Haid

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Keluarga, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 21 February 2018

Suatu pagi hari yang cerah, tampak mentari mulai memancarkan sinar kehidupannya, burung-burung mulai berkicau dan orang-orang mulai melakukan aktivitasnya masing-masing. Tiba tiba…

“Ibuuu!! Tolongin Alinaa!” seorang gadis remaja tampak bangun dari tidurnya dengan penampilan kusut. Gadis itu bernama Alina. Ibu Alina datang dengan tergesa-gesa dari Dapur. Di badannya masih terpasang sebuah celemek dengan noda di sana-sini.

“Ada apa Alina?” tanya Ibu heran. Alina menunjuk bagian kasurnya, dengan ketakutan. Tampak darah yang sudah mengering di kasurnya.
“I… Bbbuu.. Sebentar lagi aku.. Akan MATTIII” tangis Alina.
Ibu Alina terkikik geli. “Coba kamu lihat celanamu ada apa?” tanya Ibu Alina sambil masih tertawa. Alina menengok ke belakang celana tidurnya. Darah lagi. Muka Alina langsung pucat. Ia menangis keras. Tawa Ibu makin keras.

“Alinaa… Alinaa.. Badanmu aja yang besar, itu saja takut!” ledek Ibunya. Alina masih terus menangis. Ibunya menenangkan Alina.
“Itu tanda kamu pubertas, Alina. Seorang wanita yang sudah masuk waktu baligh atau dewasa, pasti mengalami peristiwa pubertas. Salah satunya haid. Haid itu secara bahasa artinya sesuatu yang mengalir. Sedangkan menurut istilah syara’ yaitu darah yang terjadi pada wanita secara alami keluar dari farjinya, bukan karena sesuatu sebab atau penyakit dan keluar pada waktu tertentu. Haid juga ada larangannya, diantaranya shalat, puasa, menyentuh atau membaca Al-Quran, tawaf, berdiam di masjid dan talak atau bercerai” kata Ibu menjelaskan. Alina khusyuk mendengarkan ceramah dari Ibunya.

“Pantesan tadi abis shalat subuh Alina gak ngerasa enak badan gitu Bu” kata Alina polos. Ibu tertawa.
“Ya sudah, kamu ke kamar mandi sana, mandi sekaligus bersihin darah haid nya, Ibu nanti kasih tau kamu cara pake pembalut”
“Okee Bu”

Pada hari itu juga, seorang gadis bernama Alina Novita Aulia Dewi akan beranjak dewasa. Ia banyak bertanya pada Ibunya tentang pubertas di masa remajanya.

Cerpen Karangan: Salma Suhailah Rajwa
Haii, ini Cerpenku yang ke 5

Cerpen Haid merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Biduan Giduan

Oleh:
Sore itu cuaca sangat dingin, angin berhembus menusuk nadi yang bernyanyi. Membuat bulu roma menjadi tegang. Kala itu aku sedang di rumah Nenek di Desa Kadu Lomber, Pandeglang Banten.

Asa Terurai Melahirkan Cahaya

Oleh:
Tak terasa, usia pernikahan aku dan Mas Epik sudah memasuki tahun ke empat. Yang awalnya cuman berdua, kini keluarga kecil kami telah dilengkapi dua buah hati, Sazia dan Fauzan.

Meluluh Dosa

Oleh:
Aku dan Albert sudah tinggal bersama sejak kecil. Itu tentu saja, karena kami adalah sepasang saudara. Kakakku, wajahnya tampan, tubuhnya ideal, senyumnya mengoda. Bicara soal sifat, ia sangat sabar

Ayah

Oleh:
Hujan dan bulan. Rumah selalu jadi tempat untuk menepi. Namun kini hanya ada atap dan ruang yang sunyi. Tempat yang mengerikan. Aku hanya tau sedikit kebahagiaan di dunia ini

Sketsa Lembayung Jingga

Oleh:
Telah ku lewati separuh jalan kehidupan. Aku tersesat di tengah tandusnya gurun pasir. Semakin jauh, semakin ku tak mengerti. Mataku seolah kehilangan fokusnya, samar-samar pemandangan ku tangkap. Fatamorgana yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *