Karunia Tuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 26 October 2016

Seorang wanita yang tinggal berdua dengan ibunya. Ia bernama mirna dan ibunya bernama minah, ibu minah adalah seorang ibu yang penyabar dan penyayaang, tetapi anaknya si mirna sangat bertolak belakang sifatnya dengan ibunya, ia pemarah dan angkuh.
Mirna tidak pernah sedikitpun mau mendengar nasihat ibunya, bahkan setiap hari ia memarahi dan membentak ibunya ketika ibunya menasihatinya. Tetapi bu minah tak pernah lelah untuk mengingatkan anaknya berbuat kebaikan terutama dalam mencari rizki.

Mirna bekerja sebagai wanita malam, setiap malam dia pergi dan pulang setiap pagi bahkan tak jarang ia tidak pulang untuk beberapa hari. Ibu minah bekerja sebagai buruh cuci dan menjual kue, itu yang bisa ibu minah kerjakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Suatu hari saat ibu minah membuat kue untuk dijualnya, si mirna pulang, tanpa permisi atau mengucap salam mirna memasuki rumah dengan bertriak memanggil ibunya “bu.. ibu..” “iya nak ibu sedang bikin kue di dapur” jawab ibu minah sambil tersenyum, “siapin air hangat buat mandi, aku mau mandi, terus jangan lupa siapin makanan aku lapar.!!!” perintahnya kepada ibunya “iya sebentar nak ibu selesain ini dulu” dengan sabar ibunya menjawab, tetapi mirna malah marah marah dan membentak-bentak ibunya “cepetan!!! Dasar tua bangka disuruh nyiapin gituan aja leletnya minta ampun”. Tak kuat mendengar bentakan dari mulut anaknya, air matanya pun menetes, seakan hatinya tersayat-sayat mendengar ucapan dari anaknya yang selalu ia sayang.

Hingga suatu hari sikap mirna begitu aneh, dia yang selalu ke luar malam bahkan jarang pulang, sekarang ia sering mengurung dirinya dalam kamar. Sesekali ibunya bertanya padanya “mir kamu kenapa nak, kok betah banget sekarang di kamar, apa mirna punya masalah, coba cerita pada ibu siapa tau ibu bisa bantu nak.” Sekejap mirna diam dan menangis “aku hamil bu” dia menjawab pertanyaan ibunya lalu bergegas masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Ibunya sangat kaget mendengarnya.

Sesekali mirna mencoba menggugurkan kandungannya, tetapi ibu minah selalu mencegahnya. “aku gak mau bu ngelahirin anak haram ini, aku gak mau” ucap mirna sambil menangis dan memukuli perutnya, “nak coba dengarkan ibu, ibu sayang sekali sama mirna ibu gak mau mirna membunuh darah daging mirna sendiri, anggap saja janin yang ada di rahim mirna sebagai karunia Tuhan yang akan membantu mirna nanti” ibunya selalu berusaha menenangkan hati mirna.

Hingga tibalah saatnya anak yang dikandung mirna lahir ke dunia, jam menunjukan pukul 03:00 saat itu ibunya selesai melaksanakan tahajud mendengar suara anaknya teriak memanggilnya “bu.. ibu.. tolong bu.. perutku sakit banget bu” bergegaslah ibunya mendatangi anaknya dan memanggil bidan terdekat.

Tak lama kemudian terdengarlah suara tangisan bayi tetapi setelah itu terdengar lagi suara bayi menangis, mirna pun pingsan karena mungkin kelelahan, ternyata mirna melahirkan 2 bayi kembar tetapi jenis kelaminnya berbeda perempuan dan laki-laki. Ibu minah memberinya nama Azhari dan Azhara.

10 tahun kemudian, kedua anaknya tumbuh menjadi anak yang cantik dan tampan, dan juga saleh dan saleha. Mereka sering ditinggal ibunya dan tinggal bersama neneknya, mereka sangat pintar mengaji bahkan menghafal Al-Quran. Ibu minah selalu memberinya makan dengan hasil menjual kue dan buruh mencucinya, ia juga tak pernah lupa mendidiknya, menasihatinya agar menjadi anak yang baik. Setiap pagi mereka pergi sekolah sepulang sekolah mereka membantu neneknya membuat kue, setelah selesai mereka selalu ke mushola untuk belajar mengaji. Suara mereka sangatlah merdu kerika membaca ayat suci Al-Quran.

Pada suatu malam saat Azhari dan Azhara mengaji di kamarnya, ibunya pun pulang dengan keadaan mabuk. Tanpa basa basi mirna membuka kamar anaknya, ia marah-marah “hai… kalian berisik sekali sihhh, sudah malam bukanya tidur malah brisik” bentak mirna kepada kedua anaknya, lalu ia pergi menuju kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan suara sangat keras. Sesekali mereka berdua bertanya kepada neneknya “nenek kenapa sih nek ibu selalu marahin kita, kita gak salah pun dimarahin, apa ibu tidak sayang sama kita nek?” Tanya Azhari dan Azhara kepada nenenya “ibu kalian bukan marah-marah mungkin karena dia sedang capek saja, siapa bilang ibu gak sayang, ibu itu sayang sama ari dan ara” jawab neneknya sambil merangkul keduanya dan tersenyum.

Satu minggu mirna terbaring lemas di rumah sakit karena penyakit jantung dan paru paru yang sudah parah, karena sering sekali ia merok*k dan mabuk berat. Saat itu anaknya mengaji di depan ibunya yang sedang sakit. Entah apa gerangan ibunya menangis mendengar suara mereka yang sangat merdu, ibunya pun memeluk kedua anaknya “ari ara, maafin ibu ya, selama ini ibu selalu marah marah, dan ibu maafin aku ya bu selama ini aku selalu nyakitin hati ibu, aku sayang kalian” ucap mirna dengan menangis. Tak lama kemudian terdengarlah suara isak tangis dari ruangan dimana marni dirawat, dan saat itulah marni menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Tamat

Cerpen Karangan: Reni Gita Purwanti
Facebook: Reny Gitta

Cerpen Karunia Tuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Kecil Kakek

Oleh:
Pagi yang indah ini, merupakan kebahagiaan bagiku. Cahaya matahari yang mencoba menembus sela-sela dedaunan pohon semakin memperlihatkan tetes demi tetes embun yang berkilau menyentuh jutaan kenangan. Terkadang embun itu

Hurt

Oleh:
Hari itu, hari yang kutunggu-tunggu. Hari yang selalu kuharapkan. Hari yang kupikir akan menjadi kenangan yang indah. Adalah awal kehancuranku. Hari itu, semua musnah. meninggalkan rasa sakit dan kehampaan.

Sahabatku Mengerti Aku

Oleh:
Alena Sharina biasa dipanggil rina dan sahabat baiknya deana sisiliya biasa dipanggil dea adalah 2 sekawan yang sangat dekat mereka tidak bisa dipisahkan. Suatu hari Dea bercerita kepada Rina

Kakek Zein Pelupa

Oleh:
Senja merupakan gadis kecil yang hanya tinggal dengan Kakeknya saja yaitu Kakek Zein. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil di Desa Pelangi. Kakek Zein sudah sangat tua, oleh karena

Miliaran Kerikil

Oleh:
Untuk semua yang datang membawa kepedihan. Saat kreatifitas tidak disalurkan bisa tumpul, saat kemampuan tidak dipakai bisa hilang, tapi saat cinta tidak pernah diberi? Apa sebenarnya hakikat dari cinta?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *