Hijrah Bersama Al Qur’an

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 11 July 2019

Ketika itu diriku masih kecil, aku belum mengenal apa-apa. Banyak kesalahan yang kubuat hingga ayah sering mengusirku dari rumah. Ketika kecil aku sering membuat masalah dengan teman-teman akibat pengaruh dari sifat Ayah yang selalu marah pada ibu. Dulu keluargaku sering ada masalah, Namun kini berbeda setelah Ayah sadar bahwa diantara Ayah dan Ibu harus ada yang mengalah. Akhirnya Ayah menjadi orang baik dan ibu juga sudah mau merawat diriku lagi.

Saat diriku sudah masuk sekolah ibu selalu mengantar ketika ke sekolah, hal itu yang selalu membuatku termotivasi, walaupun begitu diriku belum bisa meraih ranking 10 besar di sekolahan. Namun, ibu dan ayah selalu memotivasi diriku untuk selalu berusaha.

Ketika diriku masuk SMP di sekitar daerah tempat tinggalku, aku merasa ini saatnya aku harus bisa membahagiakan orangtuaku dan Alhamdulilah semester pertama aku bisa meraih peringkat ke dua di kelas.

Setelah berjalan beberapa bulan, ayah kemudian berangkat ke Malaysia untuk merantau selama 4 tahun. Selama itu, diriku selalu meraih peringkat 5 besar berkat motivasi dari Ayah. Hingga akhirnya hari pengumuman kelulusan tiba dan diriku mendapat peringkat 2 paralel, kemudian berita itu kusampaikan pada ayah dan ayah pun merasa senang mendengarnya.

Setelah Lulus aku memutuskan untuk berhijrah ke jalan yang lebih baik yaitu dengan belajar di pondok pesantren. Hal yang belum pernah kubayangkan untuk masuk ke sana, namun ayah menyuruhku ke sana. Dengan kuniatkan untuk hijrah dan menuruti orangtua, akhirnya aku masuk ke sana. Sejak SMP diriku hanya mengenal islam yang umum saja, namun sekarang diriku akan mendalami tentang islam. Ketika itu aku mengambil program Al qur’an di pondok dan orangtua pun menyetujuinya.

Setelah berjalan satu tahun lamanya di pondok diriku sudah hafal lima juz Al qur’an dengan kegigihan untuk berhijrah. Akhirnya tiba disaat semua santri untuk wisuda dan aku hanya memberitahu ibu bahwa aku akan diwisuda (khotmil qur’an) ibu merasa senang. Di sisi lain ibu memberitahu pada ayah bahwa aku akan wisuda, lalu ayah memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk melihatku diwisuda setelah empat tahun tidak melihatku.

Tiba di hari H aku diwisuda dengan menggunakan jas dan sarung serta balutan kerudung di kepalaku. Sebelum acara dimulai aku dipanggil oleh temanku “ukhti nur itu ada yang mencari anti di depan pondok” ucap dina. “Iya makasih ukh” diriku tersenyum berangan bahwa ibu sudah ke sini. Lalu kulangkahkan kaki ke depan pondok dan diriku menjumpai sosok perempuan yang tidak asing bagiku dengan di sampingnya seorang laki-laki. Benar dugaanku bahwa itu ibu dan ayah.

“Nak kamu sudah besar ya sekarang dan sudah bisa hafalin Al qur’an” ucap ayah seraya memelukku. “iya ayah” diriku hanya bisa menangis bahagia akhirnya aku bisa membahagiakan orangtuaku dan bisa hidup di pondok bersama ayat-ayat Al qur’an yang selalu menemani keseharianku.

Tamat

Cerpen Karangan: Durotun Nur Laili
Assalamualaikum ukhti wa akhi. nama ana nur dan ana berasal dari kendal semoga cerpen bermanfaat ya.
Syukron

Cerpen Hijrah Bersama Al Qur’an merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Sembarang Anak Panah

Oleh:
“Sammy, kenapa anak panahmu selalu tidak kena sasaran? Kamu sudah belajar seminggu lho, masa gitu saja gak bisa!” marah pelatih panahanku. “Maafkan aku pak!”, “Sudahlah, ini sudah sore. Belajar

Indahnya Negeri Kinanah Di Pagi Hari

Oleh:
Waktu yang berlalu tidak akan kembali datang, melainkan hanya penyesalan. Kadang penyesalan pun jaraknya cukup lama. Hmm, sia-sia sudah. Meski setiap orang diberi nikmat waktu yang sama, namun setiap

Liontin Ibu

Oleh:
Lesung pipi yang meciptakan senyum yang begitu Indah ketika melihatku datang. Matanya yang membulat dan berbinar-binar ketika melihatku berlari ke pelukannya. Tangannya yang lembut ketika mengusap kepalaku. Suaranya begitu

Tauladan Seorang Ibu

Oleh:
Melahirkan seorang anak dengan penuh perjuangan dan kesabaran Ibu, sungguh pengorbanan yang tiada batas. Ketika anak lahir di dunia, semua orangtua menginginkan anaknya menjadi sholeh dan sholehah. Aku dilahirkan

Hari-Hariku

Oleh:
Nama ku Mika utamy, teman-teman biasa menyapaku dengan sebutan Mika dan itu sekalian nama beken juga?. aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Muhammad Hiro Pratama kakak sulungku, Ahmad Vidy

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *