Ia dan Sajadah Birunya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 30 January 2017

Adzan Shubuh sedang berkumandang. Terngiang di telinga seorang pemuda dan ia menghayati adzan tersebut. Adzan yang cukup merdu bila kaum muslim mendengarnya.

Walau hanya di depan toko dan ditemani barang bekas, ia tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia tetap rajin beribadah kepada Allah.

Tergelar sajadah biru yang terbentang di atas tikar yang terbuat dari anyaman bambu tipis. Ada juga peci yang melingkar di kepalanya. Selesai adzan, ia segera melakasanakan shalat Shubuh.

Beberapa menit kemudian, ia sudah selesai. Selepas shalat, biasanya ia pergi mencari sampah botol bekas yang berserakan. Lalu dikumpulkannya sampah itu. Sehabis itu, ia akan menimbangnya di perusahaan. Dan mendapat uang walau hanya lima ribu rupiah perhari.
Meski begitu, ia tetap bersyukur.
Ia menjalani hidup dengan ikhlas. Keluh kesah ia tahan dalam-dalam. Meski banyak yang mengganjal.

Ia mengambil satu demi satu barang bekas yang berserakan. Seorang wanita muslimah berhijab, memandanginya. Ia adalah Nurul. Gadis cantik dan ketakwaannya itu. “Mas, sedang apa? Boleh saya membantu?” Tanya Nurul menghampiri lelaki itu. “Eh? Tidak perlu, Mbak. Ini sudah selesai, tuh,” batin lelaki itu.

Nurul melihat sekarung yang telah terisi dengan barang bekas. Penuh! “Nama saya Nurul.”
“Ya, saya Ahmad.”
Lelaki itu ternyata bernama Ahmad. Nama yang cukup bagus untuk orang yang menganut agama Islam.

“Saya sangat kagum pada Anda. Berapa penghasilan Anda seharinya?” Tanya Nurul. “Hanya lima ribu rupiah saja.”
Nah, dari situ, Nurul mulai merasakan keindahan hidup. Ia mulai belajar bersyukur kepada Allah dengan lebih tartil. Ia sangat kagum pada Ahmad.

Ahmad diajari dari Pamannya yang waktu itu memberikannya sajadah biru itu. Teringat kata pamannya:
“Ini hadiah untukmu. Jaga baik-baik, ya! Ini hadiah terindah bagi paman. Karena, dengan sajadah ini paman selalu ditemani. Ditemaninya saat beribadah.”

Mm, teman-teman yang sedang membaca, sudahkan shalat lima waktu? Atau beribadah yang rajin? Selamat berkarya teman-teman!

Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir

Cerpen Ia dan Sajadah Birunya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kebenaran Agama

Oleh:
Salahkah jika aku bersenang-senang untuk mengisi hidupku. Setiap saat hanyalah rasa bahagialah yang aku rasakan ‘girl, party, extacy’ seakan menjadi hal yang biasa dan wajar dalam hidupku. Namun suatu

Janji

Oleh:
“Tari! Kamu harus janji ya!” “Janji apa Riani?” “Kan aku udah janji, aku bakalan balik lagi ke sini dua tahun lagi, kamu juga harus janji kalau waktu itu tiba

Sleep Well My Litle Sister

Oleh:
Azifa Naifa Khaira adalah nama untuk seorang gadis kecil. Mungkin lebih tepatnya seorang anak atau bocah, yang jelas ia masih sangat belia. Seorang anak yang pada usianya masih harus

Jangan Le-Bhay

Oleh:
Seorang guru menunjukkan selembar uang seratus ribu kepada murid-muridnya. “Anak-anak, ini uang seratus ribu. Siapa yang mau ini, silakan angkat tangan.” Semua langsung mengangkat tangannya. Kemudian guru itu meremas-remas

Sepenggal Kisah dari Palestina

Oleh:
Hai, aku adalah seorang anak yang hidup di Palestina. Seperti yang kalian tau, kami hidup di tengah peperangan. Keluar rumah adalah hal yang menakutkan bagi kami. Kami tidak bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *