Kalam Ilahi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa, Cerpen Islami (Religi)
Lolos moderasi pada: 5 October 2015

Cukup untuk hari ini. Ku rebahkan tubuh palsu ini ke tumpukan jerami modern. Ku getarkan lisan sambil mengangkat kepala. Tak lama kemudian aku terhenyak dalam kalam-Nya. Semakin jelas irama yang ku dengar. Ku coba kembali masuk ke alamku. Namun, aku gagal. Ku tanggalkan bunga yang ku dapat sebagai perhiasan malam. Ketika ku lihat di atas kaca, butiran kristal turun dari atap kehidupan. Bergegas ku izinkan langkah menuju Raja dan Ratu.

“pak,”
“ada apa le?”
“hujan pak”
“astagfirullah, buk hujan”
“ambil bak le!”
“niki pak”

Rahmat Sang Pencipta mengejutkan kami di dalam bunga malam, seakan ingin menunjukan bahwa kini saatnya musim jamur berbuah, barisan semut naik, dan warna langit yang teramat indah. Saat terdengar ayam santri mulai berkokok, membuyarkan lamunan keluarga kecil. Bahwa waktu mustajabah telah hinggap di setiap helai pembulu darah dengan mengambil air suci, kami angkat tangan secara ikhlas, menandakan qiyamullail telah dimulai.
“dah le, sampean tidur, kalau masih cape”
“ndak apa pak, bentar lagi dah manjing”

Tak disadari pergantian malaikat malam dengan malaikat pagi telah terjadi, suara merdu ayam duniawi terdengar serentak. Menandakan laporan kepada mpunya jiwa, akan dimulai. Dengungan pembakar syetan teralun dengan indah. Dengan langkah yakin, beratapkan selembar kain. Aku berangkat menuju rumah-Nya.
“mad dingin”
“engge pakde”
“ya syukuri aja, maklum pertama kali. Sudah panggil semua orang”

Setelah turun dari singga sana, saatnya bertolak menuju surgaku. Tak hentinya sang atap meratap, walau kini tak sekeras tadi. Lamanya dingin di waktu pagi, matahari bergerak semu utara, kini berganti. Hingga kenikmatan yang dulu haruslah terpecah.
“le nanti bantu ya”
“engge bu”
“sebelum kamu berangkat mampir ke bang Indra, minta bantuan.”
“siap pak, assalamualaikum”

Ku kayuh kendaraan rapuh ini menuju medan jihad yang karomah. Atap kehidupan pun masih dengan serunya menanamkan manfaat bagi manusia. Sepulangnya dari menimba air, ku bantu kedua orangtua untuk membetulkan papan-papan. Sunggu indah nian hujan pertama di paceklik kemarau.

Cerpen Karangan: Achmad Jahidin Al Ayubi
Facebook: Ahmad Jahidin

Cerpen Kalam Ilahi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


24 Jam Saja

Oleh:
Senin pagi irwan seorang karyawan di perusahaan swasta di jakarta utara telah bersiap untuk berangkat ke kantornya di daerah Koja, setelah semuanya beres tak lupa pamit pada istrinya yang

Hantu Pohon Mangga

Oleh:
Ceria begitu orang memanggilnya. Namanya seperti menggambarkan kesehariannya yang selalu ceria, walaupun ia hidup sangat sederhana bahkan bisa di bilang pas-pasan. Ia hidup bersama ibu dan kedua adiknya yang

Tergantung Niat

Oleh:
Lembayung senja menemani langkah Fatin. Bergegas ia menuju ke jalan besar untuk menunggu angkutan umum yang akan mengantarnya pulang ke rumah. “Lagi dan lagi, saya sendiri.” Ucap Fatin lirih.

Kakak Emosian

Oleh:
“Hani, Lina, tolong belikan Ibu buah apel, pir, anggur, jeruk, stroberi di parsel 2 paket, coklat 2 toples dan sirup mangga 1 botol. Ini uangnya. Nanti yang bisa sampai

Qonaah

Oleh:
Riko Zidney, seorang anak konglomerat yang dipondokkan di pesantren oleh ayah dan ibunya. Dalam sejarah keluarganya, Zidneylah satu-satunya anggota keluarga yang pernah mencicipi pahit, getir dan manisnya pesantren. Oleh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kalam Ilahi”

  1. ceritanya bagus. begitu merakyat. Tapi klo bisa tiap ada kata-kata atau percakapan bahasa daerah dicantumkan juga terjemahannya. IMHO.
    Kunjungi web ane juga ya gan di tempatnulis.com

Leave a Reply to dikut andi nata Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *