Haramkah Berpacaran

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 3 February 2016

Berpacaran merupakan hal yang wajar bagi sebagian remaja saat ini, padahal pacaran itu hukumnya haram, karena mendekatkan diri pada zina, itulah pendapat Rama Nugraha. Rama bersekolah di sebuah SMA, sekarang dia sudah kelas dua semester satu, sekarang dia tinggal di kos-kosan depan sekolahnya. Rama satu kamar dengan orang bernama Dandi Maulana, selain sekamar, Dandi juga satu kelas bahkan satu bangku dengan Rama, dengan alasan jauh dari rumah Dandi dan Rama memilih kos.

Dandi mempunyai pacar bernama Agnes Nurcahyani, mereka sudah 4 bulan, 4 hari, 4 jam, 4 menit, dan 4 detik berpacaran. Agnes ketika kelas sepuluh satu kelas dengan Dandi, namun beda kelas ketika kelas sebelas. Hari rabu Dandi sudah berjanji mengajak Agnes untuk jalan-jalan, ketika hendak berangkat Dandi memakai kemeja hitam dan celana panjang hitam lalu membawa sekuntum mawar merah, lalu Dandi meminta pendapat Rama.

“Ram, gimana, saya sudah ganteng belum?” tanya Dandi.
“Saya turut berduka cita, siapa yang meninggal? mau ke pemakaman siapa?” Jawab Rama.
“Dasar payah, saya mau jalan-jalan sama Agnes tahu.”
“Jalan-jalannya ke makam?”
“Ya enggaklah, masa pacaran ke makam.”
“terus ngapain bawa bunga?”
“ini buat Agnes tahu.”

Dandi ke luar dengan kesal dia terus menggerutu sampai parkiran motornya, dia pergi menggunakan motor maticnya. Sesampainya di rumah Agnes, Dandi melihat Agnes sedang di depan rumahnya dengan rambut dikuncir kuda serta kemeja biru kotak-kotak panjang tak lupa celana jeans panjang menambah kecantikannya, ketika sampai di depan Agnes Dandi berkata, “Yuk naik, nih mawar buat kamu.” kata Dandi. “Oh ini buat aku? kirain buat ziarah kubur, abisnya kamu pakaiannya serba hitam.” ujar Agnes dengan senyum manisnya.

Dua jam sudah Dandi jalan-jalan, akhirnya dia datang ke kos-kosan sambil menggerutu karena uang yang 50.000 habis. Dandi lalu bercerita pada Rama, tapi Rama tidak menanggapinya dengan serius justru Rama ke luar dari kamar kosnya untuk mencari udara segar. Ketika berjalan hendak ke ranjang, Dandi tanpa sengaja menyenggol gelas Rama hingga pecah, ketika itu perasaan Dandi tidak enak, dia mulai merasa gelisah dan teringat pada Rama lalu berkata dalam hati, “sial saya bisa-bisa dimarahin sama Rama.” karena mendengar suara kaca pecah Rama lalu muncul dan dugaan Dandi memang benar, Rama ketika itu marah pada Dandi.

Tengah malam, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Dandi dan Rama, Rama yang baru saja selesai salat malam membangunkan Dandi untuk membukakan pintu kamarnya, namun Dandi tidak mau dengan alasan masih mengantuk, akhirnya Rama membukakan pintunya, secara tiba-tiba dada Rama dibelah oleh seseorang yang menggunakan topeng dengan kapaknya, Dandi begitu kaget dan langsung berteriak minta tolong, namun tidak ada yang ke luar dari kamar kosan sebelah, lalu jasad Rama oleh orang bertopeng tersebut.

Ketika hendak merebut kembali jasad Rama, Dandi ditendang sampai membobol pintu kosan sebelah kamar Dandi, ketika membuka matanya Dandi melihat dua mayat yang merupakan teman satu kos-kosan. Dandi kemudian memeriksa setiap kamarnya dan seluruh orang yang ada di kosan sudah tewas terbunuh, dia lalu mengejar orang bertopeng tersebut. Ketika Dandi berlari orang bertopeng itu juga ikut lari sampai berada di belakang sekolah yang merupakan TPU. Dandi melihat banyak sekali orang bertopeng, tiba-tiba di belakang Dandi ada seseorang dan mengunci kedua tangan Dandi.

Dandi bersusah memberontak tapi apa daya tenaga Dandi belum cukup kuat, jasad Rama lalu dimasukkan ke dalam lubang kubur yang sudah disediakan dan mereka menguburnya. Dandi tidak percaya peristiwa ini terjadi, pecahnya gelas Rama ternyata benar-benar pertanda buruk. Kemudian orang-orang bertopeng itu menghampiri Dandi, lalu kedua tangan Dandi digantung di sebuah dahan pohon manga yang kuat dan tinggi. Saat itu Dandi 1 meter di atas permukaan tanah, dia kemudian dicambuk beberapa kali, punggungnya merasakan sakit yang luar biasa dia juga beberapa kali mendengar pukulan keras.

Jeritan ketakutan dan mendengar rintihan orang menangis karena disiksa, persis seperti keadaan dirinya sekarang lalu Dandi mendengar suara, “Hidupkanlah kembali saya ya Allah, saya berjanji akan taat beribadah kepada-Mu.” pikiran Dandi mulai kacau entah ini halusinasi karena takut ataukah itu memang jerit alam kubur, tiba-tiba tali yang mengikat tangan Dandi terputus dan jatuhlah Dandi dari ranjangnya. Dandi lalu tersadar dan melihat Rama, rupanya Rama baik-baik saja, dia sedang membaca al-qur’an, rupanya kejadian itu hanya mimpi.

Setelah mimpi semalam Dandi begitu murung ekspresi mukanya seperti orang yang sedang ketakutan, ketika ditanyai oleh teman-temannya tapi dia tidak mau cerita. Bahkan sampai sekolah pun dia masih murung. Bel istirahat telah berbunyi, Rama lalu mengajak Dandi untuk ke kantin, kebetulan kantinnya di belakang sekolah dan hanya terhalang tembok saja dari TPU, tiba-tiba Dandi histeris dia meraung-raung tak karuan dan akhirnya dia jatuh pingsan.

Dua hari Dandi tidak bersekolah setelah dia pingsan. Dandi tidak sekolah dengan alasan masih pusing. Saat tidak sekolah ia banyak berdoa, membaca a-qur’an, bahkan tidak hanya salat wajib, dia juga mengerjakan salat sunnah. Dandi selalu berdzikir pada Allah, di tengah-tengah berdzikir dia teringat pacarnya Agnes. Rama pernah mengatakan bahwa pacaran itu haram karena mendekatkan diri pada zina, tapi Dandi ingin penjelasan yang lebih rinci lagi dari Rama. Ketika Rama datang ke kamar kosnya Rama langsung ditanya oleh Dandi.

“Rama, apa bener pacaran itu haram?” tanya Dandi.
“Iya, karena itu bisa mendekati zina bila udah ke luar dari kontrol, pacaran juga bisa memutuskan tali silaturahmi, baik dengan teman atau dengan mantan pacarmu.” jawab Rama dengan tegas. “tapi gimana kalau pacarannya secara islami?”
“Apa maksud kamu, berpacaran dengan saling bertausyiah, atau pacarannya di Mesjid.”
“sekarang saya paham, tapi saya masih cinta Agnes.”

“Apa kamu tahu kisah Nabi Ibrahim, yang mengorbankan cintanya terhadap putra semata wayangnya demi Allah, dan mendapatkan balasan yang hebat dari Allah, sekarang kamu hanya tinggal mengorbankan pacarmu demi Allah, mungkin kamu akan mendapat juga balasan yang hebat dari Allah.”
“Terima kasih atas pencerahannya, sore ini juga saya akan putusin Agnes.” Jam telah menunjukkan pukul tiga sore, sambil sekalian pulang ke kampung halaman Dandi terlebih dahulu mampir ke rumah Agnes. Sesampainya di rumah Agnes, Dandi melihat Agnes sedang duduk di kursi taman, Dandi kemudian menghampirinya. Agnes yang terkejut akan kedatangan Dandi langsung berkata.

“Eh Dandi, kok gak bilang sih, mau ke sini.” kata Agnes.
“Agnes, sebenarnya ada yang mau aku omongin, sebenarnya dalam islam pacaran itu tidak boleh, dengan sangat terpaksa, aku harus akhiri hubungan ini.” ujar Dandi.
“Jadi kita putus?” balas Agnes sambil menahan tangisnya.
“Iya, tapi suatu saat nanti aku akan ketemu kamu di pelaminan.”
“Ih, so sweet.”
“Eh maksudnya bisa aja kan kamu yang jadi tamu, atau mungkin aja kita menikah, aku gak tahu, soalnya jodoh ada di tangan Allah SWT. Oh iya ini sudah sore, aku harus pulang ke kampungku, assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.” balas Agnes menutupi kesedihannya.

Cerpen Karangan: Ibnu Fadlillah
Blog:: tidakadajudul12.blogspot.co.id

Cerpen Haramkah Berpacaran merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sudah Saatnya

Oleh:
Aku berlari kecil menghindari hujan sambil memayungi kepalaku dengan kedua tangan, meski percuma tetap saja tubuhku basah. Air berkecipak di kakiku. Membasahi celana jeans panjang yang kupakai. Setelah sampai

Masalah Sharmay

Oleh:
Matanya menjelajahi seisi rumah itu. Asri banget, pikir gadis yang tengah menunggu si empunya rumah. Ini pertama kali bagi Sharmay -anak kampung baru merantau ke kota- menduduki sofa empuk

Hancur

Oleh:
Tahun 30XX, kami para manusia seakan sudah tak berguna lagi di bumi. Semua sudah dijalankan oleh robot dan robot. Kami para manusia hanya duduk dan duduk dilayani oleh robot

Hijab

Oleh:
“Kenapa cewek itu harus berhijab?” Tanya Syifa pada seorang pemuda yang duduk di bangku di depannya. Cowok itu tidak menoleh, hanya cukup mendengar. Sepasang kedua matanya yang teduh menerawang

Hantu Pohon Mangga

Oleh:
Ceria begitu orang memanggilnya. Namanya seperti menggambarkan kesehariannya yang selalu ceria, walaupun ia hidup sangat sederhana bahkan bisa di bilang pas-pasan. Ia hidup bersama ibu dan kedua adiknya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Haramkah Berpacaran”

  1. salsa says:

    cerpennya keren, yang ngarang udah kaya ustad aja hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *