Hidup dan Matiku Adalah KehendakNya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 11 August 2014

“Dik, ayo makan. Ini Kakak suapin…” Suara lembutnya membuatku tersadar dari lamunanku. Aku tak menghiraukannya.
“Ayo makan. Nanti kamu sakit.” Bujuknya.
Aku menggelengkan kepalaku.
“Untuk apa, Kak. Itu percuma. Aku tak ingin makan. Hidupku takkan lama lagi. Untuk apa aku makan? Aku tak ingin makan! Aku… Hanya ingin… Menghitung sisa hari-hari terakhirku…” Tetesan air mata keluar perlahan dari kelopak mataku.
“Astagfirullah… Kamu jangan bicara begitu. Kamu tidak tahu nasibmu… Semua adalah kehendakNya Dik!” Nasehatnya setiap aku mengeluh atas penyakitku ini.

Ya, Aku mengidap penyakit jantung koroner. Lebih buruknya, Aku buta. Aku hanya tinggal menghitung hari-hari terakhirku. Dan, Aku juga tak ingin makan! Aku ingin hari yang kutunggu-tunggu datang dengan cepat. Aku tak ingin merasakan sakit ini begitu lama. Aku ingin MAUT menjemputku!

“Dik…” Kak Syifa memecahkan keheningan saat itu. Aku mengusapkan tanganku ke air mataku yang berhamburan.
“HIDUP dan MATImu tidak dapat kau ketahui. Semua kehendakNya. Janganlah pernah Kau berputus asa. Kau harus kuat. Apakah Kau tidak sedih meninggalkan Bunda dan Ayah? Sadar Fir, sadar!” Serunya.

Lagi-lagi, air mataku berhamburan. Aku tak bisa berkata apa-apa mendengar perkataan Kak Syifa, Kakak perempuan satu-satunya yang mengerti perasaanku.

“Ta… Ta… Tap.. I…” Ucapku dengan kesusahan. Entah mengapa dadaku terasa sesak.
“K… Ka… Kak…” Aku berusaha untuk menggenggam tangannya. Namun, Aku merasa ia semakin menjauh. Aku merasa, Ia pergi dariku. Kemana ia? Aku tak bisa melihatnya. Pandanganku gelap. Aku buta! Dadaku semakin sesak. “Asta… As… Astagfi… Rullah… Hal… Hal… Azziiiimm…”

“Astagfirullahh…!” Aku terbangun dari tidurku. Kupegang dadaku. Aku bukan pengidap penyakit jantung koroner! Aku tak buta! Itu hanya… Mimpi. Mimpi yang sangat bermanfaat untukku. Walau terasa sangat sakit, namun aku dapat menemukan makna mimpi itu. Aku tahu. HIDUP DAN MATIKU, ADALAH KEHENDAKNYA…

Hidup-mati seseorang tidak akan ada yang tahu…

-SEKIAN-

Semoga bermanfaat…

Cerpen Karangan: Hannisa Tsabitah Aura

Nama: Hannisa Tsabitah Aura
Umur: 10 thn
Agama: Islam
Hobi: menulis.

Suka mengarang cerpen religi.

Cerpen Hidup dan Matiku Adalah KehendakNya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pangeran Bukrah

Oleh:
Malam tampakkan gelap. Memaksa makhluk-makhluk lemah terbatas menyalakan penerangan untuk jalannya. Mengukir hiasan di sepanjang perjalanan pulang Rana. Ia perhatikan kanan, didapatinya barisan lampu jalanan berkolaborasi dengan lampu merah

Sebesar Biji Zarah

Oleh:
Waktu menunjukkan bahwa senja segera tiba. Di ruangan sederhana, terlihat jelas barang-barang berserakan, sudah, sangat tidak beraturan. Menggambarkan sang pemilik ruangan, persis. Belum terlalu gelap saat itu, biasan cahaya

Irma Inspirasiku

Oleh:
“Assalamualaikum ukhti… namaku Irma, ukhti?” Ujar seorang anak SMA yang tengah berkenalan dengan anak baru disekolahnya. Irma adalah gadis remaja berkerudung yang sekarang sudah masuk kelas 3 SMA. Anak

Sekilas Kisah Sang Guru

Oleh:
Sebut saja namanya nazam, nazam kecil yang hidupnya masih meniru orang-orang yang berada di lingkungannya atau dalam istilah sosiologinya game stage. Seorang anak kecil yang memerlukan pendidikan yang luas,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *