafalan kalian. Jika ibu pergi ke Allah, jangan kalian bersedih dan janganlah kalian berputus asa. Nanti ibu akan bersedih dan Ibu selalu ada dengan kalian, cuma alam yang berbeda.”
“Ibu jangan berkata seperti itu, Ibu tidak boleh pergi, tetaplah disini bersama kami. Nanti kami tinggal bersama siapa?”
“Kan ada Kakek dan Nenek, ada Bi Isti.”
“Gak mau, maunya sama ibu.”
“Asyahadu Allaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Warasuulluh.”
“Tidaaaak…”

Sudah seminggu, aku ditinggalkan Ibu. Pada suatu hari, aku melihat Ibu memakai mahkota berlian dan wajahnya sangat bersinar. Aku pun berlari dan sudah menggapai kerudung Ibu. Tiba-tiba aku bangun

Cerpen Karangan: Amirah Fauziah
Nama: Amirah Fauziah
Ttl: Jakarta, 29 Maret 2002
Sekolah: SMPN 2 Teluk Jambe Timur

Cerpen Hafalan Qur’an untuk Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelita Hidupku

Oleh:
Pikiranku melayang ke masa silam. Hari-hariku terselip dengan berbagai sensasi. Ocehan ibu dan ayah tak pernah terhiraukan dalam nuraniku. Yang hanya terpikir dalam benakku hiruk pikuk canda tawa di

Dangerous Woman (Part 1)

Oleh:
Masa sekolah sudah habis. Cassandra dan kembarannya, Cleopatra menghabiskan waktu liburnya di rumah. Cassandra atau lebih akrab dipanggil Casie menguncir dua rambut hitamnya yang lurus. Dia nampak seperti gadis

Peluru dan Brownies di Malam Tahun Baru

Oleh:
Malam tahun baruku tidak seperti tahun barumu. Mungkin saat ini kau sedang bergembira ria di suatu tempat. Bernyanyi, menari-nari, banyak makanan dan minuman yang enak-enak. Pulang pagi dan tertidur

Titik Terang Dari Makan Siang

Oleh:
Sudah 67 hari Momo berstatus pengangguran. Selama itu pula teka-teki ke mana Momo akan berlabuh tetap jadi misteri. “Momo mau jadi apa kamu. Kerjaan gak jelas, mau sampai kapan

Burung Penari

Oleh:
Burung-burung hitam terbang rendah kesana-kemari layaknya seorang penari balerina kecil. Semuanya terlihat bahagia menyambut datangnya titik hujan dari atas, entah kenapa ada aura aneh setiap kali bertemu dengan awan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *